Akurat

Bahlil Bongkar Alasan PNBP Sektor ESDM Baru 46 Persen Hingga Juni 2025

Camelia Rosa | 14 Juli 2025, 19:15 WIB
Bahlil Bongkar Alasan PNBP Sektor ESDM Baru 46 Persen Hingga Juni 2025

AKURAT.CO Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia mengungkapkan realisasi penerimaan negara bukan pajak (PNBP) dari sektor energi dan sumber daya mineral (ESDM) hingga Juni 2025 mencapai Rp117,11 triliun.

Realisasi tersebut baru sekitar 46% dari target yang dipatok pada 2026 yaitu sebesar Rp254 triliun.

Bahlil mengakui pencapaian target tahun ini cukup menantang lantaran adanya tren penurunan harga komoditas, terutama batubara yang cukup dalam sejak awal tahun.

Baca Juga: DPR Setujui Pagu Anggaran Kementerian ESDM 2026 Sebesar Rp8,1 Triliun

"Kami harus menyampaikan bahwa harga komoditas khususnya batubara ini turunnya agak jauh sekali, sekitar 25% sampai dengan 35% untuk sampai dengan bulan Juni. INi memang karena pasar global lagi tidak menentu," terangnya saat rapat kerja (raker) bersama Komisi XII DPR RI di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Senin (14/7/2025).

Lebih lanjut Bahlil menjelaskan bahwa sektor pertambangan mineral dan batubara (minerba) masih menjadi penyumbang terbesar PNBP dengan kontribusi sebesar Rp66,21 triliun. Kemudian disusul oleh sektor migas yang menyumbang Rp48,82 triliun, panas bumi Rp0.82 triliun dan lainnya Rp1,25 triliun.

Dirinya menerangkan bahwa PNBP Sektor lainnya itu mencakup iuran badan usaha hilir migas, penerima layanan KESDM, penerimaan denda di lingkungan KESDM, penerimaan pendidikan, penerimaan BLU dan PNBP lainnya.

Baca Juga: Anggaran Kementerian ESDM Tembus Rp8,1 Triliun di RAPBN 2026, Ini Rinciannya

Bahlil menegaskan, meskipun dihadapkan pada beagam tantangan tersebut, haknya masih optimis bahwa target tahun ini masih dapat dikejar.

"Jadi insya Allah untuk target APBN bisa kita capai secara keseluruhan untuk 2025 sekalipun memang kerjanya berat, Bapak-Ibu semua ini memang kerjanya berat karena harga komoditas lagi pasang surut," jelasnya.

Dalam kesempatan ini, Bahlil juga memamerkan bahwa pihaknya memperoleh opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI atas laporan keuangan tahun 2024.

"Dan Insya Allah 2025 kita akan melakukan perbaikan sebagaimana mestinya," tukas Bahlil

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.