Akurat

Bioethanol Aren Garut Diluncurkan, Targetkan Swasembada Energi

Dedi Hidayat | 22 November 2025, 16:30 WIB
Bioethanol Aren Garut Diluncurkan, Targetkan Swasembada Energi

AKURAT.CO Pertamina New & Renewable Energy memulai proyek percontohan (pilot project) pengembangan bioethanol berbasis aren di Kamojang, Garut. Secara resmi proyek ini diluncurkan oleh Menteri Kehutanan, Raja Juli Antoni.

Pengembangan bioethanol berbasis aren ini mendukung Asta Cita Presiden Prabowo dalam membangun swasembada pangan dan sekaligus mendorong kemandirian atau swasembada energi nasional.

Inovasi ini memanfaatkan nira aren sebagai bahan baku, dengan kapasitas produksi sekitar 300 liter bioetanol per hari dan 300 - 500 kilogram gula aren per hari. Nira aren yang dimanfaatkan berasal dari hutan aren yang dikelola oleh Kelompok Usaha Perhutanan Sosial (KUPS) Baru Bojong, Desa Bojong, Garut.

Baca Juga: Torehkan Kinerja Positif, Pertamina NRE Capai Target Kinerja Kuartal-III 2025

Proyek percontohan ini didorong oleh Kementerian Kehutanan dengan pembentukan tim kerja percepatan pengembangan aren dalam mendukung swasembada pangan dan energi nasional melalui Keputusan Menteri Kehutanan Republik Indonesia nomor 440 tahun 2025.

“Di situasi geopolitik yang tidak menentu, setiap negara pada akhirnya akan mendahulukan kepentingan domestiknya masing-masing walaupun harus mengorbankan negara lain, termasuk kebutuhan energi di dalam negeri. Untuk itu kita sangat perlu menjajaki potensi sumber energi domestik, salah satunya aren sebagai bahan baku bahan bakar nabati (BBN). Indonesia memiliki potensi aren yang besar untuk dikembangkan menjadi BBN,” kata Raja Juli, Sabtu (22/11/2025).

Raja Juli menambahkan secara teori untuk 1 hektar lahan aren dapat memproduksi 24 ribu etanol per tahun. Kita memiliki sekitar 125 juta hektar yang berpotensi untuk digarap sebagai Perkebunan aren, sehingga berpotensi menghemat biaya impor bahan bakar minyak (BBM).

Asta Cita Presiden Prabowo dalam mewujudkan swasembada energi dan pangan dapat terwujud dengan kolaborasi kuat lintas sektoral. Proyek ini diharapkan turut menciptakan peluang ekonomi baru bagi masyarakat sekitar, khususnya petani aren, dan berpotensi diperluas di wilayah aren yang memiliki potensi aren.

Baca Juga: Pertamina NRE Luncurkan NOVA, Pusat Kendali Energi Berbasis AI

Berdasarkan informasi yang dikeluarkan Kementerian Kehutanan RI, pemerintah berencana menanam aren di lahan seluas 1,2 juta hektar, dengan potensi bioethanol 28,8 juta kiloliter per tahun.

Raja Juli melanjutkan bahwa budidaya aren dalam skala besar tentu memerlukan kerja keras, termasuk melakukan pembinaan terhadap petani aren agar dapat membudidayakan aren dengan cara lebih efektif dan efisien sehingga hasil nira yang disadap memiliki kuantitas dan kualitas yang optimal.

"Untuk itu Kementerian Kehutanan juga akan memberikan pelatihan dan pembinaan kepada petani aren," ujarnya.

Pengembangan aren sebagai bahan baku bioethanol memiliki sejumlah manfaat bagi masyarakat dan lingkungan, di antaranya mendukung ekonomi lokal dan pembukaan lapangan pekerjaan baru.

Kemudian, pemanfaatan lahan marjinal karena aren dapat tumbuh di lahan yang kurang produktif, menurunkan ketergantungan terhadap energi fosil dan mengurangi impor bahan bakar fosil, serta turut berkontribusi pada penurunan emisi melalui pemanfaatannya BBN.

“Proyek percontohan ini merupakan salah satu inovasi yang dilakukan Pertamina. Untuk pengembangan bioethanol, Pertamina melakukan riset terhadap berbagai macam tanaman untuk menjadi bahan baku, salah satunya aren. Aren merupakan salah satu tanaman yang memiliki potensi besar untuk dibudidayakan dalam skala besar di Indonesia,” tutur John Anis, CEO Pertamina NRE.

John menambahkan bahwa Indonesia memiliki potensi tanaman energi yang cukup besar untuk dikembangkan menjadi bahan baku BBN. Dengan dukungan yang kuat dari pemerintah, kemandirian atau swasembada energi melalui pemanfaatan tanaman lokal dapat terwujud. Dalam proyek percontohan ini, Pertamina NRE berkolaborasi dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).

Lebih jauh, John juga menegaskan bahwa pengembangan bioethanol berbasis aren ini merupakan bagian dari strategi PNRE dalam mengembangkan bioethanol multifeedstock.

"Secara paralel, Pertamina NRE juga tengah mengembangkan bioethanol berbasis molases tebu, sorgum, singkong, jagung, hingga limbah pertanian seperti limbah sawit, bagase tebu, batang sorgum, dan jerami padi," pungkasnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.