Legislator Desak Pembangunan Jalan Khusus Tambang di Kalimantan Tengah

AKURAT.CO Anggota Komisi XII DPR RI, Totok Daryanto menyoroti penggunaan jalan umum oleh pengusaha tambang sebagai sarana jalur transportasi dan jalur distribusi hasil tambang.
Menurutnya, apabila hal ini dibiarkan terus-menerus maka pemerintah daerah dan masyarakat akan sangat dirugikan akibat rusaknya jalan raya yang dilintasi kendaraan truk pengangkut batu bara.
"Saya minta penjelasan yang mewakili dari bapak-bapak pengusaha tambang. Menurut bapak-bapak gimana ya soal transportasi penggunaan jalan tambang melewati jalan umum ini? Sebenarnya terkait tambang itu apa tidak bisa memiliki jalan sendiri, tidak bisa dibangun ya sarana dan prasarana produksinya," terangnya dikutip Minggu (27/4/2025).
Baca Juga: Ekspor Batu Bara RI Melorot di Maret 2025, Ini Kata Dirjen Minerba
Sebagaimana diketahui, jalan Palangka Raya-Kuala Kurun dan jalur Bukit Liti-Bawan-Kuala Kurun merupakan jalur utama yang digunakan oleh perusahaan tambang untuk mengangkut hasil tambang, terutama batu bara, dari wilayah tambang menuju pelabuhan atau lokasi pengolahan.
Politisi Partai Amanat Nasional ini melanjutkan, bisa jadi pemerintah daerah selama ini tidak dapat apa-apa dari aktivitas pertambangan karena jumlah penerimaan negara bukan pajak (PNBP) dari hasil pertambangan nilainya tidak sebanding dengan besarnya dana APBD yang digunakan untuk perbaikan jalan rusak akibat truk-truk pengangkut batu bara.
"Pemda nggak dapat apa-apa rugi, masyarakat terganggu. Jalan itu kan tanggungan negara melalui APBN atau APBD. Jadi saya kira masalah jalan ini perlu menjadi perhatian. Walaupun kalau saya lihat ya protes masyarakat di sini mungkin tidak terlalu besar karena jumlah penduduknya masih kecil," tutur Legislator Dapil Daerah Istimewa Yogyakarta ini.
Apalagi dinilainya, penggunaan jalan oleh truk tambang yang sering membawa muatan berlebih menyebabkan kerusakan jalan dan kemacetan.
Baca Juga: CPO dan Batu Bara Turun, Besi dan Baja Jadi Andalan Baru Ekspor Non Migas RI
Oleh sebab itu , Totok mendorong Pemprov Kalteng duduk bersama para pemangku kepentingan, menyiapkan anggaran untuk peningkatan jalan dan penataan logistik tambang untuk mengatasi masalah ini.
"Kalimantan Tengah ini adalah daerah pertahanan Kalimantan terakhir mungkin ya karena yang lain sudah rusak. Apakah kita juga akan merusak, mumpung masih awal itu saya kira masih bisa dijaga dan dibenahi bersama masalah ilegal mining, jalur distribusi pertambangan dan sebagainya," pungkasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Eks Ketua KY Soroti Putusan MK soal Ijazah Gibran: Tidak Menemukan Bukti Bukan Berarti Terbukti
- 2Kalender Jawa 12 Oktober 2026: Watak Weton Senin Pahing Dikenal Tegas dan Punya Cita-Cita Tinggi
- 3Kontak Tembak di Papua Barat Daya, Komandan Operasi OPM Dikabarkan Tewas
- 4Prediksi Lens vs Sporting CP 13 Oktober 2026: Skor, H2H, dan Susunan Pemain
- 5Kalender Jawa 13 Oktober 2026: Watak Weton Selasa Pon, Setia tetapi Mudah Cemburu
- 6Prediksi Skor Sabah FK vs Slavia Praha 13 Oktober 2026: Siapa yang Diunggulkan?
- 7Zelensky: Jika Trump dan Putin Menginginkan Pemilu di Ukraina, Syaratnya Gencatan Senjata 60 Hari
- 8Aprilia Buang Peluang Emas Meski Kuasai 4 Besar di Mandalika, Marc Marquez Pemenang Sesungguhnya!
- 9Kata Gibran Terkait Survei Celios: Kritik Harus Dijawab dengan Kerja Lebih Baik
- 10KPK Jadwalkan Ulang Pemeriksaan Nusron Wahid Pekan Ini






