Menko Zulhas: Kopdes Merah Putih Pilar Ekonomi Kerakyatan Desa

AKURAT.CO Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan menegaskan pentingnya peran Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (Kopdes Merah Putih) dalam memperkuat fondasi ekonomi kerakyatan.
Melalui pendekatan yang inklusif dan berkeadilan, koperasi ini diharapkan menjadi ujung tombak pembangunan desa yang berorientasi pada kesejahteraan rakyat.
Dalam sambutannya pada peringatan Hari Susu Nusantara 2025 di Jakarta, Minggu (15/6/2025), Zulkifli menyampaikan bahwa pertumbuhan ekonomi tidak bisa hanya mengandalkan pelaku usaha besar.
Sebaliknya, rakyat harus dilibatkan secara aktif melalui pembangunan ekonomi berbasis desa dan kelurahan.
"Kita harus membangun agar ekonomi tumbuh, negeri maju. Tidak cukup hanya yang besar saja yang tumbuh, rakyat juga harus kuat," ujar Zulhas.
Baca Juga: Kopdes Merah Putih Diluncurkan Serentak 12 Juli, Menko Zulhas: Jadi Rebutan di Daerah
Dirinya menegaskan bahwa Kopdes Merah Putih bukan semata soal besaran dana yang digelontorkan, melainkan soal perhatian dan keberpihakan negara kepada potensi desa. Menurutnya, pembangunan desa yang partisipatif adalah kunci pemerataan pembangunan nasional.
"Kopdes itu sebetulnya bukan soal uang, tapi soal perhatian, keberpihakan," tegasnya.
Zulhas, yang juga menjabat sebagai Ketua Satuan Tugas Nasional Percepatan Pembentukan Kopdes Merah Putih, menekankan pentingnya memposisikan desa sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru yang menopang struktur nasional secara berkelanjutan.
Hal ini sejalan dengan visi pembangunan Presiden Prabowo Subianto yang mendorong pemerataan ekonomi hingga ke pelosok.
"Nggak mungkin yang maju itu hanya yang besar. Maka dibangunlah ekonomi kerakyatan. Sekarang kita dipercayakan sebagai Ketua Satgas Kopdes Merah Putih untuk melanjutkan perjuangan itu," ujarnya.
Lebih lanjut, Zulhas meminta agar Badan Usaha Milik Negara (BUMN) tidak memandang Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) sebagai beban atau objek belas kasihan. Menurutnya, UMKM memiliki potensi besar dan setara dengan pelaku usaha besar jika diberikan akses dan keberpihakan yang nyata.
Baca Juga: Menko Zulhas: Kita Bangun Kopdes Merah Putih dengan Cara yang Benar, Bukan Yang Mudah!
"Saya minta teman-teman BUMN jangan menganggap UMKM itu menyusahkan. Mereka itu setara, hanya butuh political will dan akses. Kalau diberi kesempatan, insya Allah mereka bisa," ucap Zulhas.
Sebelumnya, Program Kopdes Merah Putih sendiri dijadwalkan diluncurkan secara nasional pada 12 Juli 2025. Zulhas mengungkapkan antusiasme masyarakat sangat tinggi. Bahkan, banyak pihak yang berebut untuk menjadi pelopor pendirian koperasi tersebut di wilayahnya.
"Mendapat sambutan yang gegap-gempita di masyarakat. Berebut sekarang yang ingin mendirikan Kopdes ini," katanya usai rapat koordinasi Satgas Nasional Percepatan Pembentukan Kopdes Merah Putih, Jumat (13/6/2025).
Hingga pertengahan Juni 2025, tercatat sebanyak 79.882 desa atau kelurahan, setara 98% dari target nasional, telah melaksanakan Musyawarah Desa Khusus (Musdesus), yang menjadi syarat awal pendirian Kopdes Merah Putih.
Dari jumlah tersebut, lebih dari 37.300 unit telah memenuhi persyaratan legalitas dari Kementerian Hukum dan HAM.
"Jadi on the track, targetnya kan ini 30 Juni. Sekarang baru 13 Juni, sudah 47 persen kira-kira," jelas Zulhas.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini










