Posko Satgas Nataru Catat Konsumsi Bensin Naik 0,9 Persen Selama Nataru 2026

AKURAT.CO Posko Satuan Tugas (Satgas) Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2026, menyatakan adanya kenaikan komsumsi gasoline atau bensin sebesar 0,9% pada periode Nataru tahun ini.
Ketua Posko Satgas Nataru, Erika Retnowato menyampaikan, bahwa ketahanan stok nasional atau coverage days selama periode Posko Nataru 15 Desember 2025 hingga 5 Januari 2026 dapat dipertahankan pada kisaran 16–35 hari, dengan rata-rata sekitar 21 hari.
“Terdapat kenaikan dan penurunan penyaluran BBM terhadap rerata normal sebagai berikut Untuk Gasoline meningkat sebesar 0,9%, Gasoil turun 3,4%, Kerosin turun 6,2%, dan Aftur meningkat 5,5%,” kata Erika dalam konferensi pers di gedung BPH Migas, Senin (5/1/2026).
Erika menambahkan, perhatian khusus selama Posko Nataru diarahkan pada pemulihan pascabencana banjir di wilayah Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
Baca Juga: Mobilitas Masyarakat Tinggi, Konsumsi Energi Saat Nataru 2026 Meningkat
Penyaluran BBM ke masyarakat tetap diupayakan optimal melalui koordinasi intensif lintas pemangku kepentingan, termasuk pendistribusian BBM melalui jalur udara.
Hingga awal Januari 2026, seluruh SPBU di wilayah terdampak bencana secara bertahap telah kembali beroperasi. Di Sumatera Utara, sebanyak 406 SPBU atau 100% telah pulih.
Di Sumatera Barat, 147 SPBU juga telah beroperasi penuh, sementara di Aceh sebanyak 151 SPBU dari total 156 SPBU atau sekitar 97% telah kembali melayani masyarakat.
Sementara itu, untuk sektor LPG, Erika memastikan penyaluran berada dalam kondisi aman dengan kesiapan infrastruktur yang mencakup 40 terminal LPG, 736 SP(P)BE, dan 6.634 agen LPG. Ketahanan stok LPG nasional berada pada kisaran 10–16 hari dengan rata-rata 12,8 hari.
“Rerata penyaluran LPG selama periode Satgas Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 meningkat 10,6% dibandingkan penjualan normal,” ujarnya.
Pada sektor gas bumi, Erika menyebutkan bahwa secara umum penyaluran berjalan lancar dan tidak mengalami kendala signifikan. Penyaluran niaga gas rata-rata selama Nataru 2025 tercatat meningkat 4,3% dibandingkan realisasi Nataru 2024.
Adapun pada sektor ketenagalistrikan, Erika memastikan pasokan listrik nasional selama Posko Nataru berada dalam kondisi aman. Daya mampu pasok sistem tenaga listrik nasional tertinggi tercatat pada 15 Desember 2025, sementara terendah terjadi pada 28 Desember 2025.
“Sedangkan, beban puncak listrik nasional, angka tertinggi terjadi pada 17 Desember 2025, sedangkan beban puncak terendah tercatat pada 1 Januari 2026,” tutur Erika.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.










