Akurat

Mentan Amran: NTB Jadi Fondasi Benih Bawang Putih Nasional

Esha Tri Wahyuni | 10 Februari 2026, 11:50 WIB
Mentan Amran: NTB Jadi Fondasi Benih Bawang Putih Nasional

AKURAT.CO Pemerintah mulai menggeser strategi swasembada bawang putih nasional dengan menempatkan Nusa Tenggara Barat (NTB), khususnya Lombok Timur, sebagai pusat perbenihan nasional.

Langkah ini dinilai krusial untuk menekan ketergantungan impor sekaligus meningkatkan kualitas produksi bawang putih dalam negeri.

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman menegaskan, kualitas bawang putih yang ditanam di dataran tinggi Sembalun, Lombok Timur, mampu bersaing dengan produk impor.

Kawasan tersebut berada di ketinggian sekitar 1.200 meter di atas permukaan laut, yang dinilai ideal untuk pengembangan benih unggul.

Baca Juga: Prabowo: Swasembada Pangan dan Energi Fondasi Strategi Transformasi Bangsa

“Kualitasnya sangat bagus, pembibitan kita pusatkan di sini. NTB akan menjadi fondasi benih nasional,” ujar Amran dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Selasa (10/2/2026).

Dalam kunjungan tersebut, Mentan Amran bersama Gubernur NTB Lalu Muhammad Iqbal melakukan tanam bawang putih bersama petani. Kegiatan ini disebut sebagai bentuk sinergi pemerintah pusat dan daerah dalam mempercepat swasembada bawang putih berbasis kawasan.

Amran menyebut produktivitas bawang putih di kawasan tersebut diproyeksikan mencapai 20 hingga 30 ton per hektare, angka yang dinilai kompetitif dibandingkan rata-rata produksi nasional saat ini.

“Insya Allah ini akan mampu berproduksi 20–30 ton per hektare,” katanya.

Lebih lanjut, Amran menjelaskan percepatan swasembada diarahkan melalui program khusus berbasis kawasan dengan target luas tanam yang terukur. NTB diproyeksikan menjadi tulang punggung pasokan bawang putih nasional sekaligus pemasok antarprovinsi.

“Kalau mampu 50 ribu hektare, minimal 25 ribu hektare, ini sudah bisa menyuplai provinsi-provinsi lain. Kita hentikan impor dalam 3–4 tahun ke depan, paling lambat 5 tahun,” tegas Amran.

Baca Juga: Dukung Swasembada Pangan, Kemenperin Akselerasi Industrialisasi Pati Ubi Kayu Berbasis Hulu–Hilir

Saat ini, NTB memiliki potensi lahan bawang putih sekitar 7.750 hektare, dengan Lombok Timur sebagai sentra utama yang mencapai 2.500 hektare.

Pemerintah menilai keberhasilan program ini sangat bergantung pada kesiapan daerah dalam menggerakkan lahan, petani, serta pendampingan teknis di lapangan.

“Sesuai arahan Bapak Presiden, insya Allah Indonesia akan mencapai swasembada pangan dalam 3–4 tahun,” ujar Amran.

Di sisi daerah, Gubernur NTB Lalu Muhammad Iqbal menegaskan komitmen pemerintah provinsi untuk menjadikan Sembalun sebagai pusat pembenihan bawang putih nasional yang terintegrasi dengan kawasan produksi konsumsi.

“Alhamdulillah, tahun ini kita sudah menjadi produsen benih bawang putih terbesar di Indonesia. Kawasan Sembalun akan difokuskan untuk pembenihan sekitar 750 hingga 1.000 hektare,” kata Iqbal.

Menurutnya, wilayah dataran di bawah Sembalun akan diarahkan sebagai kawasan produksi bawang putih konsumsi. Pemprov NTB juga tengah memetakan daerah dataran tinggi lain untuk perluasan kawasan serta memperkuat kelembagaan petani dan kemitraan usaha agar produksi berkelanjutan dan memiliki kepastian pasar.

Kolaborasi antara pemerintah pusat, daerah, dan petani tersebut diharapkan tidak hanya mempercepat swasembada bawang putih, tetapi juga memperkuat posisi NTB sebagai salah satu sentra strategis pangan nasional.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.