Komisi III: Jamwas Harus Tindak Jaksa Batam dalam Kasus ABK Fandi Ramadhan

AKURAT.CO Ketua Komisi III DPR, Habiburokhman, menyampaikan sejumlah kesimpulan rapat terkait penanganan perkara anak buah kapal (ABK) Fandi Ramadhan, yang dituntut hukuman mati atas kasus penyelundupan 2 ton narkotika.
Pihaknya kembali mengingatkan agar penanganan perkara Fandi Ramadhan menerapkan asas dan prinsip keadilan, sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP).
"Kami menegaskan kembali rekomendasi hasil rapat tanggal 23 Februari 2026, agar penanganan perkara atas nama Saudara Fandi Ramadhan benar-benar menerapkan asas dan prinsip keadilan dalam KUHP yang baru," ujar Habiburokhman membacakan kesimpulan RDPU, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (26/2/2026).
Baca Juga: Orang Tua ABK Fandi Ramadhan Minta Keadilan ke DPR Soal Tuntutan Hukuman Mati
Dia juga menyampaikan bahwa Komisi III meminta Jaksa Agung Muda Bidang Pengawasan, untuk menegur dan memeriksa Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri Batam dalam perkara Nomor 863/Pid.Sus/2025/PN Btm atas nama Muhammad Arfian.
"Kami meminta Jamwas untuk menegur dan memeriksa JPU Kejari Batam agar berhati-hati dalam menyampaikan pendapat ke muka umum," katanya.
Tidak hanya itu, Komisi III juga akan memanggil penyidik Badan Narkotika Nasional (BNN) serta Kepala Kejaksaan Negeri Batam dalam perkara Nomor 863/Pid.Sus/2025/PN Btm untuk memberikan keterangan seterang-terangnya.
Baca Juga: Hotman Paris Pertanyakan Logika Dakwaan hukuman Mati ABK Fandi Ramadhan
"Kami ingin semua proses ini transparan dan akuntabel. Karena itu, aparat penegak hukum terkait akan kami panggil untuk memberikan penjelasan secara terbuka," tegasnya.
Sebagai bagian dari fungsi pengawasan DPR, Komisi III juga meminta Komisi Yudisial (KY) melakukan pengawasan terhadap penanganan perkara Nomor 12/Pid.B/2026/PN Mtr dan Nomor 863/Pid.Sus/2025/PN Btm sesuai peraturan perundang-undangan.
Langkah tersebut merupakan bentuk tanggung jawab Komisi III dalam memastikan proses penegakan hukum berjalan profesional, transparan, dan menjunjung tinggi rasa keadilan masyarakat.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 6Prediksi Skor Roma vs Genoa 18 Oktober 2026: Giallorossi Diunggulkan
- 7Cara Cek Desil Online Oktober 2026 Pakai NIK KTP, Ini Link Resminya
- 8Kalender Jawa 16 Oktober 2026: Weton Jumat Legi Disebut Punya Karakter Unik
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK









