Freeport Indonesia Kirim Perdana Emas Batangan ke ANTAM 125 Kg atau Senilai Rp207 Miliar

AKURAT.CO PT Freeport Indonesia (PTFI) melakukan pengiriman perdana emas batangan sebanyak 125 kilogram atau senilai Rp207 miliar dengan kadar kemurnian 99,99 persen dari fasilitas Precious Metal Refinery (PMR) Smelter PTFI ke PT Aneka Tambang Tbk (ANTAM).
"Pengiriman emas batangan perdana PTFI ke ANTAM merupakan langkah penting dalam upaya hilirisasi emas di Indonesia. Ini sejalan dengan visi pemerintah untuk memaksimalkan nilai tambah sumber daya alam dan mewujudkan Indonesia Emas 2045," ujar Presiden Direktur PTFI Tony Wenas dalam keterangan resminya, Jumat (14/2/2024).
Tony menambahkan bahwa meskipun ada insiden di salah satu fasilitas Smelter PTFI, perusahaan tetap berkomitmen untuk menjalankan hilirisasi pertambangan.
Pembangunan PMR telah selesai dan memproduksi emas murni, yang menjadi bukti keseriusan PTFI dalam menjalankan hilirisasi.
"PTFI berhasil memproses sekitar 12,56 ton lumpur anoda dari PT Smelting. Dari proses tersebut, dihasilkan emas batangan 189 kg, dengan 125 kg fine gold purity 99,99 persen, sementara 64 kilogram masih akan di-casting ulang untuk memenuhi standar fine gold purity," lanjut Tony.
Baca Juga: Harga Emas Antam di Pegadaian Hari Ini, 14 Februari 2025: Serentak Naik Jadi Rp1.735.000 per Gram
Sementara itu, Direktur Utama ANTAM Nico Kanter menjelaskan bahwa kolaborasi antara PTFI dan ANTAM menunjukkan komitmen kedua perusahaan dalam mengembangkan industri pengolahan mineral Indonesia dan meningkatkan daya saing global.
"Sinergi antara PTFI dan ANTAM merupakan langkah penting menuju kemandirian Indonesia di sektor pertambangan, mengurangi ketergantungan pada produk impor, dan mendorong penggunaan produk dalam negeri," jelas Nico.
Nico menambahkan bahwa penyerapan emas dari PTFI oleh ANTAM memperkuat bisnis emas logam mulia ANTAM untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dalam berinvestasi emas dan menurunkan ketergantungan terhadap impor.
Baca Juga: Linde Memulai Pasokan Gas Industri Kepada PT Freeport Indonesia
Pada November 2024, PTFI dan ANTAM menandatangani perjanjian jual beli emas 99,99 persen, disaksikan oleh Menteri BUMN Erick Thohir dan Wakil Menteri ESDM Yuliot Tanjung. Dalam perjanjian tersebut, ANTAM akan membeli 30 ton emas batangan per tahun dari PTFI, yang akan diolah di Pabrik Pengolahan dan Pemurnian Logam Mulia ANTAM.
"PTFI telah mewujudkan hilirisasi tembaga, dan kini hilirisasi emas. Dalam waktu dekat, hilirisasi perak akan menyusul," kata Tony.
Tony juga menyebutkan bahwa PMR PTFI menjadi salah satu produsen emas batangan di Indonesia dengan kapasitas pemurnian sekitar 50 ton emas dan 200 ton perak per tahun, serta platinum group metals seperti 30 kg platinum dan 375 kg paladium.
Melalui kemitraan strategis ini, PTFI dan ANTAM berkomitmen untuk berkontribusi dalam membangun industri pertambangan nasional yang berdaya saing.
Hilirisasi dalam negeri menjadi kunci untuk menciptakan nilai tambah yang lebih besar dan mempercepat terwujudnya visi Indonesia Emas 2045.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.








