Mendag Luncurkan GASPOL Dorong Mahasiswa Pakai Produk Lokal

AKURAT.CO Menteri Perdagangan Budi Santoso kembali menegaskan komitmen pemerintah dalam mendorong kecintaan terhadap produk lokal.
Dalam acara peluncuran “Gerakan Kamis Pakai Lokal” atau disingkat GASPOL di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Mendag mengajak generasi muda untuk turut serta dalam menguatkan perekonomian nasional melalui gerakan yang mengedepankan budaya bangga, bela, dan beli produk buatan Indonesia.
GASPOL Goes to Campus yang digelar di Lapangan Bintang UMY ini menjadi peluncuran perdana program GASPOL di lingkungan kampus.
Acara tersebut juga menghadirkan pameran 10 jenama lokal yang menghadirkan ragam produk mulai dari fashion, perawatan kulit, hingga makanan dan minuman.
“Dengan memakai produk lokal, kita telah berkontribusi terhadap penguatan ekonomi UMKM Indonesia dan lebih luas lagi terhadap penguatan pasar dalam negeri,” ujar Mendag Budi Santoso dalam keterangannya, Sabtu (21/6/2025).
Baca Juga: Sambangi UGM, Mendag Ajak Mahasiswa Majukan UMKM
Mendag juga menyampaikan bahwa gerakan GASPOL merupakan upaya nyata Kementerian Perdagangan (Kemendag) dalam mendukung kemajuan produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
GASPOL pertama kali diluncurkan pada 8 Mei 2025 dan sejak saat itu telah mempromosikan 176 produk lokal melalui kanal media sosial resmi Kemendag dan akun pribadi Mendag sendiri.
Produk-produk yang dipromosikan tak hanya dari sisi estetika dan kualitas, tetapi juga membawa cerita perjuangan pelaku UMKM lokal.
Harapannya, promosi yang konsisten ini dapat mendorong masyarakat, khususnya generasi muda, untuk mengenal, mencintai, dan menggunakan produk dalam negeri.
Menurut Mendag Busan, GASPOL bukan hanya gerakan simbolik, tetapi menjadi strategi penting dalam penguatan ekonomi nasional. Ia menekankan bahwa membeli produk lokal berarti menjaga roda ekonomi UMKM agar terus berputar.
“Dengan mengisi pasar dalam negeri menggunakan produk-produk lokal, kita sedang mendorong pertumbuhan ekonomi UMKM kita,” tegasnya.
GASPOL juga sejalan dengan salah satu program prioritas Kemendag, yaitu Pengamanan Pasar Dalam Negeri, yang bertujuan agar produk lokal mampu menjadi tuan rumah di negeri sendiri.
Terlebih, indeks pengenalan publik terhadap produk lokal pada 2024 meningkat tajam menjadi 73,4, menunjukkan semakin positifnya persepsi masyarakat terhadap kualitas produk buatan Indonesia.
Mendag menyebut peningkatan ini sebagai momentum penting untuk terus menggalakkan budaya membeli produk lokal.
Pada peluncuran GASPOL Goes to Campus di UMY, Kemendag menghadirkan berbagai jenama lokal seperti Heaven Lights, Eastmountside, Flicka, Torch, Kahf, Wardah, Roti Ropi, Kalola Space, RSY FNB, hingga UKM Kemahasiswaan UMY.
Produk-produk ini menarik minat mahasiswa dan pengunjung yang hadir di pameran selama dua hari, 19–20 Juni 2025.
Rektor UMY, Achmad Nurmandi, menyambut baik peluncuran GASPOL dan menilai bahwa program ini sangat relevan dengan semangat nasionalisme dan pemberdayaan ekonomi lokal.
“Indonesia memiliki kekuatan luar biasa untuk mendayagunakan, menggunakan, membeli, dan memproduksi dengan standar kualitas prima sehingga konsumen puas dengan apa yang dihasilkan di dalam negeri,” ujar Achmad.
Tak hanya mendorong pembelian produk lokal, Kemendag juga aktif mendukung UMKM dalam meningkatkan kualitas produk dan memperluas pasar, baik dalam negeri maupun ekspor.
Untuk pasar domestik, Kemendag memiliki berbagai program seperti business matching dengan retail modern, penguatan branding dan kemasan, dukungan sertifikasi, partisipasi dalam pameran dalam negeri, serta kolaborasi dengan asosiasi ritel.
Sedangkan untuk pasar ekspor, Kemendag mengusung program UMKM BISA Ekspor (Berani Adaptasi, Siap Inovasi), yang menawarkan business matching, pelatihan, hingga bantuan promosi ke buyer luar negeri.
Mendag Busan juga menekankan bahwa budaya membeli produk lokal bukan hanya bentuk cinta tanah air, tetapi juga bentuk investasi jangka panjang bagi keberlanjutan ekonomi nasional.
“Melalui budaya membeli produk lokal, kita tidak hanya memperkuat ekonomi nasional, tetapi juga menjadikan produk lokal sebagai tuan rumah di negeri sendiri,” tegasnya.
Gerakan GASPOL diharapkan terus meluas ke berbagai kampus lain di seluruh Indonesia, sekaligus memperluas ekosistem pendukung UMKM yang tangguh, berdaya saing, dan memiliki pasar yang berkelanjutan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.










