AKURAT.CO Kementerian Perdagangan (Kemendag) resmi memperkuat kerja sama dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam upaya mewujudkan tata kelola pemerintahan yang bersih.
Langkah tersebut diwujudkan melalui penandatanganan perjanjian implementasi sistem pelaporan pelanggaran (Whistleblowing System/WBS), yang berlangsung di kantor Kemendag, Jakarta, Rabu (4/6/2025).
Menteri Perdagangan Budi Santoso mendorong seluruh aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Kemendag agar berani melaporkan berbagai bentuk pelanggaran yang terjadi, baik terkait korupsi, pelanggaran disiplin, maupun pelanggaran kode etik pegawai.
“Apabila saudara melihat atau mengetahui adanya dugaan pelanggaran, segera laporkan melalui WBS Kemendag. Kami menjamin kerahasiaan identitas pelapor melalui Inspektorat Jenderal,” tegas Budi.
Baca Juga: Kemendag Gandeng IKEA Naikkan Kapasitas UMKM
Dirinya menekankan bahwa sistem pelaporan ini adalah langkah nyata untuk membentuk budaya birokrasi yang transparan, akuntabel, dan bebas dari praktik menyimpang. Sistem ini diharapkan menjadi wadah yang aman bagi siapa pun yang ingin menyuarakan kebenaran.
Inspektur Jenderal Kemendag, Putu Jayan Danu Putra, menjelaskan bahwa kerja sama antara Kemendag dan KPK dalam implementasi WBS sebenarnya telah berlangsung sejak 2021, namun diperbarui dan diperkuat kembali pada tahun ini.
“Melalui pembaruan ini, kami memperluas jangkauan pelaporan. Tidak hanya dari internal ASN, masyarakat umum pun kini dapat melaporkan dugaan pelanggaran lewat sistem ini,” ujar Putu.
Dirinya menambahkan bahwa setiap laporan yang masuk melalui WBS akan dijamin kerahasiaannya dan pelapor akan mendapatkan perlindungan hukum, termasuk dalam hal pengembangan karier dan keamanan pribadi.
Pengelolaan WBS di Kemendag berada di bawah koordinasi Inspektorat Jenderal dan didukung oleh pengelola sistem di setiap unit kerja. Sistem ini juga telah terintegrasi langsung dengan KPK untuk mempercepat tindak lanjut laporan yang masuk.
“Terdapat empat tahapan dalam penanganan laporan, yakni verifikasi, pemeriksaan atau investigasi, pemantauan, serta evaluasi. Laporan harus memuat informasi yang jelas: siapa yang dilaporkan, bentuk dugaan pelanggarannya, lokasi kejadian, waktu, dan kronologi,” jelas Putu.
Sementara itu, Deputi Bidang Informasi dan Data KPK, Eko Marjono, mengungkapkan bahwa pada tahun 2024, KPK menerima lebih dari 5.000 pengaduan masyarakat. Dari jumlah tersebut, sekitar 1.600 berasal dari sistem WBS.
“Dari 1.600 laporan WBS yang kami terima, sekitar 30 persen berhasil diverifikasi dan dilanjutkan ke tahap investigasi awal. Ini menunjukkan efektivitas sistem dalam menjaring laporan yang kredibel,” ujar Eko.
Kemendag berharap, melalui kerja sama yang lebih kuat dengan KPK ini, kepercayaan publik terhadap integritas birokrasi dapat meningkat.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Contoh Teks Pidato Hari Santri 2026 Singkat dan Lucu, Mudah Dihafal!
- 2Tumbang Lawan Lazio, Juventus Mulai Pertimbangkan Depak Luciano Spalletti dan Bidik Antonio Conte
- 3Prediksi Skor Lille vs Galatasaray: Duel Sengit Demi Poin Perdana Liga Champions
- 4Prediksi Skor Aston Villa vs Viking 22 Oktober 2026: Tuan Rumah Diunggulkan Menang
- 5Prediksi Skor Sporting CP vs LASK Linz 22 Oktober 2026: Tuan Rumah Diunggulkan
- 6Prediksi Skor Bali United vs Garudayaksa 21 Oktober 2026: Serdadu Tridatu Diunggulkan?
- 720 Link Twibbon Hari Santri Nasional 2026 Gratis untuk Dibagikan ke Media Sosial
- 8Siapa Aktivis Greenpeace yang Viral di Bundaran HI? Ini Profil dan Pesan Aksinya
- 9Enam Perusahaan Kena Sanksi Karhutla, Total Sudah 32
- 10Prabowo Usut Tuntas Karhutla: Kali Ini Tidak Bisa Ditindak Biasa-biasa Saja










