Akurat

Prabowo Bakal Resmikan Penambahan Lifting Minyak 30 Ribu Bph dari Blok Cepu

Camelia Rosa | 11 Juni 2025, 16:59 WIB
Prabowo Bakal Resmikan Penambahan Lifting Minyak 30 Ribu Bph dari Blok Cepu

AKURAT.CO Presiden Prabowo Subianto bakal meresmikan penambahan lifting minyak sebanyak 30 ribu barel per hari (BPH/BOPD) dari Blok Cepu milik Exxon Mobil Cepu Ltd. 

Demikian diungkapkan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia di kawasan bp Tangguh Train 3, Papua, Rabu (11/6/2025). 
 
"InsyaAllah kita lagi memohon kiranya Bapak Presiden Prabowo yang akan meresmikan, kenapa? karena sejak 2008 tidak pernah lifting kita itu naik, tidak pernah coba cek," jelasnya. 
 
Bahlil juga mengakui bahwa target lifting minyak dan gas yang dipatok dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) juga tidak pernah tercapai.
 
Oleh karena itu, pemerintah saat ini terus menggenjot agar lifting migas dapat mencapai target APBN.
 
 
"Jadi nanti kita akan menunggu jadwal Bapak Presiden, yang jelas bahwa kita Alhamdulillah dapat (tambahan lifiting minyak)," imbuhnya. 
 
Sebelumnya, Bahlil memproyeksikan bahwa lifting minyak di Indonesia akan naik 30 ribu bph pada Agustus 2025 yang berasal dari Blok Cepu. 
 
"Saya tadi sudah bicara dengan ExxonMobil yang liftingnya sekarang 155 ribu bph. Tapi di Juli-Agustus, liftingnya bertambah 30 ribu bph, jadi angka produksinya bisa mencapai 185-190 ribu bph," jelas Bahlil dalam paparannya di IPA Convex 2025, Banten, Rabu (21/5/2025) lalu. 
 
Ia menyebutkan, kinerja lifting minyak Indonesia saat ini mencapai 580 ribu bph, dari target APBN 2025 sebesar 635 ribu bph.
 
Bahlil menambahkan, selain dari Exxon, kenaikan lifting minyak juga akan berasal dari kontribusi perusahaan migas asal Italia, ENI SpA, sebesar 90 ribu BOPD pada tahun 2027 mendatang. 
 
"Ini diluar yang kemarin Bapak Presiden resmikan 20 ribu barel, dan beberapa KKKS lain yang belum kita laporkan secara detail," tukas Bahlil. 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.