Wamendag: CEPA RI–Pakistan Kunci Perluasan Dagang dan Investasi

AKURAT.CO Wakil Menteri Perdagangan (Wamendag) RI, Dyah Roro Esti, mendorong penguatan kerja sama ekonomi Indonesia dan Pakistan melalui peningkatan status Indonesia–Pakistan Preferential Trade Agreement (IP-PTA) menjadi Comprehensive Economic Partnership Agreement (CEPA) yang ditargetkan rampung pada 2027.
Langkah ini dinilai strategis untuk membuka peluang perdagangan dan investasi yang lebih luas bagi pelaku usaha kedua negara.
Dorongan tersebut disampaikan Roro Esti dalam pertemuannya dengan Ibu Negara Pakistan Aseefa Bhutto Zardari, yang juga anggota Majelis Nasional Pakistan (MNA), di Gedung Bilawal, Karachi, Sabtu (10/1/2026). Pertemuan ini menjadi tindak lanjut konkret dari kunjungan Presiden Prabowo Subianto ke Pakistan pada 8–9 Desember 2025.
Baca Juga: Kemendag Petakan 741 Desa untuk Program Desa Ekspor Mulai 2026
Peningkatan IP-PTA ke CEPA diproyeksikan memberi kepastian regulasi yang lebih kuat, menurunkan hambatan perdagangan, serta memperluas akses pasar bagi produk unggulan Indonesia dan Pakistan. Bagi dunia usaha, CEPA berpotensi mempercepat arus investasi lintas negara, khususnya di sektor pangan, manufaktur, dan energi.
IP-PTA ke CEPA: Apa Artinya bagi Dunia Usaha?
Roro Esti menegaskan, transformasi IP-PTA menjadi CEPA akan membawa hubungan dagang Indonesia–Pakistan ke level yang lebih komprehensif.
“Peningkatan kerja sama dari IP-PTA menuju CEPA diharapkan memberikan kepastian yang lebih besar bagi dunia usaha serta membuka peluang baru bagi peningkatan perdagangan dan investasi,” ujar Roro Esti dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Senin (11/1/2026).
Baca Juga: 112 Pasar Rakyat Terdampak Banjir Sumatera, Kemendag Siapkan Perbaikan
CEPA tidak hanya mengatur tarif perdagangan, tetapi juga mencakup fasilitasi investasi, kerja sama industri, hingga penguatan rantai nilai. Skema ini dinilai relevan di tengah dinamika ekonomi global yang menuntut diversifikasi pasar ekspor dan mitra dagang strategis.
Perempuan, Iklim, dan Pembangunan Berkelanjutan Jadi Fokus
Selain isu perdagangan, pertemuan bilateral ini juga membahas kerja sama di bidang pemberdayaan perempuan, ketahanan iklim, kesejahteraan sosial, serta penguatan hubungan antar masyarakat (people-to-people ties).
Kedatangan Wamendag Roro Esti disambut hangat oleh Aseefa Bhutto Zardari. Dalam kesempatan itu, Aseefa menyinggung adanya keterkaitan leluhur antara Roro Esti dengan Pakistan, yang disebut membuat dialog bilateral berlangsung lebih akrab dan bermakna.
Aseefa Bhutto juga menyampaikan simpati atas bencana banjir dan tanah longsor yang baru-baru ini melanda Indonesia, khususnya di Pulau Sumatera. Roro Esti menegaskan, hubungan Indonesia–Pakistan selama ini dibangun atas dasar persahabatan, solidaritas, dan komitmen terhadap pembangunan inklusif.
Isu perubahan iklim menjadi salah satu topik utama yang dibahas, mengingat meningkatnya frekuensi cuaca ekstrem di kedua negara. Roro Esti menyatakan ketertarikan Indonesia untuk mempelajari pengalaman Provinsi Sindh dalam membangun hunian tangguh iklim pascabanjir besar 2022.
Dirinya menyoroti kebijakan kepemilikan rumah atas nama perempuan kepala keluarga sebagai langkah progresif.
“Membangun hunian yang tangguh terhadap iklim sekaligus memastikan kepemilikan rumah atas nama perempuan adalah bentuk nyata keberpihakan pemerintah terhadap pemberdayaan perempuan,” kata Roro Esti.
Peluang Besar di Edible Oil dan Ketahanan Pangan
Di sektor ekonomi, Wamendag Roro Esti melihat peluang penguatan kerja sama pada produksi minyak nabati (edible oil), investasi, serta pengembangan rantai nilai untuk mendukung ketahanan pangan jangka panjang.
Menurutnya, kolaborasi Indonesia–Pakistan tidak hanya terbatas pada perdagangan komoditas, tetapi juga mencakup investasi dan penguatan industri hilir yang bernilai tambah tinggi.
Ibu Negara Pakistan turut mengapresiasi kunjungan Presiden Prabowo Subianto ke Pakistan, termasuk program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dinilai sejalan dengan fokus kesejahteraan perempuan dan anak. Pakistan sendiri memiliki program serupa melalui Benazir Income Support Programme.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.










