Akurat

Kementan Cetak Petani Muda, Indonesia Jadi Role Model Global

Oktaviani | 23 April 2025, 16:38 WIB
Kementan Cetak Petani Muda, Indonesia Jadi Role Model Global

AKURAT.CO Indonesia kembali mencuri perhatian dunia lewat program Youth Entrepreneurship and Employment Support Services (YESS) milik Kementerian Pertanian (Kementan).

Program ini dijadikan studi percontohan dalam forum internasional South-South and Triangular Cooperation (SSTC) 2025 yang diikuti oleh lima negara: India, Gambia, Papua Nugini, Kenya, dan Rwanda.

Sebanyak 12 delegasi internasional hadir langsung untuk melihat dari dekat pelaksanaan Program YESS yang telah sukses membina generasi muda menjadi petani modern dan wirausaha berbasis pertanian.

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, menyebut program ini sebagai langkah strategis dalam mempersiapkan Indonesia Emas.

“Anak muda harus disiapkan menjadi garda terdepan. Dua puluh tahun ke depan, merekalah pemimpin bangsa ini. Harus lebih hebat dari kita,” ujar Amran, Rabu (23/4/2025).

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Kementan, Idha Widi Arsanti, menegaskan, pendampingan dan akses permodalan adalah kunci membangkitkan minat generasi muda terhadap pertanian.

Baca Juga: PIK dan Wajah Baru Wisata Religi Urban: Ini Kata Anggota DPRD DKI

“Program YESS mendorong kewirausahaan sekaligus membuka lapangan kerja, terutama di pedesaan,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Pusat Pendidikan Pertanian, Muhammad Amin, mengapresiasi pengakuan internasional terhadap YESS.

“Ini pengakuan global atas dampak nyata program kami. Lebih dari 309 ribu pemuda telah dijangkau, 75 ribu lebih telah membangun usaha pertanian, dan 43 ribu mengalami peningkatan pendapatan,” paparnya.

Ia juga menyoroti keberhasilan lembaga pendidikan vokasi (TVET), seperti Polbangtan Bogor yang menjadi tuan rumah kegiatan.

Dari alumni TVET yang terlibat di program, lebih dari 11.436 orang kini bekerja di sektor pertanian—melampaui target awal 11.000 orang.

“Petani muda kini bukan hanya penanam, tetapi inovator, pemimpin, dan pelopor pertanian berbasis teknologi serta berkelanjutan,” tegas Amin.

Program YESS merupakan kerja sama antara Kementan dan International Fund for Agricultural Development (IFAD). Amin juga menyampaikan terima kasih kepada IFAD atas dukungan yang konsisten.

“Kami berharap peserta SSTC bisa melihat sendiri bukti nyata dari pemberdayaan pemuda melalui YESS, dan membawa inspirasi ini ke negara masing-masing,” pungkasnya.

Baca Juga: Rayen Pono Resmi Laporkan Ahmad Dhani, Disangkakan Pasal Penghapusan Diskriminasi Ras dan Etnis

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.