Akurat

Furnitur Indonesia Raup Transaksi Rp3,7 Miliar di INDEX Dubai 2025

Andi Syafriadi | 5 Juni 2025, 16:30 WIB
Furnitur Indonesia Raup Transaksi Rp3,7 Miliar di INDEX Dubai 2025

AKURAT.CO Produk furnitur Indonesia kembali menorehkan prestasi di pasar internasional dengan mencatatkan potensi transaksi senilai USD225 ribu atau sekitar Rp3,7 miliar dalam pameran Interior Design and Furniture Exhibition (INDEX) Dubai 2025.

Pameran yang digelar pada 27—29 Mei 2025 di Dubai World Trade Center itu menjadi ajang penting bagi Indonesia untuk menunjukkan kekuatan produk furnitur berbahan kayu dan rotan alami di tengah dominasi produk sintetis dari negara lain.

Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kementerian Perdagangan, Fajarini Puntodewi, menyampaikan apresiasinya terhadap partisipasi aktif pelaku usaha Indonesia dalam ajang tahunan tersebut.

Menurutnya, INDEX Dubai adalah pameran furnitur dan desain interior terbesar di kawasan Timur Tengah dan Afrika Utara yang tengah mengalami pertumbuhan pesat, dengan nilai pasar mencapai USD 80 miliar.

“Pasar Timur Tengah dan Afrika Utara sangat dinamis dan menawarkan peluang besar. Kami mendorong pelaku usaha furnitur Indonesia untuk terus berpromosi, baik bersama pemerintah maupun secara mandiri, agar Indonesia tidak kehilangan momentum menjadikan UEA sebagai hub strategis perdagangan global,” ujar Fajarini dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Kamis (5/6/2025).

Baca Juga: Kemendag Gandeng KPK Perkuat Whistleblowing System

Fajarini juga mengajak para pelaku industri furnitur, termasuk pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), untuk aktif mengikuti berbagai pameran internasional. Dengan begitu, produk Indonesia bisa menjangkau pasar global dan bersaing secara kompetitif.

Sementara itu, Kepala Indonesian Trade Promotion Center (ITPC) Dubai, Widy Haryono, mengungkapkan optimisme bahwa kualitas dan desain furnitur Indonesia sudah mampu bersaing di pasar Uni Emirat Arab (UEA).

Ia berharap keikutsertaan dalam INDEX Dubai dapat membuka lebih banyak peluang kemitraan dan ekspansi pasar, termasuk menjadikan UEA sebagai pintu masuk ke pasar Amerika Serikat.

“Dengan posisi UEA sebagai hub perdagangan dunia, pelaku usaha Indonesia memiliki peluang besar untuk mengakses pasar baru. Selain lokasi geografis yang strategis, UEA juga menawarkan insentif usaha, kemudahan regulasi, dan infrastruktur bisnis yang sangat mendukung,” jelas Widy.

Pada INDEX Dubai 2025, Paviliun Indonesia mengusung tema “Tropical Vibes”. Kehadiran paviliun tersebut merupakan hasil kolaborasi antara ITPC Dubai dan Direktorat Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional.

Baca Juga: Kemendag Sebut Refund Tiket Konser Day6 Baru 47 Persen

Produk-produk yang ditampilkan berasal dari kerja sama PT Art Classic Indonesia dengan salah satu importir furnitur asal Indonesia yang bermarkas di Dubai dan secara rutin menyuplai furnitur untuk proyek hotel dan resor di Timur Tengah.

Sutrisno dari PT Art Classic Indonesia mengatakan bahwa partisipasi di INDEX Dubai memberi wawasan baru terkait selera pasar dan peluang bisnis internasional.

“Kami mendapat kesempatan bertemu dengan banyak calon pembeli dan berhasil meraih trial order satu kontainer outdoor furniture berkapasitas 30 ton,” ungkapnya.

Selama tiga hari pameran berlangsung, Paviliun Indonesia menarik lebih dari 500 pengunjung dari berbagai negara seperti India, Kazakhstan, Rusia, Yordania, Mesir, Arab Saudi, Oman, Turki, Mauritius, dan Maladewa. Sebagian besar dari mereka merupakan pembeli potensial yang sudah memiliki showroom di kota-kota besar UEA dan menjadi pemasok untuk pasar regional.

Data perdagangan menunjukkan bahwa pada periode Januari hingga April 2025, ekspor Indonesia ke UEA mencapai USD1,04 miliar, naik 14,63% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Ekspor furnitur turut menyumbang peningkatan ini dengan nilai USD4,89 juta, naik 17,82% dari tahun sebelumnya yang tercatat sebesar USD4,15 juta.

Secara keseluruhan, total perdagangan Indonesia dengan UEA pada periode tersebut mencapai USD1,8 miliar, mengalami pertumbuhan 12,97% dibandingkan tahun lalu. Indonesia juga mencatatkan surplus perdagangan terhadap UEA sebesar USD272,5 juta, memperkuat posisi Indonesia sebagai mitra dagang penting bagi kawasan tersebut.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

H
Reporter
Hefriday
Andi Syafriadi