Akurat

Gandeng KAMMI, Kementan Fokuskan Regenerasi Petani

Esha Tri Wahyuni | 22 Februari 2026, 14:10 WIB
Gandeng KAMMI, Kementan Fokuskan Regenerasi Petani

AKURAT.CO Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa keterlibatan pemuda Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) menjadi bagian penting dalam mempercepat regenerasi petani dan memperkuat swasembada pangan nasional.

“Kolaborasi antara PP KAMMI dan Kementerian Pertanian menjadi bagian dari dukungan terhadap program swasembada pangan Presiden Republik Indonesia, sekaligus strategi memperkuat ketahanan nasional di tengah tantangan krisis pangan global,” kata Amran dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Minggu (22/2/2026).

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), produksi beras nasional 2023 tercatat sekitar 31,1 juta ton. Sementara pada 2024, produksi sempat tertekan akibat fenomena El Nino yang menurunkan luas panen dan produktivitas di sejumlah sentra pangan.

Baca Juga: Kementan Taksir Cabai Rawit Surplus 99 Ribu Ton di Maret 2026, Cabai Besar Surplus 11 Ribu Ton

Kementerian Pertanian menargetkan peningkatan produksi melalui optimalisasi lahan rawa, perluasan tanam, serta modernisasi alat dan mesin pertanian (alsintan).

Pemerintah juga menegaskan komitmen swasembada beras sebagai bagian dari agenda prioritas pemerintahan Prabowo Subianto.

Amran menyebut regenerasi petani menjadi tantangan mendesak. Data Sensus Pertanian BPS 2023 menunjukkan mayoritas petani Indonesia berusia di atas 45 tahun, sementara proporsi petani muda relatif terbatas.

“Keterlibatan pemuda menjadi bagian penting dalam penguatan produktivitas daerah sebagai fondasi ketahanan dan kedaulatan pangan nasional,” ujarnya.

Dukungan Konkret dari Daerah

Ketua Umum PP KAMMI, Ahmad Jundi Khalifatullah mengatakan pihaknya telah melakukan panen raya di Sambas sebagai bagian dari program Brigade Pangan berbasis pemberdayaan masyarakat.

Baca Juga: Kementan Gelontorkan Rp336 Miliar Untuk Rehabilitasi Sawah Banjir

“Ketahanan pangan bukan sekadar program pemerintah, tetapi agenda strategis bangsa. Mahasiswa harus turun langsung menjadi bagian dari solusi. Apa yang kami lakukan di Sambas adalah bukti bahwa pemuda mampu menjadi motor penggerak produktivitas pertanian dan kemandirian daerah,” kata Jundi.

Program tersebut mengedepankan optimalisasi lahan dan modernisasi alat pertanian untuk meningkatkan hasil panen.

Sebagai informasi, keterlibatan organisasi kepemudaan dalam sektor pertanian muncul di tengah tekanan rantai pasok global. Laporan Organisasi Pangan dan Pertanian Dunia (FAO) mencatat volatilitas harga pangan global sejak 2022 akibat konflik geopolitik dan perubahan iklim.

Indonesia sendiri pada 2023–2024 sempat melakukan impor beras untuk menjaga stok Cadangan Beras Pemerintah (CBP) yang dikelola Bulog. Langkah tersebut diambil guna menstabilkan harga dan menjaga inflasi pangan.

Oleh karena itu, penguatan produksi domestik dinilai krusial untuk menekan volatilitas harga beras, yang memiliki bobot besar dalam komponen inflasi.

Data BPS menunjukkan kelompok makanan, minuman, dan tembakau menjadi kontributor utama inflasi sepanjang 2023–2024, dengan beras sebagai salah satu komoditas dominan.

Jika produktivitas daerah meningkat, pemerintah berharap ketergantungan pada impor dapat ditekan serta stabilitas harga di tingkat konsumen dan petani tetap terjaga.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.