Akurat

Bos Bulog: Pascapanen Kunci Percepat Swasembada Pangan

Hefriday | 5 Januari 2026, 15:10 WIB
Bos Bulog: Pascapanen Kunci Percepat Swasembada Pangan

AKURAT.CO Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani menegaskan, bahwa penguatan sistem pascapanen menjadi kunci strategis dalam mempercepat pencapaian swasembada pangan nasional.

Penegasan tersebut disampaikan saat ia menjalani Sidang Terbuka Doktoral di Balai Sidang Universitas Indonesia (UI), Depok, Jawa Barat.

Dalam sidang akademik tersebut, Rizal menekankan bahwa kemandirian pangan merupakan fondasi utama bagi kedaulatan bangsa.

Baca Juga: Amankan Panen Raya Padi, Bulog Gandeng Babinsa dan Bhabinkamtibmas

"Ketahanan pangan tidak hanya bergantung pada peningkatan produksi, tetapi juga pada efektivitas pengelolaan hasil panen hingga ke tingkat distribusi," ujarnya di UI Depok, Senin (5/1/2026).

Komitmen Bulog dalam mengawal swasembada pangan, kata Rizal, sejalan dengan arah kebijakan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto dan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman.

Pemerintah menargetkan swasembada pangan dicapai dalam waktu satu tahun, jauh lebih cepat dibanding rencana awal empat tahun.

Percepatan target tersebut dinilai membawa tantangan besar, terutama pada sektor pascapanen padi.

Rizal mengungkapkan bahwa berbagai persoalan struktural masih menghambat optimalisasi hasil panen petani, mulai dari dominasi penggilingan besar hingga ketimpangan distribusi sarana pengolahan.

Dirinya menyebut kualitas hasil giling yang belum merata serta ancaman penutupan penggilingan kecil berpotensi berdampak pada jutaan tenaga kerja di perdesaan.

Baca Juga: Bulog Salurkan 51.211 Ton Jagung di 2025, Harga Pakan Ternak Terjaga

Jika tidak ditangani secara komprehensif, kondisi tersebut dapat melemahkan kesejahteraan petani dan stabilitas pangan nasional.

Melalui riset disertasinya, Rizal mengidentifikasi pascapanen sebagai bottleneck utama dalam sistem pangan nasional.

Oleh karena itu, diperlukan solusi inovatif yang melibatkan kolaborasi lintas sektor antara pemerintah, BUMN, swasta, dan kelembagaan petani.

Bulog, lanjutnya, diposisikan sebagai offtaker strategis yang tidak hanya menyerap hasil panen, tetapi juga menjaga kualitas beras dan stabilitas pasokan.

Peran ini menjadi krusial dalam memastikan hasil panen petani terserap optimal dengan harga yang wajar.

Transformasi tata kelola pascapanen juga diarahkan agar lebih adaptif dan berkelanjutan. Rizal menekankan pentingnya pendekatan sistemik yang mampu mengintegrasikan aspek teknis, sosial, dan kelembagaan dalam satu kerangka kebijakan.

Pendekatan Soft System Methodology (SSM) berbasis multimethod yang digunakan dalam disertasinya dinilai mampu menjawab kompleksitas persoalan pascapanen padi di Indonesia. Metode ini memungkinkan perumusan kebijakan yang lebih kontekstual dan inklusif.

Usai mempertahankan disertasi berjudul Transformasi Tata Kelola Kolaboratif Pascapanen Padi Berkelanjutan di Indonesia, Rizal resmi meraih gelar Doktor.

Tim penguji menyatakan disertasinya sangat memuaskan dan memiliki kontribusi strategis bagi kebijakan pangan nasional.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

H
Reporter
Hefriday
Andi Syafriadi