Kemendag: HR Kakao Februari Naik, Dipicu Bursa dan Permintaan Global

AKURAT.CO Rencana masuknya perdagangan biji kakao ke bursa berjangka Indeks Komoditas Bloomberg mulai memengaruhi pembentukan harga global.
Kementerian Perdagangan (Kemendag) mencatat kebijakan tersebut menjadi salah satu faktor pendorong naiknya harga referensi (HR) dan harga patokan ekspor (HPE) biji kakao pada Februari 2026.
Dalam keterangan resmi di Jakarta, Senin, Kemendag menetapkan HR biji kakao periode Februari 2026 sebesar USD5.717,45 per metric ton (MT). Angka ini naik USD55,07 atau 0,97% dibandingkan Januari 2026.
Baca Juga: Kemendag Petakan 741 Desa untuk Program Desa Ekspor Mulai 2026
Kenaikan HR tersebut turut mendorong peningkatan HPE biji kakao. Pada Februari 2026, HPE ditetapkan sebesar USD5.350 per MT, naik USD54 atau 1,03% dibandingkan bulan sebelumnya.
Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kemendag, Tommy Andana menjelaskan, pembentukan harga kakao kini semakin dipengaruhi dinamika pasar global seiring rencana integrasi perdagangan kakao ke dalam bursa berjangka internasional.
“Peningkatan HR dan HPE biji kakao pada Februari 2026 dipengaruhi rencana masuknya perdagangan biji kakao ke dalam bursa berjangka Indeks Komoditas Bloomberg dan peningkatan permintaan yang tidak diimbangi dengan peningkatan suplai,” ujar Tommy dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Senin (2/2/2026).
Sejalan dengan kenaikan harga tersebut, pemerintah juga menetapkan bea keluar (BK) biji kakao sebesar 7,5% untuk periode 1–28 Februari 2026. Ketentuan ini merujuk pada Kolom Angka 4 Lampiran Huruf B PMK Nomor 38 Tahun 2024 sebagaimana diubah dengan PMK Nomor 68 Tahun 2025.
Baca Juga: 112 Pasar Rakyat Terdampak Banjir Sumatera, Kemendag Siapkan Perbaikan
Selain BK, pemerintah turut mengenakan pungutan ekspor (PE) biji kakao sebesar 7,5% pada periode yang sama. Penetapan ini mengacu pada Lampiran Huruf C PMK Nomor 69 Tahun 2025.
Di sisi lain, Kemendag memastikan tidak ada perubahan HPE untuk sejumlah komoditas produk pertanian dan kehutanan lainnya, seperti produk kulit, kayu, dan getah pinus, dibandingkan Januari 2026.
Sementara itu, untuk menjaga stabilitas harga minyak goreng dalam negeri, produk Refined, Bleached, and Deodorized (RBD) palm olein dalam kemasan bermerek dengan berat netto ≤ 25 kilogram tetap dikenakan bea keluar USD0 per MT.
Penetapan merek RBD palm olein tersebut tercantum dalam Keputusan Menteri Perdagangan Nomor 67 Tahun 2026 tentang Daftar Merek RBD Palm Olein dalam Kemasan Bermerek dan Dikemas dengan Berat Netto ≤ 25 kilogram.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Contoh Teks Pidato Hari Santri 2026 Singkat dan Lucu, Mudah Dihafal!
- 2Prancis Terbuka: Ganda Putra Indonesia Menggila, Leo/Daniel dan Raymond/Joaquin Melesat ke Perempat Final
- 3Link Twibbon Hari Santri 2026 Gratis, Lengkap dengan Cara Memasangnya
- 420 Link Twibbon Hari Santri Nasional 2026 Gratis untuk Dibagikan ke Media Sosial
- 5Real Madrid vs PSG: Jose Mourinho Senang dengan Wasit yang Pimpin Laga Malam Ini
- 630 Kata-Kata untuk Poster Hari Santri 2026 yang Singkat dan Penuh Makna
- 7Link Download PDF Hari Santri 2026 dari Kemenag, Ada Teks Doa dan Pedoman Upacara
- 850 Contoh Ucapan Hari Santri 2026 Terbaru, Singkat dan Penuh Makna
- 9KPK Sita BMW Milik Richard Erlangga dalam Korupsi BNPB, Total Ada Empat Mobil
- 10KPK Buka Peluang Kembangkan Kasus Korupsi Jalan Sumut ke Pemprov, Bobby Nasution Disorot







