Alasan Inara Rusli Cabut Laporan terhadap Insanul Fahmi, Pilih Damai Usai Dimediasi Buya Yahya

AKURAT.CO Keputusan selebgram Inara Rusli mencabut laporan dugaan penipuan terhadap Insanul Fahmi di Polda Metro Jaya menjadi sorotan publik. Langkah tersebut menandai babak baru dalam polemik rumah tangga yang sebelumnya ramai diperbincangkan, mulai dari dugaan penipuan, pernikahan siri, hingga konflik hukum yang melibatkan pihak ketiga. Di balik keputusan itu, ada proses panjang berupa pertemuan keluarga, mediasi spiritual, dan pertimbangan pribadi yang akhirnya mendorong Inara memilih jalan damai.
Kronologi Singkat Pencabutan Laporan Inara Rusli
Inara Rusli sebelumnya melaporkan Insanul Fahmi ke Polda Metro Jaya pada 1 Desember 2025 dengan dugaan penipuan. Laporan tersebut berkaitan dengan status Insanul yang disebut mengaku lajang saat menjalin hubungan dengan Inara, hingga berujung pada pernikahan siri. Belakangan diketahui, Insanul masih berstatus suami sah dari Wardatina Mawa dan telah memiliki seorang anak.
Namun, pada Senin, 29 Desember 2025, Inara resmi mencabut laporannya. Pencabutan itu dibarengi dengan pengajuan akta perdamaian, menandakan bahwa konflik antara dirinya dan Insanul diselesaikan di luar jalur hukum pidana.
Iktikad Baik Insanul Fahmi Jadi Faktor Penentu
Salah satu alasan utama Inara mencabut laporan adalah adanya iktikad baik dari Insanul Fahmi. Insanul disebut telah menemui keluarga besar Inara untuk memberikan klarifikasi secara langsung terkait persoalan yang terjadi. Pertemuan ini dinilai sebagai langkah bertanggung jawab yang membuka ruang dialog antar keluarga.
Tidak hanya sekali, pertemuan tersebut berlangsung dalam beberapa kesempatan. Dari sudut pandang Inara, proses ini menunjukkan keseriusan Insanul untuk menyelesaikan masalah secara kekeluargaan, bukan sekadar formalitas hukum.
Peran Buya Yahya dalam Proses Mediasi
Keputusan damai tersebut juga tidak lepas dari peran guru spiritual Inara, Buya Yahya. Ia menjadi mediator dalam pertemuan tertutup antara Inara dan Insanul. Dalam mediasi tersebut, Buya Yahya memberikan nasihat agar persoalan rumah tangga tidak terus dibawa ke ruang publik.
Nasihat itu menekankan bahwa jika suatu hubungan telah dianggap sah secara agama, maka fokus utama seharusnya pada tanggung jawab masing-masing pihak, bukan pada opini publik. Pandangan inilah yang kemudian menjadi pertimbangan besar bagi Inara dalam mengambil keputusan.
Pertimbangan Agama dan Status Pernikahan Siri
Meski pernikahan Inara dan Insanul belum tercatat secara negara, Inara memandang hubungan tersebut telah sah secara syariat Islam. Atas dasar itu, ia merasa memiliki kewajiban moral dan religius untuk menjaga rumah tangganya.
Pertimbangan agama menjadi titik balik penting. Inara menilai bahwa mempertahankan hubungan dan menyelesaikan konflik dengan cara damai lebih sejalan dengan nilai yang ia yakini, terutama setelah mendapatkan nasihat dari figur yang ia hormati secara spiritual.
Konflik Hukum yang Masih Berjalan di Luar Perdamaian
Meski laporan Inara terhadap Insanul telah dicabut, perkara hukum belum sepenuhnya selesai. Masih terdapat laporan dari Wardatina Mawa yang menuduh adanya perselingkuhan dan perzinaan. Laporan tersebut dilengkapi dengan sejumlah rekaman CCTV yang kemudian memicu polemik baru.
Di sisi lain, Inara juga menempuh jalur hukum berbeda dengan melaporkan dugaan pelanggaran privasi terkait penyebaran rekaman CCTV dari rumah pribadinya ke Bareskrim Polri. Kasus ini menyoroti kemungkinan peretasan dan penyebaran konten tanpa izin, yang kini masih dalam tahap penyelidikan.
Alasan Inara Memilih Tidak Terpancing Opini Publik
Setelah kasus ini ramai di media sosial, tekanan opini publik menjadi salah satu tantangan tersendiri. Namun, Inara memilih untuk tidak menjadikan pandangan publik sebagai faktor utama dalam mengambil keputusan. Ia menilai bahwa rumah tangga adalah urusan personal yang seharusnya diselesaikan oleh pihak-pihak yang terlibat secara langsung.
Pendekatan ini sejalan dengan nasihat yang ia terima, yakni tidak larut dalam penilaian luar dan fokus pada solusi yang dianggap paling bertanggung jawab bagi dirinya dan keluarga.
Hubungan Inara Rusli dan Insanul Fahmi Masih Berlanjut
Usai pencabutan laporan, Inara memberi isyarat bahwa hubungannya dengan Insanul Fahmi masih berjalan. Keputusan tersebut sekaligus menegaskan pilihannya untuk mempertahankan rumah tangga, meski di tengah situasi yang kompleks dan sorotan publik yang belum mereda.
Langkah ini menunjukkan bahwa pencabutan laporan bukan sekadar keputusan hukum, melainkan hasil dari pertimbangan emosional, spiritual, dan kekeluargaan yang matang.
Penutup: Damai Jadi Jalan Tengah di Tengah Polemik
Kasus Inara Rusli dan Insanul Fahmi menjadi contoh bagaimana konflik personal yang melebar ke ranah publik dan hukum dapat berujung pada jalan damai. Iktikad baik, pertemuan keluarga, serta peran mediator spiritual menjadi faktor kunci di balik keputusan tersebut.
Ke depan, publik masih menantikan perkembangan lanjutan dari kasus-kasus hukum lain yang berkaitan. Jika kamu ingin terus mengikuti update terbaru seputar dunia selebritas dan isu hukum yang menyertainya, pantau terus perkembangan selanjutnya di AKURAT.CO.
Baca Juga: Inara Rusli Cabut Laporan Usai Kesepakatan Keluarga, Proses Hukum Belum Usai
Baca Juga: Terima Poligami dan Nikah Siri, Inara Rusli Tegaskan Insanul Fahmi Kini Suaminya
FAQ
1. Mengapa Inara Rusli mencabut laporan terhadap Insanul Fahmi?
Inara Rusli mencabut laporannya karena melihat adanya iktikad baik dari Insanul Fahmi. Ia telah menemui keluarga Inara untuk memberikan klarifikasi, serta mengikuti proses perdamaian yang dimediasi oleh guru spiritual Inara, Buya Yahya.
2. Kapan Inara Rusli resmi mencabut laporan tersebut?
Pencabutan laporan dilakukan pada Senin, 29 Desember 2025 di Polda Metro Jaya, bersamaan dengan pengajuan akta perdamaian antara kedua belah pihak.
3. Apa peran Buya Yahya dalam proses perdamaian ini?
Buya Yahya berperan sebagai mediator dalam pertemuan tertutup antara Inara Rusli dan Insanul Fahmi. Ia memberikan nasihat agar persoalan rumah tangga tidak terus dibawa ke ranah publik dan diselesaikan secara kekeluargaan.
4. Apakah pencabutan laporan ini berarti masalah hukum sudah selesai?
Tidak sepenuhnya. Meski laporan Inara terhadap Insanul Fahmi telah dicabut, masih ada laporan lain yang diajukan oleh Wardatina Mawa terkait dugaan perselingkuhan, serta laporan Inara ke Bareskrim Polri soal dugaan pelanggaran privasi rekaman CCTV.
5. Apa alasan Inara tetap mempertahankan hubungannya dengan Insanul Fahmi?
Inara menilai hubungan tersebut sah secara agama meski belum tercatat secara negara. Atas dasar pertimbangan spiritual dan nasihat Buya Yahya, ia memilih mempertahankan rumah tangganya dan menyelesaikan konflik secara damai.
6. Apakah Inara Rusli dan Insanul Fahmi masih berhubungan setelah kasus ini?
Ya, hubungan keduanya masih berlanjut. Inara memberikan sinyal bahwa ia tetap bersama Insanul Fahmi setelah proses perdamaian dan pencabutan laporan dilakukan.
7. Mengapa Inara memilih tidak terlalu menanggapi opini publik?
Inara memandang persoalan ini sebagai urusan rumah tangga yang bersifat pribadi. Ia memilih fokus pada penyelesaian internal dan tidak menjadikan opini publik sebagai pertimbangan utama dalam mengambil keputusan.
8. Apa latar belakang laporan awal Inara terhadap Insanul Fahmi?
Laporan awal dilayangkan atas dugaan penipuan terkait status Insanul Fahmi yang disebut mengaku lajang saat mendekati Inara, hingga berujung pada pernikahan siri, sebelum diketahui bahwa Insanul masih memiliki istri sah.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









