62 Karyawan PT Perkebunan Nusantara IV PalmCo Tersertifikasi Pilot Drone

AKURAT.CO Transformasi digital di sektor perkebunan sawit kian dipercepat. PT Perkebunan Nusantara IV PalmCo (PTPN IV PalmCo) resmi menyatakan 62 karyawannya telah tersertifikasi sebagai pilot drone perkebunan hingga awal tahun ini, sebagai bagian dari sistem pengelolaan kebun berbasis data terintegrasi.
Direktur Utama PTPN IV PalmCo, Jatmiko K. Santosa mengatakan, program pelatihan ini diikuti ratusan karyawan dari berbagai unit usaha, dengan puluhan di antaranya telah dinyatakan lulus sertifikasi resmi.
“Transformasi digital tidak cukup hanya menghadirkan teknologi canggih. Kunci utamanya adalah peningkatan kompetensi SDM. Tanpa operator yang terlatih dan tersertifikasi, sistem tidak akan memberikan nilai tambah optimal bagi perusahaan,” ujar Jatmiko dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Senin (23/2/2026).
Sistem Terpusat dan Pemantauan Real-Time
PalmCo mengandalkan sistem terpusat bernama PalmCo Business Cockpit, yang terintegrasi dengan platform pemetaan spasial “Agroview”. Sistem ini memungkinkan pemantauan ratusan ribu hektare lahan perkebunan secara hampir waktu nyata (real-time).
Melalui drone yang dioperasikan pilot bersertifikat, data visual dan spasial dari lapangan dikirim langsung ke pusat kendali. Informasi tersebut digunakan untuk analisis kebutuhan pupuk, deteksi dini serangan hama, hingga identifikasi potensi penurunan produktivitas di tingkat afdeling.
Baca Juga: PTPN IV PalmCo Hadirkan Trauma Healing bagi Anak-anak Pengungsi Aceh Tamiang
Di level operasional, metode patroli manual kini dilengkapi citra udara beresolusi tinggi. Anomali lahan dapat terdeteksi lebih cepat sehingga respons penanganan lebih presisi dan terukur.
Menurut manajemen, penguatan sistem juga diarahkan pada integrasi kecerdasan buatan (AI) dan Internet of Things (IoT) untuk memperdalam analitik berbasis data.
“Ini fondasi strategis untuk mewujudkan perusahaan agrikultur kelas dunia dengan tata kelola yang presisi dan modern,” kata Jatmiko.
Transformasi Pasca-Merger BUMN Perkebunan
Langkah ini dilakukan pasca restrukturisasi dan penguatan holding BUMN perkebunan di bawah PalmCo. Konsolidasi tersebut mendorong efisiensi operasional serta standardisasi sistem digital lintas unit usaha.
Digitalisasi menjadi agenda strategis, sejalan dengan tuntutan global terhadap praktik perkebunan berkelanjutan, transparansi data, dan peningkatan produktivitas berbasis teknologi.
Baca Juga: Krisis Pangan Makin Mengkhawatirkan, PTPN IV Dirikan Dapur Umum di Aceh Utara
Industri sawit nasional sendiri mengelola jutaan hektare lahan dan menjadi salah satu penyumbang devisa terbesar Indonesia. Pengelolaan berbasis data dinilai krusial untuk menjaga daya saing, efisiensi biaya, dan kepatuhan terhadap standar keberlanjutan internasional.
Dukungan Danantara
Langkah PalmCo juga mendapat dukungan dari Danantara. Managing Director Business 2 Danantara Setyanto Hantoro menyatakan strategi sawit terintegrasi berbasis digital relevan dengan agenda ketahanan pangan dan hilirisasi nasional.
Managing Director Risk Management Danantara Riko Banardi, yang meninjau implementasi sistem Agroview pada Januari lalu, menyebut integrasi mekanisasi, digitalisasi, dan pengembangan SDM berjalan selaras.
“Kami memberikan apresiasi atas keberhasilan perusahaan menyelaraskan aspek mekanisasi, digitalisasi, dengan pengembangan SDM,” ujar Riko.
Bagi publik dan pasar, langkah ini menandai pergeseran pengelolaan perkebunan dari pendekatan konvensional menuju sistem berbasis data presisi. Model ini berpotensi meningkatkan produktivitas, efisiensi biaya operasional, serta memperkuat tata kelola perusahaan.
Investasi pada pelatihan drone dan sistem digital disebut sebagai strategi jangka panjang. Ke depan, konsistensi implementasi dan peningkatan kapasitas SDM akan menjadi faktor penentu keberhasilan transformasi.
“Digitalisasi adalah kunci keberlanjutan perusahaan. Dengan sinergi teknologi dan SDM unggul, produktivitas bisa ditingkatkan secara berkelanjutan,” kata Jatmiko.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini










