Akurat

Produk Furnitur RI Raup Potensi Transaksi Rp8,5 Miliar di Decorex 2025

Hefriday | 8 Agustus 2025, 16:30 WIB
Produk Furnitur RI Raup Potensi Transaksi Rp8,5 Miliar di Decorex 2025

AKURAT.CO Kementerian Perdagangan (Kemendag) melalui Indonesian Trade Promotion Center (ITPC) Johannesburg mencatat capaian gemilang pada Pameran Decorex Johannesburg 2025 di Afrika Selatan. Produk furnitur dan dekorasi rumah Indonesia berhasil membukukan potensi transaksi sebesar USD520,5 ribu atau setara Rp8,5 miliar pada ajang yang digelar akhir Juli lalu.

Kepala ITPC Johannesburg, Efri Yenni, menyebut keikutsertaan Indonesia di pameran tersebut merupakan langkah strategis untuk membuka pasar baru sekaligus memperluas akses ekspor ke negara-negara nontradisional.

“Penetapan tarif resiprokal oleh Amerika Serikat, yang juga menjadi salah satu tujuan utama ekspor furnitur Indonesia, bisa menjadi pemicu bagi pelaku usaha untuk mencari pasar alternatif, termasuk di Afrika Selatan,” ujarnya di Jakarta, Jumat (8/8/2025).

Baca Juga: Peredaran Impor Ilegal Menurun, Kemendag Tingkatkan Pengawasan Ketat

Pameran ini diikuti oleh lima eksportir furnitur dan dekorasi rumah asal Indonesia. Menurut Efri, respons pengunjung terhadap produk Indonesia sangat positif, terlihat dari besarnya nilai transaksi potensial yang berhasil dibukukan selama pameran berlangsung.

Pasar furnitur Afrika Selatan, lanjutnya, tengah mengalami pertumbuhan pesat dalam beberapa tahun terakhir. Perubahan selera konsumen yang mengutamakan desain menarik, fungsionalitas, dan keberlanjutan lingkungan mendorong peningkatan permintaan terhadap produk-produk berkualitas dengan harga kompetitif.

“Produk furnitur dan dekorasi rumah Indonesia memiliki keunggulan pada desain dan kualitas. Mengingat Afrika Selatan bukan negara penghasil kayu yang dapat diolah menjadi furnitur, peluang pasar bagi Indonesia terbuka lebar,” kata Efri.

Data menunjukkan nilai ekspor furnitur dan dekorasi rumah Indonesia ke Afrika Selatan pada 2024 mencapai USD15,3 juta. Meski demikian, angka ini baru menyumbang 2,37% dari total impor Afrika Selatan untuk sektor yang sama, yang nilainya USD647,8 juta.

Baca Juga: Kemendag Sita Barang Impor Ilegal Senilai Rp26,4 Miliar di Empat Kota

Menurut Efri, masih besarnya celah pasar ini menjadi kesempatan bagi eksportir Indonesia untuk meningkatkan penetrasi di kawasan tersebut. Ia mendorong pelaku usaha untuk memanfaatkan pameran internasional sebagai ajang memperluas jejaring dan memahami tren pasar global.

Persaingan di pasar Afrika Selatan cukup ketat, dengan beberapa negara pemasok utama seperti Tiongkok, Thailand, Polandia, Jerman, dan Vietnam. Namun, Efri optimistis produk Indonesia mampu bersaing berkat perpaduan nilai estetika, fungsionalitas, dan keterjangkauan yang ditawarkan.

Pameran Decorex Johannesburg sendiri merupakan salah satu ajang dagang terbesar di Afrika Selatan yang memamerkan berbagai produk furnitur, dekorasi rumah, hingga desain interior terkini. Ribuan pengunjung dari berbagai negara hadir untuk mencari produk unggulan yang sesuai dengan tren pasar global.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

H
Reporter
Hefriday
Andi Syafriadi