Zulhas Arahkan KDMP Serap Komoditas Pangan Yang Tak Terserap Pasar

AKURAT.CO Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan (Zulhas), meminta Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih aktif menyerap komoditas pangan ketika harga turun. Langkah ini dinilai krusial untuk menjaga pendapatan petani dan nelayan, sekaligus memperkuat stabilitas pasokan pangan nasional.
Dalam konteks fluktuasi harga gabah, telur, dan ikan di tingkat produsen, peran Kopdes Merah Putih diarahkan bukan sekadar sebagai penjual sembako, melainkan sebagai pusat distribusi dan penyangga harga di desa.
Kebijakan ini juga dikaitkan dengan kebutuhan rantai pasok program Makan Bergizi Gratis serta penguatan ekosistem pangan dari hulu ke hilir.
Baca Juga: Pemerintah Bidik 30.008 Unit KDMP Beroperasi di 2026, Serap 1,6 Juta Tenaga Kerja
Zulhas: Kopdes Harus Jadi Penyangga Harga di Desa
Zulhas menegaskan koperasi desa harus hadir saat harga komoditas anjlok dan hasil produksi tidak terserap pasar. Menurutnya, Kopdes Merah Putih harus berfungsi sebagai offtaker di tingkat desa.
“Koperasi Desa Merah Putih harus menjadi pusat distribusi. Kalau gabah tidak terserap, koperasi yang beli. Kalau ikan atau telur tidak laku, koperasi yang ambil,” ujar Zulhas dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Jumat (27/2/2026).
Pernyataan itu disampaikan usai peninjauan langsung ke Kopdes Merah Putih Endang Rejo, Kabupaten Lampung Tengah, Kamis (26/2/2026).
Ia menilai koperasi tidak cukup hanya menjadi pengecer kebutuhan pokok, tetapi harus menjadi penghubung hasil produksi petani, peternak, dan nelayan dengan pasar yang lebih luas. “Di sinilah pasokan disalurkan, termasuk untuk kebutuhan SPPG dalam program Makan Bergizi Gratis,” katanya.
Kopdes Merah Putih Endang Rejo Masih Tahap Konsolidasi
Kopdes Merah Putih Endang Rejo saat ini memiliki 107 anggota dengan struktur kepengurusan dan pengawasan yang telah terbentuk. Meski demikian, koperasi tersebut masih dalam tahap konsolidasi dan persiapan operasional.
Fokus saat ini mencakup penguatan administrasi, penataan manajemen, serta penyiapan modal kerja. Zulhas juga mendorong agar pengelolaan koperasi dilakukan secara profesional dan akuntabel melalui pelatihan manajemen dan penempatan tenaga pengelola tetap.
Dalam kesempatan itu, ia menyampaikan apresiasi kepada TNI yang turut mendukung pembangunan fisik koperasi sebagai bagian dari percepatan pembangunan desa.
Zulhas menilai Kopdes Merah Putih dapat menjadi instrumen stabilisasi harga di tingkat desa, terutama saat terjadi kelebihan pasokan yang menekan harga di tingkat produsen. Dengan skema penyerapan langsung, koperasi diharapkan mampu menjaga margin petani dan nelayan agar tidak tergerus saat panen raya atau produksi melimpah.
Selain menyerap hasil produksi, Kopdes Merah Putih Endang Rejo direncanakan mengembangkan sejumlah layanan, mulai dari penyediaan kebutuhan pokok, layanan keuangan desa, penyediaan sarana produksi pertanian dan peternakan, hingga fasilitas penyimpanan berbasis rantai dingin (cold chain).
Fasilitas cold chain dinilai penting untuk mengurangi kehilangan pascapanen (post-harvest loss), khususnya untuk komoditas perikanan dan produk segar yang rentan rusak.
30 Ribu Bangunan Kopdes Tuntas Mei–Juni 2026
Secara nasional, pemerintah menargetkan 30 ribu bangunan fisik Kopdes Merah Putih rampung pada Mei–Juni 2026 sebelum masuk tahap operasional penuh.
Hingga 5 Februari 2026, sebanyak 680 bangunan telah terbangun 100 persen. Mayoritas berada di Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Jawa Barat.
Angka ini menunjukkan progres awal dari agenda besar pemerintah dalam memperkuat kelembagaan ekonomi desa. Jika target tercapai, Kopdes Merah Putih berpotensi menjadi tulang punggung distribusi pangan nasional berbasis desa.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









