Akurat

Kementan dan Iwapi Sinergi Perkuat Ketahanan Pangan

Yosi Winosa | 6 Oktober 2025, 20:53 WIB
Kementan dan Iwapi Sinergi Perkuat Ketahanan Pangan

AKURAT.CO Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman mengajak Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (IWAPI) untuk bersinergi dalam memperkuat ketahanan pangan nasional. 

Menurut Amran, perempuan memiliki peran sentral dalam membangun kemandirian pangan keluarga yang menjadi fondasi bagi terciptanya generasi bangsa yang sehat dan kuat.

Kementerian Pertanian siap memfasilitasi kebutuhan teknis seperti penyediaan bibit perkebunan, hortikultura, serta bantuan peternakan ayam dan kambing.
 
"Kami ingin membangun sinergi besar dengan organisasi perempuan Indonesia dalam gerakan pangan bergizi, gerakan pangan murah, dan program swasembada pangan,” ujar Amran seusai menerima kunjungan IWAPI di Jakarta, Senin (6/10/2025).

Amran menilai, perempuan merupakan agen perubahan di tingkat rumah tangga. Melalui peran aktif mereka dalam mengelola sumber pangan, keluarga dapat lebih mandiri dalam memenuhi kebutuhan makanan bergizi. 
 
 
“Perempuan menentukan kualitas generasi bangsa melalui pangan yang sehat dan bergizi,” ucapnya.

Dirinya menambahkan, Kementerian Pertanian akan mendorong program pangan bergizi dengan melibatkan berbagai elemen masyarakat seperti rumah tangga, sekolah, pesantren, kantor, ASN, hingga aparat keamanan. 
 
Program ini ditujukan agar masyarakat dapat memenuhi kebutuhan pangan segar seperti ayam, telur, ikan, susu, sayuran, dan umbi-umbian secara mandiri tanpa bergantung sepenuhnya pada pasar.

“Jika setiap keluarga mampu memproduksi sebagian kebutuhan pangannya sendiri, potensi penghematan belanja rumah tangga bisa mencapai Rp1.400 triliun per tahun,” ungkap Amran. 
 
Dirinya menegaskan, kemandirian pangan harus dimulai dari rumah tangga, dan di sinilah peran perempuan menjadi kunci utama dalam menciptakan ketahanan pangan nasional.

Lebih jauh, Amran menyampaikan bahwa Indonesia memiliki sumber daya yang luar biasa untuk mendukung gerakan pangan nasional. Ia meyakini, dari rumah tangga yang produktif akan lahir generasi yang kuat dan mandiri. 
 
“Perempuan adalah garda terdepan dalam mewujudkan visi ini,” tuturnya.

Kolaborasi Kementan dan IWAPI juga diarahkan untuk memperkuat pemberdayaan perempuan di sektor pertanian, peternakan, serta urban farming. 
 
Melalui pendekatan berbasis rumah tangga, diharapkan perempuan dapat berperan aktif tidak hanya sebagai konsumen, tetapi juga sebagai produsen pangan lokal.

Ketua Umum IWAPI, Nita Yudi, menyambut baik ajakan tersebut. Ia menegaskan bahwa IWAPI telah lama menjadi mitra strategis Kementerian Pertanian, dan saat ini akan memperkuat sinergi dalam isu ketahanan pangan nasional. 
 
“Kami berkomitmen membuat Gerakan Perempuan Pangan Nasional bersama Kementan untuk memberdayakan perempuan di seluruh Indonesia,” kata Nita.

Nita juga mengapresiasi keberhasilan Kementan dalam menjaga stok dan produksi pangan nasional di bawah kepemimpinan Amran Sulaiman. 
 
“Selama satu tahun terakhir Indonesia tidak melakukan impor beras, dan stok nasional bahkan mencapai 4,2 juta ton, jumlah tertinggi sepanjang sejarah. Ini bukti nyata bahwa pertanian kita berada di jalur yang benar,” ungkapnya.

Dengan jaringan di 38 provinsi dan lebih dari 40 ribu anggota perempuan pengusaha, IWAPI melihat potensi besar bagi kaum perempuan untuk menjadi motor penggerak ketahanan pangan nasional. 
 
Banyak di antara anggotanya yang telah terlibat dalam sektor pertanian, perkebunan, peternakan, hingga pengolahan hasil pangan.

Lebih lanjut, IWAPI juga mendukung program prioritas pemerintah Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang menjadi bagian dari Asta Cita Presiden. 
 
Melalui gerakan pangan dari rumah, IWAPI mendorong perempuan untuk memproduksi kebutuhan pangan sendiri, mulai dari sayuran dan cabai hingga ternak kecil seperti ayam dan kambing. 
 
“Kami ingin menggerakkan ibu rumah tangga dan perempuan pengusaha agar mandiri secara pangan. Urban farming dan peternakan skala rumah tangga bisa memberi dampak besar bagi ekonomi keluarga sekaligus mendukung program MBG pemerintah,” tukas Nita.
 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

H
Reporter
Hefriday
Yosi Winosa