Akurat

UMKM Kebumen Ekspor Perdana Kerajinan Serat Alam ke Amerika

Hefriday | 17 September 2025, 17:25 WIB
UMKM Kebumen Ekspor Perdana Kerajinan Serat Alam ke Amerika

AKURAT.CO Kementerian Perdagangan (Kemendag) melepas ekspor perdana 9.000 produk kerajinan serat alam ramah lingkungan asal Kebumen, Jawa Tengah, ke Amerika Serikat.

Nilai ekspor tersebut tercatat mencapai USD57.200 atau setara Rp937 juta, menjadi langkah penting bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk menembus pasar global.

Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional (PEN) Kemendag, Fajarini Puntodewi, mengatakan produk yang diekspor berasal dari PT AgrominaFiber Java Indonesia, sebuah UMKM yang memanfaatkan pelepah pisang dan eceng gondok sebagai bahan baku kerajinan.

Menurutnya, produk tersebut tidak hanya unik, tetapi juga kokoh, estetis, dan selaras dengan tren global akan keberlanjutan.

Baca Juga: Kemendag: Penonaktifan Fitur Live Tiktok dan IG Tak Ganggu E-Commerce

“Ini membuktikan kemampuan UMKM Indonesia dalam menghasilkan produk kerajinan bernilai tinggi yang berdaya saing global. Dari Kebumen, kita bisa menghadirkan karya lokal yang diminati pasar dunia,” ujar Puntodewi di Jakarta, Rabu (17/9/2025).

Ekspor perdana ini, kata Puntodewi, berawal dari partisipasi PT AgrominaFiber dalam Trade Expo Indonesia (TEI) 2024. Dari pameran tersebut, transaksi dagang berlanjut hingga menjadi kontrak ekspor nyata. Hal ini membuktikan pentingnya pameran internasional sebagai pintu masuk UMKM menuju pasar luar negeri.

Keberhasilan ini juga tidak terlepas dari dukungan Yayasan Pertamina sebagai pembina UMKM serta peran aktif berbagai pemangku kepentingan lainnya.

“Pemerintah akan terus mendampingi UMKM agar mampu menjadi bagian penting dari rantai pasok global,” tambah Puntodewi.

Secara nasional, tren permintaan dunia terhadap produk kerajinan Indonesia terus menunjukkan kinerja positif. Berdasarkan data Kemendag, nilai ekspor produk kerajinan pada periode Januari–Juni 2025 mencapai USD253,72 juta atau tumbuh 7,39% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.

Pertumbuhan tersebut menjadi sinyal kuat bagi pelaku UMKM untuk semakin agresif memperluas pangsa pasar.

Baca Juga: UMKM Pangan Naik Kelas, Masuk Ritel Modern Lewat Program Kemendag

“Peluang ini harus dimanfaatkan dengan serius karena tren global sedang mengarah pada produk ramah lingkungan dan berkelanjutan,” jelas Puntodewi.

Pasar global untuk produk dekorasi rumah berbahan serat alam juga menunjukkan prospek menjanjikan. Pada 2024, nilai perdagangan dunia untuk sektor ini tercatat lebih dari USD6 miliar, dengan rata-rata pertumbuhan hampir tiga persen per tahun.

Peningkatan bahkan lebih tinggi di beberapa negara tujuan utama seperti Amerika Serikat dan Uni Eropa. Fenomena ini didorong oleh meningkatnya kesadaran konsumen terhadap produk ramah lingkungan yang tidak merusak ekosistem.

Kinerja positif UMKM Indonesia di pasar global semakin terlihat dengan keberhasilan berbagai transaksi internasional. Sepanjang Januari–Agustus 2025, Kemendag telah memfasilitasi 462 kegiatan penjajakan kerja sama bisnis atau business matching dengan 33 negara mitra.

Dari kegiatan tersebut tercatat total nilai transaksi mencapai USD90,90 juta, terdiri dari USD32,95 juta berupa potensi transaksi dan USD55,95 juta berupa pesanan pembelian nyata (purchase order). Angka ini menunjukkan UMKM mulai mendapatkan kepercayaan yang lebih besar dari pasar global.

Bagi Kebumen, keberhasilan ekspor PT AgrominaFiber menjadi momentum penting untuk memperkenalkan potensi daerah. Selama ini, wilayah tersebut dikenal memiliki sumber daya alam melimpah, termasuk bahan baku serat alam yang dapat diolah menjadi produk bernilai tinggi.

Puntodewi menilai capaian ini akan memacu daerah lain untuk mengoptimalkan potensi lokal masing-masing.

“Dari desa bisa lahir produk dunia. Ini bukan hanya soal ekspor, tapi juga kebanggaan nasional,” katanya.

Pemerintah berkomitmen untuk terus mendorong UMKM agar mampu berdaya saing di pasar internasional. Berbagai program pendampingan, pelatihan, hingga fasilitasi akses pasar internasional terus dilakukan.

Selain itu, kolaborasi antara pemerintah, swasta, dan lembaga pendukung seperti BUMN juga akan diperkuat agar lebih banyak UMKM yang bisa mengikuti jejak PT AgrominaFiber.

Dengan ekspor perdana ini, Kemendag optimistis produk kerajinan serat alam asal Indonesia akan semakin dikenal di pasar dunia. Keberhasilan UMKM Kebumen diharapkan menjadi contoh inspiratif bagi pelaku usaha kecil lain agar berani menembus pasar global.

“Pasar dunia terbuka lebar. Jika UMKM bisa memproduksi barang berkualitas dan ramah lingkungan, peluang ekspor semakin besar,” pungkas Puntodewi.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

H
Reporter
Hefriday
Andi Syafriadi