Akurat

Swasembada Energi Dorong Industri Lebih Kompetitif

Andi Syafriadi | 19 Juli 2025, 20:50 WIB
Swasembada Energi Dorong Industri Lebih Kompetitif

AKURAT.CO Komisi XII DPR RI menegaskan pentingnya swasembada energi sebagai pendorong daya saing industri nasional dan pertumbuhan ekonomi masyarakat.

Anggota Komisi XII DPR RI, Ramson Siagian mengungkapkan, dengan meningkatnya swasembada energi, maka industri-industri lokal memerlukan energi seperti gas itu bisa berkembang karena beban energi akan lebih murah, lebih kompetitif.

"Kalau beban energi lebih kompetitif, harga yang diproduksi oleh industri kita itu akan lebih kompetitif, jadi bisa bersaing di global dan juga bersaing di domestik," jelas Ramson, dikutip Sabtu (19/7/2025).

Baca Juga: Bahas Amandemen UU Ketenagalistrikan, Komisi XII Singgung Hak Akses Masyarakat

Ia juga menambahkan bahwa tercapainya swasembada energi akan memberikan dampak langsung terhadap penciptaan lapangan kerja dan daya beli masyarakat.

"Kalau industri berkembang, ini akan menambah lapangan pekerjaan. Kalau menambah lapangan pekerjaan akan bagus untuk masyarakat, akan meningkatkan konsumsi masyarakat, akan mendorong pertumbuhan ekonomi," tutur Ramson.

"Jadi di satu sisi juga akan mempermurah energi kepada masyarakat secara luas. Jadi bukan hanya industri, juga masyarakat secara luas," imbuhnya.

Dalam kesempatan ini, Ramson juga embali menekankan pentingnya percepatan revisi Undang-Undang Minyak dan Gas Bumi (UU Migas) agar mampu menjawab tantangan praktis di sektor energi nasional.

Baca Juga: Komisi XII Bakal Panggil Perusahaan Batu Bara Abai Reklamasi

Diakuinya, upaya merevisi UU Migas telah gagal dilakukan dalam beberapa periode DPR sebelumnya. Oleh sebab itu dirinya menegaskan perlunya langkah konkret dan sinergi antarlembaga pemerintah agar revisi ke depan tidak sekadar menjadi retorika politik.

"Untuk periode ini, saya mengharapkan agar pemerintah yang mengajukan usul kepada DPR RI dengan mensinergikan semua kekuatan dan institusi yang ada," ucap Ramson.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.