Kementan Dorong Produk Lokal Masuk Rantai Pasok Ekonomi Haji

AKURAT.CO Wakil Menteri Pertanian (Wamentan), Sudaryono mendorong sektor pertanian dan peternakan nasional untuk berperan aktif dalam memperkuat ekosistem ekonomi haji dan umrah.
Upaya ini diharapkan mampu menciptakan rantai pasok berkelanjutan yang menghubungkan produk dalam negeri dengan kebutuhan konsumsi jamaah di Tanah Suci.
“Ekosistem ekonomi haji bukan hanya tentang mengirim jamaah, tapi juga bagaimana kegiatan itu menimbulkan hentakan ekonomi yang baik bagi petani dan peternak kita,” ujar Sudaryono, di Jakarta, Kamis (9/10/2025).
Baca Juga: Kementan dan Iwapi Sinergi Perkuat Ketahanan Pangan
Dalam pertemuan tersebut, kedua kementerian membahas rencana pembentukan Kelompok Kerja (Pokja) lintas kementerian yang akan memfokuskan diri pada revitalisasi ekosistem ekonomi haji.
Salah satu prioritasnya adalah optimalisasi produk pertanian dan peternakan sebagai bagian dari rantai pasok kebutuhan jamaah haji dan umrah.
Menurut Sudaryono, Indonesia memiliki potensi ekonomi yang besar dari sektor ini.
Dengan jumlah jamaah haji mencapai 200 ribu orang setiap tahun dan jamaah umrah sekitar 2,5 juta orang, kebutuhan bahan pangan seperti daging, sayur-mayur, dan produk olahan menjadi peluang besar untuk digarap oleh petani dan pelaku agribisnis dalam negeri.
“Kita bersepakat untuk segera membentuk Pokja agar potensi ekonomi ini bisa dikelola dengan baik dan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat,” ujarnya.
Wamentan menjelaskan bahwa Pokja tersebut akan bertugas merumuskan langkah-langkah strategis guna memastikan sektor pertanian dapat berperan konkret dalam ekosistem ekonomi haji.
Baca Juga: Serap Hampir 100 Persen Gula Petani, Kementan Siapkan Anggaran Rp1,5 Triliun
Kolaborasi ini juga akan melibatkan negosiasi dengan pemerintah Arab Saudi terkait pengelolaan rantai pasok bahan makanan.
“Kita ingin agar bahan baku makanan untuk jamaah haji dan umrah bisa sebagian besar berasal dari produk dalam negeri. Itu berarti harus ada sinergi lintas kementerian dan kerja sama internasional,” kata Mas Dar.
Sementara itu, Wamenhaj Dahnil Anzar Simanjuntak menegaskan bahwa langkah ini merupakan bagian dari arahan langsung Presiden Prabowo Subianto untuk membangun ekosistem ekonomi haji yang lebih terintegrasi dan menguntungkan pelaku usaha di sektor riil.
“Salah satu fokusnya adalah peternakan kambing dan domba di bawah koordinasi Kementerian Pertanian. Kita ingin agar produk peternak Indonesia bisa masuk ke rantai pasok konsumsi jamaah haji,” ujar Dahnil.
Selain peternakan, Dahnil juga menyoroti peluang besar bagi produk hortikultura Indonesia, terutama sayur-mayur, untuk menembus pasar Arab Saudi.
Menurutnya, permintaan produk segar di pasar Timur Tengah sangat tinggi dan dapat menjadi pintu ekspor baru bagi komoditas nasional.
“Sayur-mayur dari Indonesia punya potensi besar untuk masuk ke Tanah Suci karena pasarnya sangat luas. Kita ingin memanfaatkan peluang ini agar petani kita juga merasakan manfaat dari ekosistem haji,” katanya.
Lebih lanjut, Dahnil menyampaikan bahwa pembentukan Pokja akan melibatkan berbagai kementerian dan lembaga, seperti Kementerian Investasi dan Kemenko Pangan, guna mempercepat pelaksanaan kebijakan ekonomi haji.
Langkah ini diharapkan mampu memperkuat posisi Indonesia dalam rantai pasok ekonomi haji global.
“Mudah-mudahan kita bisa mengakselerasi arahan Presiden agar ekosistem ekonomi haji benar-benar memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan petani dan peternak kita,” tegas Dahnil.
Sinergi antara Kementan dan Kemenhaj diharapkan tidak hanya meningkatkan daya saing produk pertanian dan peternakan nasional, tetapi juga membuka peluang ekspor baru ke kawasan Timur Tengah.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Ekspor Minyak Timur Tengah Pulih 80 Persen, Strategi Iran di Selat Hormuz Mulai Kehilangan Taji?
- 2Prediksi Skor Thailand vs Vietnam 29 September 2026: Vietnam Berpeluang Menang Lagi?
- 3Klik Link Live Streaming Indonesia vs Malaysia FIFA ASEAN Cup 2026 Malam Ini
- 4Prediksi Skor Argentina vs Bolivia 1 Oktober 2026: La Albiceleste Dijagokan
- 5Sinyal Aliansi Militer Baru? Telepon Khusus Erdogan ke Prabowo Bongkar Ambisi Besar Jakarta-Ankara
- 6Prediksi Indonesia vs Malaysia di FIFA ASEAN Cup 2026: Susunan Pemain dan Skor!
- 7Klasemen FIFA ASEAN Cup 2026 Terbaru: Indonesia vs Bangladesh, Cek Jadwal dan Posisi Grup A!
- 8Tanpa Sponsor 'Palsu' Rp19,69 Triliun, Manchester City Mungkin Tanpa Aguero dan Silva
- 9KPK Hadirkan Delapan Saksi dari Kesthuri, Himpuh, Amphuri hingga Maktour untuk Pembuktian Korupsi Kuota Haji
- 10Terima Jemaat GKPI Rajeg, Wapres Gibran Tekankan Kerukunan dan Kebebasan Beribadah









