Akurat

Kementan Siapkan Rp40 Triliun untuk Perkuat Swasembada Pangan 2026

Andi Syafriadi | 4 September 2025, 11:35 WIB
Kementan Siapkan Rp40 Triliun untuk Perkuat Swasembada Pangan 2026

AKURAT.CO Kementerian Pertanian (Kementan) mendapatkan pagu anggaran sebesar Rp40 triliun pada tahun 2026.

Anggaran tersebut diarahkan untuk memperkuat program swasembada pangan dan meningkatkan produksi komoditas strategis, mulai dari padi hingga daging sapi.

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, menegaskan bahwa fokus utama kementerian pada tahun depan adalah menjalankan arahan Presiden Prabowo Subianto terkait peningkatan produksi pangan yang selama ini masih bergantung pada impor.

Baca Juga: Mentan Tegaskan 2025 Indonesia Bebas Impor Beras, Produksi Nasional Capai Rekor

“Pagu anggaran Kementerian Pertanian ditetapkan Rp40 triliun,” kata Mentan di Jakarta, Kamis (4/9/2025).

Dirinya juga merincikan, alokasi tersebut mencakup belanja pegawai sebesar Rp6,9 triliun, belanja operasional Rp1,3 triliun, dan belanja non-operasional sebesar Rp31,72 triliun.

Menurut Amran, struktur anggaran tersebut dibagi ke berbagai direktorat jenderal dan badan di lingkup Kementan. Beberapa di antaranya adalah Ditjen Tanaman Pangan sebesar Rp2,75 triliun, Ditjen Perkebunan Rp5,99 triliun, Ditjen Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Rp4,42 triliun, dan Ditjen Lahan dan Irigasi Pertanian Rp15,7 triliun.

“Semua alokasi ini diarahkan agar target produksi bisa tercapai dan ketergantungan impor berkurang,” ujarnya.

Kementan menetapkan empat program besar sebagai prioritas di tahun 2026. Pertama, program ketersediaan, akses, dan konsumsi pangan berkualitas. Kedua, program nilai tambah dan daya saing industri pertanian. Ketiga, program pendidikan dan pelatihan pompanisasi. Keempat, program pendukung manajemen.

“Dengan empat pilar program ini, kita optimistis swasembada pangan bisa lebih kokoh,” kata Amran.

Salah satu program utama adalah peningkatan produksi padi, jagung, dan kedelai. Selain itu, pemerintah juga menargetkan peningkatan hasil komoditas hortikultura seperti cabai dan bawang merah, serta perkebunan unggulan seperti kopi, kakao, dan kelapa. Target tahun 2026 mencakup produksi beras 33,8 juta ton, jagung 22,7 juta ton, kedelai 343 ribu ton, cabai 3 juta ton, dan bawang merah 2 juta ton.

Baca Juga: Mentan Targetkan Swasembada Beras Tahun Ini

“Kami juga menargetkan daging sapi dan kerbau sebesar 514 ribu ton serta daging ayam 4,3 juta ton. Semua target ini untuk mengurangi ketergantungan impor yang selama ini masih tinggi,” jelas Amran.

Amran juga menambahkan, sektor peternakan juga mendapat porsi anggaran signifikan agar Indonesia bisa memperkuat kemandirian protein hewani.

Tidak hanya fokus pada produksi, Kementan juga menaruh perhatian pada optimalisasi lahan. Program cetak sawah baru dan penyediaan air untuk pertanian menjadi prioritas. Selain itu, penyediaan benih unggul, alat mesin pertanian (alsintan), pupuk bersubsidi, dan regenerasi petani juga termasuk dalam program strategis.

“Kita butuh regenerasi petani agar sektor ini tetap berkelanjutan di masa depan,” ucap Amran.

Kementan juga mendorong hilirisasi pertanian. Menurut Amran, langkah ini penting untuk menciptakan nilai tambah, membuka lapangan kerja, serta meningkatkan pendapatan masyarakat.

“Hilirisasi komoditas strategis adalah salah satu cara untuk mengurangi kemiskinan dan memperkuat perekonomian nasional,” katanya.

Meski mendapat alokasi Rp40 triliun, Amran menegaskan bahwa kebutuhan anggaran Kementan sejatinya lebih besar. Sebelumnya, ia sempat mengusulkan kenaikan pagu indikatif 2026 dari Rp13,75 triliun menjadi Rp44,64 triliun.

“Kementerian Pertanian telah bersurat ke Menteri PPN/Bappenas dan Menteri Keuangan untuk mengusulkan penyesuaian pagu indikatif,” jelasnya.

Rencana tambahan anggaran tersebut diarahkan untuk memperkuat belanja operasional dan mendukung hilirisasi. Pasalnya, menurut Amran, kebutuhan sektor pertanian semakin meningkat seiring dengan target swasembada pangan yang dicanangkan pemerintah.

“Kalau kita mau mandiri pangan, maka dukungan anggaran harus lebih besar, tidak bisa setengah-setengah,” tegasnya.

Dengan komitmen tersebut, Kementan berharap program swasembada pangan di 2026 dapat tercapai secara nyata. Peningkatan produksi domestik, substitusi impor, dan ekspansi ekspor menjadi kunci bagi pertumbuhan ekonomi nasional di tengah ketidakpastian global.

“Pertanian adalah pondasi, dan jika pondasi ini kokoh, maka ketahanan pangan dan ekonomi Indonesia akan jauh lebih kuat,” tutup Amran.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

H
Reporter
Hefriday
Andi Syafriadi