Akurat

Usai Insiden Longsor, Dirjen Minerba Minta Freeport Pastikan Keamanan Sebelum Produksi Dilanjutkan

Yosi Winosa | 30 Oktober 2025, 20:52 WIB
Usai Insiden Longsor, Dirjen Minerba Minta Freeport Pastikan Keamanan Sebelum Produksi Dilanjutkan

AKURAT.CO Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) meminta PT Freeport Indonesia (PTFI) untuk memastikan kejadian longsor di tambang bawah tanah mereka tidak terulang sebelum kegiatan produksi kembali dilakukan.

Adapun, sampai saat ini kegiatan operasi produksi di area tambang milik PT Freeport Indonesia masih dihentikan sementara pasca adanya longsor di tambang Bawah Tanah Grasberg Block Cave (GBC).

Direktur Jenderal Mineral dan Batu Bara (Minerba) Kementerian ESDM Tri Winarno mengatakan meski evaluasi sudah dilakukan pihak Freeport, operasi produksi masih dihentikan sementara.

“Freeport sudah melakukan evaluasi terhadap ini. Nah, untuk sementara, untuk yang daerah yang kemarin ada kecelakaan, sementara masih belum boleh dilakukan kegiatan. Kira-kira gitulah, operasi produksi,”kata Tri di Minahasa dikutip, Kamis (30/10/2025).

Baca Juga: Cari Penyebab Musibah, Freeport Teliti Kembali Lokasi Longsor

Tri menambahkan, meskipun aktivitas perbaikan dan pemulihan di area tambang diperbolehkan, kegiatan produksi tetap belum bisa dilanjutkan sampai aspek keselamatan kerja dinilai memenuhi standar.

“Kalau perbaikan, ya oke. Tapi yakinkan kami bahwa tidak akan terjadi kejadian yang serupa di situ (tambang Grasberg),” tambahnya.

Lebih lanjut, Tri menyampaikan bahwa pihak Freeport mengajukan izin untuk memulai produksi di tambang lain mereka.

Terdapat dua tambang bawah tanah yang diajukan untuk beroperasi kembali, yakni Deep Mill Level Zone dan Big Gossan.

“Iya, sementara mereka mau propose, itu kan gak ada pengaruh dari situ, ya. Mau propose untuk produksi di situ,” tutur Tri.

Kronologi Longsor

Adapun, pada Senin malam, 8 September 2025, sekitar pukul 22.00 WIT, terjadi aliran material basah dalam jumlah besar di area tambang bawah tanah Grasberg Block Cave, Papua.

Peristiwa ini mengakibatkan tertutupnya akses ke sejumlah area tambang serta membatasi jalur evakuasi bagi tujuh pekerja kontraktor.

Lokasi para pekerja yang terjebak telah teridentifikasi, dan mereka diyakini dalam kondisi aman. Saat ini, tim di lapangan fokus melakukan pembersihan akses untuk membuka jalur evakuasi secepat dan seaman mungkin.

Selain itu, kebutuhan logistik bagi pekerja yang terdampak turut disalurkan secara berkelanjutan.

Operasi tambang Grasberg sementara dihentikan untuk memprioritaskan penanganan insiden dan evakuasi pekerja. Pihak perusahaan memastikan bahwa seluruh pekerja lainnya berada dalam kondisi aman.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.