Akurat

Minyak Atsiri RI Tembus Rusia, Potensi Transaksi Rp2,01 Miliar

Yosi Winosa | 2 September 2025, 16:16 WIB
Minyak Atsiri RI Tembus Rusia, Potensi Transaksi Rp2,01 Miliar

AKURAT.CO Kementerian Perdagangan RI melalui Atase Perdagangan (Atdag) RI di Moskow berhasil membuka peluang ekspor minyak atsiri Indonesia ke Rusia.

Dari upaya fasilitasi tersebut, tercatat potensi transaksi senilai USD123,40 ribu atau setara Rp2,01 miliar.

Potensi ini muncul setelah Atdag RI Moskow melakukan korespondensi dengan sejumlah calon pembeli yang hadir dalam pameran Global Ingredients Show di Moskow pada 15–19 April 2025.

Dari komunikasi tersebut, perusahaan Rusia Kema Club menyatakan minatnya untuk membeli minyak atsiri asal Indonesia.

Atdag RI Moskow, Ardianto Mahdi Wibowo, menyampaikan bahwa langkah ini merupakan sinyal positif terhadap semakin terbukanya pasar Rusia untuk produk minyak atsiri Indonesia. 

Baca Juga: GRR Tuban Jadi Prioritas, Prabowo Perkuat Komitmen RI-Rusia

“Kami menindaklanjuti permintaan minyak atsiri dari Kema Club dengan menghubungi pelaku usaha di Indonesia. Sampel sudah diterima Kema Club pada 10 Juli 2025 dan kini sedang diuji. Kami berharap segera ada kabar baik terkait realisasi pembelian,” ujarnya dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Selasa (2/9/2025).

Kema Club sendiri merupakan perusahaan besar di Rusia yang bergerak dalam industri kosmetik, parfum, serta pemasok bahan baku makanan dan minuman.
 
Dalam komunikasi bisnis, perusahaan tersebut mengajukan permintaan sampel sekaligus harga Free on Board (FoB).

Perusahaan Rusia itu diketahui telah memilih 14 jenis minyak atsiri dari Indonesia untuk diuji. Beberapa di antaranya adalah nilam (patchouli), jeruk nipis (lime), rosemary, akar wangi (vetiver), dan kenanga (ylang-ylang).
 
Semua jenis tersebut dikenal sebagai komoditas unggulan Indonesia dengan kualitas yang diminati pasar global.

Ardianto menegaskan bahwa pihaknya akan terus memfasilitasi komunikasi hingga kerja sama dapat terealisasi. 
 
“Peluang ini membuka pintu lebih luas untuk memperkenalkan minyak atsiri Indonesia di pasar Rusia, sekaligus memperkuat posisi kita sebagai pemasok utama minyak atsiri berkualitas di dunia,” katanya.

Data menunjukkan, pada 2024 Rusia mengimpor minyak atsiri dari berbagai negara dengan nilai mencapai USD3,16 miliar.
 
Namun, impor minyak atsiri Rusia dari Indonesia masih sangat kecil, hanya sebesar USD215 ribu atau kurang dari satu persen dari total impor Rusia.

Dari sisi lain, Indonesia pada tahun yang sama mengekspor minyak atsiri ke dunia dengan nilai USD989,63 juta. Artinya, kontribusi Rusia dalam ekspor Indonesia masih relatif kecil dan menunjukkan adanya potensi besar yang bisa digarap.

Selain itu, hubungan perdagangan Indonesia–Rusia juga menunjukkan tren positif. Pada periode Januari hingga Juni 2025, nilai perdagangan kedua negara tercatat USD2,68 miliar, naik 52,37% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya sebesar USD1,76 miliar.

Dalam periode yang sama, impor Indonesia dari Rusia tercatat sebesar USD1,68 miliar. Sementara itu, ekspor Indonesia ke Rusia mencapai USD997,90 juta atau naik 43,76% dibanding semester pertama 2024.
 
Peningkatan ini menegaskan bahwa hubungan dagang kedua negara semakin erat, dan minyak atsiri berpotensi menjadi salah satu komoditas unggulan baru dalam kerja sama tersebut.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

H
Reporter
Hefriday
Yosi Winosa