Akurat

Lazada dan Evolusi Ekonomi Digital Indonesia: Ketika Kepercayaan, AI, dan Brand Lokal Menjadi Fondasi Pertumbuhan Baru

Idham Nur Indrajaya | 28 November 2025, 23:17 WIB
Lazada dan Evolusi Ekonomi Digital Indonesia: Ketika Kepercayaan, AI, dan Brand Lokal Menjadi Fondasi Pertumbuhan Baru

AKURAT.CO Selama lebih dari satu dekade, ekonomi digital Indonesia berkembang dari ruang eksperimen menjadi arena kompetitif bernilai miliaran dolar. Di tengah pergeseran cepat perilaku konsumen—dari sekadar mencari harga murah ke kebutuhan akan produk autentik, pengalaman premium, dan transaksi yang minim risiko—Lazada menempatkan diri sebagai platform yang membaca tren ini lebih awal dan mengeksekusinya melalui dua fondasi: kepercayaan dan teknologi.

Kedua pilar ini menjadikan Lazada bukan sekadar marketplace, tetapi institusi digital yang membentuk ulang bagaimana brand lokal tumbuh, bagaimana konsumen berbelanja, dan bagaimana ekosistem perdagangan online berkembang.


Kepercayaan sebagai Mata Uang Utama Ekonomi Digital

Perubahan perilaku konsumen bukan fenomena spontan, melainkan tren jangka panjang yang lahir dari ketidakpastian pasar digital yang ditandai oleh banjir produk imitasi, seller tak terverifikasi, dan pengalaman belanja yang seringkali tidak konsisten. Di sinilah kanal LazMall dari Lazada berupaya menempatkan brand positioning secara strategis.

Dengan empat jaminan utama, yakni 100% keaslian produk, retur 30 hari gratis, pengiriman tepat waktu, dan jaminan stok, LazMall membangun infrastruktur kepercayaan yang menurunkan asimetri informasi. Bagi konsumen yang semakin cerdas dan berorientasi kepada kualitas, lingkungan “mal digital” ini menjadi jawaban atas keresahan yang sudah berlangsung selama bertahun-tahun.

Transformasi ini juga mencerminkan dinamika regional, seperti ditunjukkan oleh Laporan Cube Asia 2025 mencatat bahwa e-commerce berbasis autentisitas di Asia Tenggara melonjak dari 12% pada 2020 menjadi 30% pada 2025 dengan pasar senilai US$40 miliar, dan diproyeksikan mencapai 55% pasar ritel e-commerce pada 2030. Pergeseran struktural ini menciptakan peluang baru, sekaligus tekanan bagi platform yang tidak siap membuktikan kredibilitasnya.

Lazada melihat peluang tersebut lebih awal, memperkuat kurasi penjual, bekerja sama dengan regulator seperti BPOM dan DJKI, dan membangun sistem proteksi merek berbasis machine learning untuk menyaring katalog produk secara otomatis. Ini bukan sekadar perlindungan bagi konsumen; inilah pondasi pertumbuhan brand yang masuk ke ekosistem LazMall.


AI sebagai Mesin Diferensiasi dan Akselerasi Pertumbuhan

Jika kepercayaan adalah fondasi, maka kecerdasan buatan adalah mesin yang menggerakkan momentum. Lazada tidak hanya menempatkan AI sebagai fitur tambahan, melainkan sebagai arsitektur utama ekosistem—upaya yang selaras dengan tren global menuju personalisasi ekstrem dan otomatisasi operasional.

Di garis depan, AI Lazzie menjadi wajah interaksi baru antara konsumen dan teknologi. Lazzie tidak hanya merangkum ulasan atau memberi rekomendasi produk; ia belajar dari pola perilaku, preferensi, dan konteks real time untuk mempersingkat proses belanja. Uji coba internal menunjukkan dampak signifikan: peningkatan pesanan sebesar 42% dan kenaikan interaksi 50%.

Dari perspektif brand, angka ini menggambarkan peluang besar. Semakin relevan rekomendasi yang diterima konsumen, semakin tinggi tingkat penemuan produk, dan semakin besar peluang konversi.

Sementara itu, di belakang layar, ekosistem AI Lazada bekerja sebagai guardian yang menjaga kesehatan marketplace: memindai katalog, memverifikasi penjual, menurunkan listing mencurigakan, hingga mengoptimalkan rantai pasok agar stok tetap terjaga. Dalam iklim digital yang penuh ketidakpastian—dari risiko pemalsuan hingga volatilitas permintaan—AI menjadi alat mitigasi risiko yang memperkecil potensi kerugian bagi penjual maupun pembeli.


Strategi Berorientasi Brand: Saat Pertumbuhan Konsumen dan Brand Menjadi Dua Sisi Koin Sama

Lazada meluncurkan strategi baru yang menjadikan brand—terutama yang berada di LazMall—sebagai pusat pengembangan platform. Langkah ini bukan hanya respons terhadap tren jangka panjang konsumen, tetapi juga strategi untuk menciptakan peluang pertumbuhan yang lebih seimbang antara brand lokal, brand global, dan pelaku UKM.

CEO Lazada Indonesia, Carlos Barrera, menekankan bahwa kekuatan platform modern bukan di jumlah traffic semata, tetapi pada seberapa efektif platform itu mengonversi trust menjadi nilai ekonomi bagi brand dan konsumen.

"Saat brand bertumbuh, konsumen pun merasakan keuntungannya. Pendekatan yang kuat pada brand akan membuka akses ke harga yang lebih baik, penemuan produk yang lebih mudah, kualitas tepercaya, dan pengalaman berbelanja yang lebih relevan," ujar Carlos melalui pernyataan tertulis yang diterima AKURAT.CO, dikutip Jumat, 28 November 2025.

Pembaruan aplikasi berbasis AI menjadi jantung strategi ini—mulai dari otomatisasi operasional toko, optimasi konten berbasis machine learning, hingga visibilitas yang diperkuat di kanal LazMall. Untuk brand, ini berarti hambatan operasional turun drastis. Untuk konsumen, perjalanan belanja menjadi lebih intuitif dan relevan.

Lazada juga memperkuat pengalaman end-to-end: layanan pelanggan, jaringan logistik, instalasi produk besar, dan program keanggotaan dengan manfaat eksklusif. Di tengah meningkatnya ekspektasi konsumen terhadap kecepatan, kenyamanan, dan nilai tambah, integrasi ini menjadi keunggulan kompetitif yang sulit ditiru.

Dari sisi pemasaran, Lazada memperluas jaringan afiliasi, menyubsidi promosi, dan mengemas festival belanja sebagai momentum untuk menaikkan performa brand. Dalam konteks pasar yang makin jenuh dan persaingan iklan yang menekan margin, dukungan seperti ini menjadi faktor penentu antara brand yang bertahan dan brand yang tumbuh eksponensial.


Brand Lokal sebagai Motor Pertumbuhan Ekosistem

Dampak dari strategi ini terlihat nyata. Wardah, salah satu brand kecantikan terbesar di Indonesia, meraih predikat “LazMall Brand of the Year – Beauty” berkat kombinasi antara jaminan keaslian, kampanye kreatif, dan analitik berbasis AI. Loyalitas pelanggan meningkat karena konsumen merasa yakin dengan kualitas dan integritas rantai distribusinya.

Gramedia, ikon budaya literasi Indonesia, melihat transformasi digital sebagai kunci keberlanjutan bisnis. Dengan dukungan fitur dan visibilitas LazMall, Gramedia dapat menjangkau generasi pembaca baru yang hidup sepenuhnya di ekosistem digital. 

Sementara itu, UKM dan brand emerging mendapat dukungan lewat Lazada University—platform pelatihan gratis yang membantu mereka mengatasi hambatan adopsi teknologi dan mempercepat kurva pembelajaran.


Menatap Ke Depan: Ekonomi Digital Indonesia Memasuki Fase Kedewasaan

Ketika Indonesia bersiap memasuki fase berikutnya dari ekonomi digital, pasar tidak lagi didorong oleh diskon besar, melainkan oleh kredibilitas, pengalaman premium, dan data. Risiko dan ketidakpastian tetap ada—mulai dari perubahan regulasi, tantangan logistik, hingga evolusi preferensi konsumen—namun fondasi yang dibangun Lazada menunjukkan kesiapan menghadapi turbulensi tersebut.

Dengan menggabungkan AI yang proaktif, infrastruktur kepercayaan yang tebal, dan strategi yang menempatkan brand sebagai jantung ekosistem, Lazada menempatkan diri bukan hanya sebagai platform transaksi, tetapi sebagai arsitek pertumbuhan jangka panjang bagi ekonomi digital Indonesia.

Ke depan, kompetisi e-commerce akan semakin bertumpu pada siapa yang mampu mengelola kepercayaan, membangun pengalaman paling relevan, dan mendemokratisasi pertumbuhan brand. Dalam lanskap itu, Lazada—melalui LazMall, inovasi AI, dan strategi brand-centric—muncul sebagai salah satu pemain yang paling siap menavigasi peluang, tantangan, dan ketidakpastian ekonomi digital dekade ini.

Baca Juga: Berdayakan Creator hingga Konsumen, Lazada Akselerasi Ekonomi Digital Inklusif Lewat Lazada Affiliate

Baca Juga: AI Lazzie Bantu Konsumen Cerdas Dapatkan Diskon Terbaik di Lazada

FAQ

1. Mengapa kepercayaan menjadi faktor paling penting dalam ekonomi digital Indonesia?

Karena konsumen makin cerdas dan menginginkan produk autentik, layanan konsisten, serta pengalaman belanja yang aman. Pasar digital sebelumnya dipenuhi produk imitasi dan penjual tak terverifikasi, sehingga kepercayaan menjadi mata uang utama untuk bertahan dan tumbuh.

2. Apa peran LazMall dalam membangun kepercayaan konsumen?

LazMall menyediakan empat jaminan: 100% keaslian produk, retur 30 hari gratis, pengiriman tepat waktu, dan jaminan stok. Empat pilar ini menurunkan risiko pembeli dan menciptakan lingkungan belanja premium yang lebih kredibel.

3. Bagaimana teknologi AI meningkatkan pengalaman belanja di Lazada?

AI digunakan untuk personalisasi rekomendasi, merangkum ulasan, memahami perilaku pengguna, dan mempermudah pencarian produk. Lazzie, asisten AI Lazada, terbukti mendorong peningkatan pesanan hingga 42% dan interaksi 50%.

4. Apa manfaat AI bagi brand yang berjualan di LazMall?

AI membantu brand dalam otomatisasi toko, optimasi konten, visibilitas produk, analitik perilaku konsumen, serta manajemen stok. Hasilnya, efisiensi meningkat dan peluang konversi menjadi lebih besar.

5. Bagaimana Lazada menjaga kualitas dan keamanan ekosistem marketplace?

Lazada menggunakan machine learning untuk memindai katalog, memverifikasi seller, menyaring listing mencurigakan, serta mengoptimalkan rantai pasok. Sistem ini mengurangi risiko penipuan dan meningkatkan kenyamanan transaksi.

6. Mengapa strategi brand-centric Lazada penting bagi pertumbuhan ekonomi digital?

Strategi ini menempatkan brand—lokal maupun global—sebagai pusat ekosistem. Dengan dukungan teknologi, logistik, pemasaran, dan pelatihan, brand dapat tumbuh lebih cepat dan stabil di tengah persaingan yang makin padat.

7. Contoh brand lokal yang sukses berkat dukungan LazMall?

Wardah meraih predikat “LazMall Brand of the Year – Beauty” berkat kombinasi keaslian produk, kampanye kreatif, dan teknologi AI. Gramedia juga memperluas jangkauan digitalnya dan menjangkau generasi pembaca baru lewat LazMall.

8. Apa peran Lazada University dalam mendukung UKM?

Lazada University menyediakan pelatihan gratis untuk membantu UKM memahami cara berjualan online, mengoptimalkan toko, menggunakan fitur AI, serta mengelola pemasaran digital.

9. Bagaimana tren eCommerce Indonesia beberapa tahun ke depan?

Pertumbuhan tidak lagi didorong diskon besar, tetapi oleh kualitas, pengalaman premium, personalisasi berbasis data, dan kredibilitas brand. Konsumen ingin transaksi yang aman, relevan, dan bebas risiko.

10. Mengapa Lazada dianggap siap menghadapi fase baru ekonomi digital Indonesia?

Karena Lazada menggabungkan AI yang proaktif, sistem kepercayaan yang kuat melalui LazMall, logistik terintegrasi, dan strategi pengembangan brand yang matang. Kombinasi ini membuatnya adaptif terhadap perubahan perilaku konsumen, dinamika regulasi, dan persaingan pasar.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.