Akurat

Mentan Targetkan Produksi Gula 14 Ton per Hektare dan Swasembada 2030

Hefriday | 25 Juni 2025, 21:40 WIB
Mentan Targetkan Produksi Gula 14 Ton per Hektare dan Swasembada 2030

AKURAT.CO Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menegaskan komitmen pemerintah untuk mengembalikan kejayaan produksi gula nasional sebagaimana yang pernah dicapai pada masa penjajahan Belanda.

Ia menyatakan, peningkatan produktivitas hingga mencapai 10 ton per hektare bukanlah hal mustahil jika dikelola dengan manajemen pertanian yang ketat dan disiplin tinggi.

“Waktu zaman Belanda, produksi gula bisa sampai 10 ton per hektare. Itu karena ada tekanan, kedisiplinan, dan ketegasan dalam pengelolaan lahan dan sistem pertaniannya,” ungkap Amran di Jakarta, Rabu (25/6/2025).

Baca Juga: Prabowo Hadiri Panen Raya Jagung di Kalbar, Mentan Ditargetkan Setop Impor pada 2026

Saat ini, rata-rata produktivitas gula nasional baru sekitar 4 ton per hektare. Namun, ia meyakini target peningkatan hingga 14 ton per hektare sangat mungkin dicapai melalui pendekatan modern dan konsisten.

Mentan menekankan bahwa Indonesia pernah menjadi produsen gula terbesar kedua di dunia. Karena itu, semangat untuk mengembalikan status tersebut harus terus dikobarkan dengan kerja keras dan dukungan penuh semua pihak.

Pemerintah, kata dia, menargetkan tercapainya swasembada gula dalam tiga tahun ke depan sebagai bagian dari strategi ketahanan pangan nasional.

Strategi utama yang diusung untuk mencapai swasembada gula adalah optimalisasi dan perluasan lahan tebu. Pemerintah menargetkan total lahan seluas 1 juta hektare dalam tiga tahun ke depan.

Dari jumlah tersebut, 500 ribu hektare merupakan lahan eksisting yang akan dimaksimalkan produktivitasnya dengan teknologi dan sistem pertanian terkini.

“Target kami bukan sekadar luas lahan, tapi bagaimana produktivitasnya bisa naik drastis. Lahan yang sudah ada akan kami benahi dari aspek benih, teknik budidaya, hingga akses terhadap pupuk dan alat mesin pertanian,” kata Amran.

Selain optimalisasi, pemerintah juga mendorong ekstensifikasi lahan baru antara 200 hingga 500 ribu hektare yang diarahkan ke wilayah potensial. Ekspansi ini akan dilakukan secara bertahap dan tetap memperhatikan prinsip keberlanjutan serta aspek sosial-ekonomi masyarakat sekitar.

Baca Juga: Swasembada Lebih Cepat dari Target, Mentan Harap Tak Ada Impor Beras Tahun Ini

Langkah percepatan ini sebelumnya ditegaskan dalam kunjungan kerja Mentan bersama Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka saat panen raya dan penanaman tebu di Kebun Tebu Jolondoro, Banyuwangi, Jawa Timur, pada Senin (24/6/2025). Dalam kesempatan itu, Amran menyampaikan komitmen pemerintah dalam melakukan pembenahan dari hulu hingga hilir industri gula nasional.

Pembenahan tersebut mencakup peningkatan kualitas benih, perbaikan pola tanam, serta penguatan sistem hilirisasi termasuk pemasaran hasil panen. Menurut Amran, petani harus diberi insentif yang memadai agar terus semangat menanam tebu.

“Tujuannya sederhana, petani harus diberi ruang untuk untung. Kalau petani rugi, mereka jera menanam,” tegasnya.

Sebagai bagian dari langkah strategis, Kementerian Pertanian telah menyusun Roadmap Swasembada Gula Nasional yang memuat dua target utama. Pertama, swasembada gula konsumsi pada tahun 2028. Kedua, swasembada gula secara total, termasuk untuk kebutuhan industri dan bioetanol, pada tahun 2030.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

H
Reporter
Hefriday
Andi Syafriadi