Akurat

Tak Terdampak Longsor, Kementerian ESDM Beri Sinyal Tambang Big Gossan dan DMLZ Freeport Kembali Beroperasi

Yosi Winosa | 11 November 2025, 16:47 WIB
Tak Terdampak Longsor, Kementerian ESDM Beri Sinyal Tambang Big Gossan dan DMLZ Freeport Kembali Beroperasi

AKURAT.CO Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memberi sinyal dimulainya pertambangan di site Big Gossan dan Deep Mill Level Zone (DMLZ) milik PT Freeport Indonesia (PTFI) usah insiden longsor.

Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia mengatakan bahwa tambang milik Freeport di Grasberg Papua memiliki banyak area. Namun, area yang terdampak langsung oleh musibah itu hingga kini belum diizinkan beroperasi kembali.

“Tambang di sana itu kan ada dua. Di bagian yang kena musibah itu kita belum melakukan pergerakan apa-apa sambil kita mempelajari,” kata Bahlil di Kementerian ESDM dikutip, Selasa (11/11/2025).

Bahlil menjelaskan bahwa wilayah operasi tambang bawah tanah Freeport sangat luas, dengan jaringan terowongan yang jika diluruskan mencapai lebih dari 300 kilometer. Dari keseluruhan area tersebut, terdapat bagian yang tidak terdampak insiden dan kini sedang dikaji untuk bisa kembali berproduksi.

Baca Juga: ESDM: Evaluasi Longsor Freeport Masih Jalan, Izin Operasi Belum Diputuskan

“Ada bagian yang memang tidak ada kaitannya dengan musibah Ini lagi di-exercise untuk bagaimana bisa kita produksi. Karena kalau tidak kita produksi Itu dampaknya nanti kepada pendapatan negara,” ujarnya.

Sementara itu, Direktur Jenderal Mineral dan Batubara (Minerba) Kementerian ESDM, Tri Winarno, mengonfirmasi bahwa Freeport telah mengajukan permohonan untuk kembali beroperasi di dua area tambang bawah tanahnya Big Gossan dan Deep Mill Level Zone (DMLZ). “Sudah, sepertinya sudah,” ucap Tri

Namun Tri menegaskan bahwa keputusan pembukaan kembali operasi akan sangat bergantung pada hasil evaluasi teknis, termasuk aspek keselamatan dan mitigasi risiko. Area yang tidak terdampak dapat dioperasikan kembali, tetapi pemerintah meminta Freeport menjelaskan langkah mitigasi secara rinci.

“Kalau misalnya tidak terdampak ya boleh-boleh saja. Tapi mitigasinya seperti apa itu yang kita mau tahu,” tegasnya.

Diberitakan sebelumnya Kementerian ESDM meminta PT Freeport Indonesia (PTFI) untuk memastikan kejadian longsor di tambang bawah tanah mereka tidak terulang sebelum kegiatan produksi kembali dilakukan.

Adapun, sampai saat ini kegiatan operasi produksi di area tambang milik PT Freeport Indonesia masih dihentikan sementara pasca adanya longsor di tambang Bawah Tanah Grasberg Block Cave (GBC).

Direktur Jenderal Mineral dan Batu Bara (Minerba) Kementerian ESDM Tri Winarno mengatakan meski evaluasi sudah dilakukan pihak Freeport, operasi produksi masih dihentikan sementara.

“Freeport sudah melakukan evaluasi terhadap ini. Nah, untuk sementara, untuk yang daerah yang kemarin ada kecelakaan, sementara masih belum boleh dilakukan kegiatan. Kira-kira gitulah, operasi produksi,”kata Tri di Minahasa dikutip, Kamis (30/10/2025).

Tri menambahkan, meskipun aktivitas perbaikan dan pemulihan di area tambang diperbolehkan, kegiatan produksi tetap belum bisa dilanjutkan sampai aspek keselamatan kerja dinilai memenuhi standar. “Kalau perbaikan, ya oke. Tapi yakinkan kami bahwa tidak akan terjadi kejadian yang serupa di situ (tambang Grasberg),” tambahnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.