Dukung Petani Indonesia, Mentan Amran: Kami Tidak Takut dengan Mafia Pangan!

AKURAT.CO Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menegaskan komitmennya untuk membela kepentingan petani dan rakyat Indonesia dengan menjadi garda terdepan dalam memerangi praktik mafia pangan yang merugikan negara.
Ia menilai keberadaan mafia pangan dan koruptor tidak hanya mengganggu ketahanan pangan, tetapi juga merusak semangat petani untuk meningkatkan produksi di seluruh wilayah Indonesia.
“Kami adalah pelayan masyarakat. Kami bela petani, bela rakyat Indonesia. Tetapi, seluruh mafia dan koruptor yang mengganggu Republik Indonesia, aku yang terdepan lawan mereka,” ujar Amran di Jakarta, Jumat (7/11/2025).
Baca Juga: BMKG Prediksi Hujan Melimpah, Kementan Siapkan Strategi Tanam Nasional
Menurut Amran, praktik mafia pangan harus diberantas hingga ke akarnya karena dapat menimbulkan distorsi harga, menghambat distribusi hasil panen, dan memperlemah kedaulatan pangan nasional.
Dirinya menyerukan agar seluruh pihak, baik pemerintah pusat maupun daerah, serta asosiasi petani, bersatu dalam melawan segala bentuk manipulasi yang merugikan petani dan masyarakat luas.
“Tidak boleh ada mafia berkeliaran mengganggu NKRI. Segala bentuk mafia harus kita lawan bersama-sama,” tegas Amran. Dirinya menekankan bahwa keberpihakan kepada petani adalah mandat moral dan tanggung jawab pemerintah untuk menjaga kedaulatan pangan Indonesia.
Mentan juga memastikan bahwa Kementerian Pertanian (Kementan) akan menegakkan aturan secara tegas dan transparan. Seluruh pelaksanaan program pertanian akan diawasi ketat agar tidak ada penyimpangan yang dapat dimanfaatkan oleh pihak-pihak yang mencari keuntungan pribadi.
Langkah ini menjadi bagian dari upaya menjaga integritas program pemerintah dan memastikan manfaatnya benar-benar dirasakan oleh petani.
“Kami terus memperkuat pengawasan di lapangan, memastikan distribusi pupuk, benih, dan hasil panen berjalan sesuai aturan. Tidak boleh ada permainan harga atau penimbunan yang merugikan petani,” ujar Amran.
Baca Juga: IFAD Apresiasi Kementan Cetak Petani Muda Produktif
Dirinya menambahkan, reformasi sistem distribusi pertanian kini menjadi fokus utama untuk menutup celah bagi praktik mafia di sektor tersebut.
Sementara itu, Ketua Umum Apkarindo, Irfan Ahmad Fauzi, menyampaikan dukungan penuh terhadap langkah tegas Mentan Amran. Ia menilai keberanian Menteri Pertanian dalam melawan mafia merupakan bentuk nyata keberpihakan pemerintah kepada petani.
“Kita support Pak Menteri melawan mafia untuk membela para petani di seluruh Indonesia. Selama kebijakan itu pro terhadap petani, kami akan dukung sepenuhnya,” ujar Irfan.
Menurutnya, berbagai kebijakan yang diterapkan Kementan di bawah kepemimpinan Amran telah membawa perubahan positif di lapangan. Di antaranya, penurunan harga pupuk, pencabutan izin pengecer dan distributor yang melanggar Harga Eceran Tertinggi (HET), penyesuaian harga pembelian pemerintah (HPP) gabah, serta penegakan hukum terhadap pelanggaran yang merugikan petani.
“Saya kira energi yang disampaikan oleh Pak Menteri ke kami itu nyata. Beliau mengingatkan agar jangan sekali-kali melukai petani Indonesia, khususnya petani karet. Ini bentuk keberpihakan yang sudah lama kami tunggu,” tutur Irfan.
Lebih lanjut, Apkarindo juga menyatakan siap menjadi mitra strategis pemerintah dalam mengawal kebijakan di lapangan. Irfan menegaskan bahwa pihaknya akan turut mengawasi implementasi kebijakan pertanian agar tidak disalahgunakan oleh oknum atau mafia yang bermain di sektor distribusi dan harga.
“Kami di bawah akan mengawal kebijakan tersebut untuk benar-benar dilaksanakan. Kalau ada permainan atau mafia, kami akan laporkan dan lawan bersama,” ujarnya menambahkan.
Pernyataan Amran mendapat sambutan positif dari berbagai kalangan, termasuk organisasi pemuda dan petani seperti GP Ansor, yang sebelumnya juga menyatakan dukungan terhadap langkah tegas Kementan dalam menjaga swasembada dan memberantas mafia pangan.
Langkah konsisten Amran melawan mafia pangan dianggap sebagai bagian dari visi besar pemerintah dalam membangun ketahanan pangan nasional. Dengan penegakan hukum yang kuat, transparansi kebijakan, dan dukungan petani di seluruh daerah, Kementan berharap Indonesia mampu mencapai kemandirian pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani.
Amran juga menegaskan komitmennya untuk terus menjaga semangat petani Indonesia agar tidak padam akibat ulah pihak yang tidak bertanggung jawab.
“Kita tidak boleh lemah. Selama ada mafia yang bermain, negara harus hadir. Saya pastikan Kementan tidak akan tinggal diam,” tegasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini










