Wamendag Pantau Harga Pangan di Sorong Jelang Nataru 2026
Hefriday | 20 Desember 2025, 16:44 WIB

AKURAT.CO Wakil Menteri Perdagangan (Wamendag), Dyah Roro Esti memastikan, ketersediaan dan harga bahan pokok di Kota Sorong, Papua Barat Daya, berada dalam kondisi aman dan terkendali menjelang perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru).
Kepastian itu disampaikan usai pemerintah melakukan pemantauan langsung ke sejumlah pasar tradisional di wilayah tersebut. Roro Esti mengatakan hasil peninjauan menunjukkan pasokan kebutuhan pokok masyarakat relatif mencukupi, sementara harga secara umum masih stabil.
Hal itu dinilai penting untuk menjaga daya beli masyarakat, khususnya di wilayah Indonesia timur, menjelang meningkatnya kebutuhan pada periode akhir tahun.
“Saya bersama Bu Zita Anjani dari UKP Bidang Pariwisata dan Pak Gubernur Papua Barat Daya Elisa meninjau Pasar Sentral Remu dan Pasar Pagi Warmon di Sorong. Alhamdulillah, ketersediaan dan harga bahan pokok aman terkendali,” ujar Roro dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Sabtu (20/12/2025).
Dalam kunjungan kerjanya, Wamendag meninjau Pasar Sentral Remu pada Kamis (18/12/2025) dan Pasar Pagi Warmon pada Jumat (19/12/2025).
Kegiatan tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya pemerintah memastikan distribusi dan pasokan pangan berjalan lancar menjelang momentum Nataru.
Peninjauan lapangan itu turut didampingi Utusan Khusus Presiden Bidang Pariwisata Zita Anjani, Gubernur Papua Barat Daya Elisa Kambu, serta Wakil Wali Kota Sorong Anshar Karim. Kehadiran sejumlah pejabat tersebut mencerminkan sinergi pemerintah pusat dan daerah dalam menjaga stabilitas pasokan pangan.
Meski demikian, Roro Esti mengakui terdapat beberapa komoditas yang mengalami fluktuasi harga. Salah satu yang menjadi perhatian adalah cabai, yang harganya dipengaruhi oleh kondisi cuaca yang tidak menentu dalam beberapa waktu terakhir.
“Salah satunya harga cabai. Cuaca yang tidak menentu membuat panen cabai terhambat. Bahkan, jika ada embun sedikit saja mengenai pucuk cabai, maka bisa menyebabkan gagal panen,” jelasnya.
Kendati harga cabai sempat bergejolak, Roro menegaskan ketersediaan komoditas tersebut masih mencukupi. Selain cabai, pasokan bawang putih, minyak goreng, dan kebutuhan pokok lainnya juga dipastikan dalam kondisi aman.
Menurut Roro, selama pasokan terjaga, harga komoditas pangan diyakini akan kembali stabil. Pemerintah pun terus memantau pergerakan harga di tingkat pasar untuk mencegah lonjakan yang berpotensi memberatkan masyarakat. “Jika dari sisi ketersediaan masih aman, maka harganya pasti akan kembali normal,” ujarnya.
Untuk menjaga stabilitas pasokan, Kementerian Perdagangan juga memperkuat koordinasi lintas sektor. Salah satunya melalui kerja sama dengan Kementerian Perhubungan dalam memanfaatkan fasilitas tol laut guna memperlancar distribusi bahan pokok, khususnya ke wilayah Indonesia timur.
Roro menjelaskan, keberadaan tol laut tidak hanya berfungsi untuk menjamin pasokan barang kebutuhan pokok, tetapi juga membuka peluang distribusi komoditas unggulan dari Papua ke wilayah lain, seperti Pulau Jawa dan sekitarnya.
“Tol laut dapat mempermudah akses distribusi bahan pokok ke daerah-daerah, sekaligus membantu menyalurkan komoditas unggulan Papua agar dapat dipasarkan lebih luas,” katanya.
Pemerintah berharap dengan penguatan distribusi dan pengawasan harga, masyarakat dapat merayakan Natal dan Tahun Baru dengan tenang tanpa kekhawatiran terhadap ketersediaan maupun lonjakan harga bahan pokok.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.










