Hutama Karya Genjot Penyelesaian Proyek Open Access Sorong Capai 81 Persen

AKURAT.CO PT Hutama Karya (Persero) memperkuat keandalan pasokan energi di kawasan timur Indonesia melalui Proyek Open Access di Kilang Pertamina Refinery Unit (RU) VII Kasim, Sorong, Papua Barat Daya.
Proyek ini mencakup pembangunan jetty baru, empat tangki penyimpanan, dan jaringan pipa penyalur (piping) dari dermaga ke area tangki. Kehadiran infrastruktur energi ini diharapkan menjaga stabilitas pasokan bahan bakar minyak di Papua dan Maluku, sekaligus memberi manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar.
Hingga akhir Oktober, pengerjaan proyek telah mencapai sekitar 81%. Pekerjaan utama difokuskan pada pembangunan jetty, empat unit tangki penyimpanan, serta jaringan pipa penyalur dari dermaga ke area tangki.
Pada pekerjaan tangki, tim proyek menerapkan metode jack-up system dan sistem floating roof untuk memastikan mutu konstruksi, keselamatan kerja, dan keandalan operasi fasilitas.
Hutama Karya optimistis fasilitas ini akan menghadirkan manfaat infrastruktur hingga ke wilayah timur Indonesia, khususnya dalam menjaga keandalan pasokan energi di Papua dan Maluku.
Baca Juga: Rampung, Hutama Karya Mulai Operasikan Ruas Tol Betung-Jambi Tanpa Tarif
EVP Sekretaris Perusahaan Hutama Karya, Mardiansyah menyampaikan bahwa proyek Open Access Sorong menjadi bagian penting dari upaya penguatan dan pemerataan infrastruktur energi nasional.
“Fasilitas yang dibangun tidak hanya menjawab kebutuhan operasional, tetapi juga harus menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat dan lingkungan sekitar. Pembangunan dirancang dengan memperhatikan aspek keselamatan, keberlanjutan, dan pemberdayaan masyarakat lokal,” kata Mardiansyah dalam keterangannya, Jumat (21/11/2025).
Mardiansyah menambahkan, proyek ini selain merupakan wujud kolaborasi antar BUMN, juga bentuk komitmen HK untuk memberikan kontribusi pengembangan infrastruktur khususnya dalam industri Energi dan Minyak & Gas (Migas).
Kilang RU VII Kasim selama ini memegang peran strategis sebagai salah satu pemasok utama bahan bakar untuk wilayah Papua dan Maluku. Namun, pasokan minyak mentah dari sumber lama mengalami penurunan sehingga berdampak pada kapasitas operasi kilang.
Melalui proyek Open Access, kilang didesain untuk dapat menerima minyak mentah dari berbagai sumber, baik dalam maupun luar negeri, sehingga fleksibilitas pasokan menjadi lebih terjamin.
Fasilitas yang dibangun Hutama Karya menggunakan sistem floating roof pada tangki penyimpanan untuk mengurangi penguapan dan meningkatkan efisiensi penyimpanan minyak mentah, sekaligus mendukung aspek keselamatan dan lingkungan.
Dari sisi konstruksi, metode jack-up system pada instalasi tangki membantu mengurangi risiko pekerjaan di ketinggian, menjaga konsistensi kualitas pengelasan, dan mempercepat tahap kritis pembangunan. Dibanding metode konvensional, penggunaan jack-up system membuat durasi pekerjaan instalasi tangki lebih efisien sekitar 20%.
Di area dermaga, sistem tambat kapal quick release hook yang dioperasikan dari ruang kendali membuat proses tambat dan lepas kapal lebih aman dan lebih terkontrol dibanding sistem manual.
Project Manager (PM) Proyek Open Access Sorong Hutama Karya, Hariyadi Sujatmiko menjelaskan bahwa fokus utama pekerjaan adalah memastikan fasilitas penerimaan dan penyaluran minyak mentah dapat beroperasi secara andal dan aman.
“Seluruh tahapan, mulai dari rekayasa teknik, pengadaan, pemasangan, hingga uji coba, dilakukan dengan pengawasan mutu yang ketat. Integrasi sistem mekanikal, elektrikal, dan instrumentasi dipastikan berjalan sesuai standar yang berlaku di industri migas, dengan serangkaian uji fungsi sebelum dioperasikan penuh,” ujar Hariyadi.
Pengerjaan proyek juga menghadapi tantangan lokasi yang remote, dengan akses terbatas dan medan yang sulit. Namun, dengan strategi pengelolaan logistik yang matang dan pemanfaatan dermaga existing terdekat, material dan tenaga kerja yang berjumlah 410 orang dapat dimobilisasi dengan efektif.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.










