Kebut Transformasi Digital, RI-Jepang Gandeng Ratusan Industri Nasional

AKURAT.CO Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus memperkuat langkah transformasi industri nasional di tengah dinamika ekonomi global melalui pengembangan sumber daya manusia (SDM) yang kompeten dan adaptif.
Komitmen tersebut menjadi fondasi penting dalam mendorong industrialisasi Indonesia agar tumbuh lebih kuat, modern, dan berdaya saing tinggi.
Menteri Perindustrian, Agus Gumiwang Kartasasmita menegaskan bahwa Kemenperin telah menyusun Strategi Baru Industrialisasi Nasional (SBIN) sebagai arah besar percepatan transformasi manufaktur.
“Seluruh strategi tersebut bertumpu pada kekuatan SDM industri. Dengan SDM yang kompeten dan adaptif, Indonesia akan mampu mengakselerasi transformasi industrinya menuju negara maju dengan daya saing tinggi,” kata Agus dalam keterangannya, Kamis (4/12/2025).
Sebagai wujud implementasi visi tersebut, Kemenperin melalui Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDMI) bekerja sama dengan Ministry of Economy, Trade and Industry (METI) Jepang dan The Association for Overseas Technical Cooperation and Sustainable Partnerships (AOTS) menggelar Simposium LeMMI 4.0.
Baca Juga: Kemenperin Bangun Patri Bakal Dukung Implementasi Industri 4.0
“Simposium ini menjadi puncak program Pelatihan Lean Monozukuri for Making Indonesia 4.0 (LeMMI 4.0) sekaligus momentum penting untuk meninjau praktik terbaik Lean Manufacturing berbasis digital yang telah diterapkan di berbagai sektor industri manufaktur Indonesia,” tutur Kepala BPSDMI, Doddy Rahadi.
Doddy menyampaikan, selama empat tahun berjalan, program LeMMI 4.0 telah memberikan dampak signifikan dalam peningkatan kompetensi tenaga kerja industri, khususnya dalam penerapan proses produksi ramping dan teknologi otomasi.
Senada dengan itu, Kepala Pusat Pendidikan dan Pelatihan SDM Industri, Sidik Herman menekankan bahwa simposium ini bukan sekadar refleksi program, tetapi menjadi “gerbang menuju fase baru” untuk memperluas implementasi Lean Monozukuri.
“Kami berharap seluruh metodologi, praktik baik, dan model technical coaching yang telah dibangun bersama Jepang dapat terus diperluas dan diadaptasi oleh lebih banyak sektor industri nasional,” ungkap Sidik.
Program LeMMI 4.0 hingga tahun ini telah melibatkan 202 peserta dari 131 perusahaan industri manufaktur, dengan fokus kompetensi meliputi Lean Manufacturing, Lean Monozukuri, smart maintenance berbasis IoT, hingga penerapan otomasi industri secara bertahap dan berkelanjutan.
Director of Asia and Pacific Division, Trade Policy Bureau, METI Jepang Hata Yumiko mengapresiasi keberhasilan implementasi LeMMI 4.0 di Indonesia.
“Setiap peserta LeMMI 4.0 bukan hanya peserta pelatihan, melainkan kristalisasi kerja sama strategis Jepang–Indonesia dan penggerak perubahan bagi masa depan industri manufaktur Indonesia,” ungkapnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Kalender Jawa 10 Oktober 2026: Watak Weton Sabtu Kliwon dan Hari Baiknya
- 2Tak Perlu Pansus atau Hak Angket untuk Kasus Ijazah Gibran? Ini Kata Komisi II DPR
- 3Gratis! Pekan Antariksa Dunia 2026 di Indonesia, Cek Lokasi dan Cara Daftarnya
- 4Timnas Indonesia U-17 Putri Selangkah Lagi ke Piala Asia 2027, Anya Gabriella Ingatkan Laga Krusial
- 5India Diguncang Gelombang Penangkapan, Ribuan Orang Ditahan Jelang Demo Tuntut Ketua KPU Mundur
- 6Kontak Tembak di Papua Barat Daya, Komandan Operasi OPM Dikabarkan Tewas
- 7Kesepakatan Diesel Trump-Putin Dicibir Zelensky: Kami Dijadikan Kedok
- 8Jadwal BRI Liga 1 Pekan Ini Lengkap dengan Live Streaming, Ada Persib vs Dewa United
- 9Eratnya Persahabatan Indonesia-Mesir, Prabowo Antarkan Langsung Keberangkatan Presiden El-Sisi
- 10Pertemuan Prabowo dan El-Sisi Hasilkan Empat Kesepakatan Kerja Sama, Mulai Statistik hingga Kelautan







