Akui Ketangguhan RI, IMF Taksir Pertumbuhan Ekonomi Tembus 5,1 Persen

AKURAT.CO Bank Indonesia (BI) menyambut positif hasil asesmen Dana Moneter Internasional (IMF) yang menilai perekonomian Indonesia terus tumbuh kuat meski berada di tengah tekanan eksternal global. Penilaian tersebut tertuang dalam laporan Article IV Consultation 2025 yang dirilis IMF pada 21 Januari 2026.
Dalam laporan itu, IMF menyoroti ketahanan ekonomi Indonesia yang didukung oleh inflasi yang tetap terkendali, stabilitas makroekonomi, serta sektor keuangan yang dinilai resilien. Kondisi ini memperkuat optimisme terhadap prospek ekonomi nasional, terutama di tengah ketidakpastian ekonomi global dan volatilitas pasar keuangan dunia.
Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI, Ramdan Denny Prakoso, mengatakan asesmen IMF sejalan dengan evaluasi internal bank sentral terhadap kondisi ekonomi domestik. Menurutnya, bauran kebijakan yang konsisten dan berbasis data menjadi faktor utama dalam menjaga stabilitas sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.
Baca Juga: Menkeu Purbaya: Jangan Percaya IMF, Mereka Enggak Pintar-pintar Amat
“Bank Indonesia menyambut baik hasil asesmen IMF atas perekonomian Indonesia tersebut sebagaimana tercantum dalam laporan Article IV Consultation 2025,” ujar Ramdan dalam keterangannya, Kamis (22/1/2026).
Inflasi Terkendali dan Sektor Keuangan Tangguh Jadi Kunci
IMF mencatat keberhasilan Indonesia dalam menjaga inflasi tetap berada dalam kisaran sasaran, di tengah tekanan harga global dan dinamika geopolitik internasional. Kondisi tersebut memberikan ruang bagi kebijakan moneter yang lebih akomodatif hingga 2025 guna mendukung pertumbuhan ekonomi.
Selain itu, ketahanan sektor keuangan nasional juga dinilai tetap solid. Hal ini didukung oleh penguatan regulasi dan pengawasan, pendalaman pasar keuangan, serta peningkatan efektivitas transmisi kebijakan moneter.
IMF juga mengapresiasi langkah otoritas Indonesia dalam mengembangkan sektor keuangan agar lebih inklusif dan adaptif terhadap tantangan global, sekaligus menjaga stabilitas sistem keuangan secara menyeluruh.
Kebijakan Fiskal Hati-hati dan Reformasi Struktural Jadi Fondasi
Dari sisi fiskal, IMF menyoroti komitmen pemerintah Indonesia dalam menerapkan kebijakan fiskal yang berhati-hati dengan dukungan aturan fiskal yang kredibel. Pendekatan ini dinilai mampu menjaga kesinambungan fiskal sekaligus memberikan ruang bagi pembiayaan pembangunan jangka panjang.
IMF turut mengapresiasi agenda reformasi struktural yang terus dijalankan Indonesia sebagai bagian dari upaya menuju status negara berpendapatan tinggi pada 2045. Reformasi tersebut mencakup penguatan tata kelola, peningkatan iklim investasi, serta integrasi perdagangan global.
Proyeksi IMF: Ekonomi Indonesia Tumbuh 5 Persen Lebih
Dalam laporan yang sama, IMF memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia mencapai 5,0% pada 2025 dan meningkat menjadi 5,1% pada 2026. Proyeksi ini mencerminkan kepercayaan terhadap fundamental ekonomi Indonesia yang dinilai tetap solid.
Meski demikian, IMF mengingatkan adanya sejumlah risiko global yang perlu diwaspadai, mulai dari ketegangan perdagangan internasional, ketidakpastian ekonomi global, hingga potensi volatilitas pasar keuangan dunia.
Rekomendasi IMF untuk Menjaga Stabilitas dan Pertumbuhan
Sejalan dengan tantangan tersebut, IMF merekomendasikan penerapan kebijakan moneter dan nilai tukar berbasis data untuk menjaga stabilitas ekonomi. IMF juga menyarankan normalisasi kebijakan makroprudensial yang longgar secara bertahap, seiring dengan pemulihan kredit.
Selain itu, percepatan reformasi struktural dinilai penting untuk memperkuat daya saing, meningkatkan iklim investasi, serta mendukung pertumbuhan ekonomi jangka panjang yang berkelanjutan dalam rangka mewujudkan Visi Indonesia Emas 2045.
“Proyeksi positif IMF tersebut sejalan dengan asesmen Bank Indonesia yang memperkirakan perekonomian Indonesia akan tetap tumbuh baik, didukung akselerasi reformasi struktural,” kata Ramdan.
Sinergi BI dan Pemerintah Jadi Kunci Ke Depan
Bank Indonesia bersama pemerintah dan otoritas terkait berkomitmen untuk terus memperkuat sinergi kebijakan fiskal dan moneter. Fokus utama diarahkan pada menjaga stabilitas makroekonomi, memperkuat sektor keuangan, serta mempercepat reformasi struktural strategis.
Langkah ini diharapkan menjadi fondasi kuat bagi pertumbuhan ekonomi Indonesia yang berkelanjutan dan akseleratif, sekaligus meningkatkan ketahanan ekonomi nasional di tengah dinamika global yang masih penuh tantangan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.










