Akurat

Pemerintah Dorong Modernisasi dan Hilirisasi untuk Pacu Daya Saing Global

Atikah Umiyani | 12 Mei 2025, 21:03 WIB
Pemerintah Dorong Modernisasi dan Hilirisasi untuk Pacu Daya Saing Global

AKURAT.CO Kementerian Pertanian (Kementan) terus memperkuat komitmennya dalam meningkatkan daya saing sektor pertanian nasional melalui riset, inovasi, dan modernisasi.

Hal itu ditegaskan Wakil Menteri Pertanian, Sudaryono, saat melakukan kunjungan kerja ke Taman Sains Pertanian (TSP) Balai Perakitan dan Pengujian Tanaman Industri dan Penyegar (BRMP TRI) di Sukabumi, Jawa Barat.

Dalam kunjungannya, Sudaryono meninjau langsung sejumlah fasilitas strategis seperti area pembibitan kopi, koleksi plasma nutfah tanaman perkebunan, hingga proses pengolahan kopi, kakao, dan pengembangan biofuel berbasis tanaman.

"Negara kita ini keren. Ada 64 balai di Kementerian Pertanian yang mengelola perbenihan, pembibitan, hingga pascapanen. Bahkan ada balai yang mampu melakukan inseminasi buatan untuk mendukung produksi sapi nasional," ujar Sudaryono, dikutip Senin (12/5/2025).

Ia menegaskan bahwa riset dan modernisasi menjadi pilar utama dalam mewujudkan cita-cita Presiden Prabowo Subianto, yakni mengembalikan kejayaan komoditas perkebunan Indonesia di pasar dunia.

“Pak Presiden Prabowo ingin komoditas perkebunan kita kembali menjadi nomor satu di dunia. Insya Allah, sambil mengejar swasembada beras, kita paralel menyiapkan lompatan besar untuk sektor perkebunan," tegas Sudaryono.

Baca Juga: Jenazah WNI Korban Online Scam di Kamboja Dipulangkan, Pemerintah RI Desak Penegakan Hukum

Selain fokus pada produksi pangan, Sudaryono juga mendorong percepatan hilirisasi di sektor pertanian, khususnya pengembangan energi berbasis biofuel dari tanaman perkebunan seperti sawit dan tebu.

"Potensi kita luar biasa. Tebu bisa diolah menjadi bioetanol, sawit menjadi bahan bakar ramah lingkungan. Ketika kebutuhan pangan tercukupi, kita bisa manfaatkan keunggulan ini untuk ketahanan energi," jelasnya.

Dalam kesempatan itu, Sudaryono—yang akrab disapa Mas Dar—juga menekankan pentingnya menjembatani hasil riset pertanian dengan kebutuhan praktis dunia usaha, terutama bagi generasi muda.

"PR besar kita adalah memperkecil gap antara riset dan dunia usaha. Banyak anak muda belajar agribisnis dari media sosial tanpa basis riset ilmiah. Kita ingin hasil riset pertanian ini menjadi model bisnis nyata yang bisa langsung ditiru dan dikembangkan," ujarnya.

Dengan sinergi kuat antara riset, dunia usaha, dan generasi muda, Sudaryono optimistis sektor pertanian Indonesia bisa menjadi motor pertumbuhan ekonomi nasional berbasis inovasi.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.