RDMP Balikpapan Mulai Produksi Januari 2026, Bakal Didistribusi Penuh Dalam 3 Bulan

AKURAT.CO Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengungkapkan bahwa proyek Refinery Development Master Plan (RDMP) Balikpapan sudah mulai berproduksi pada Januari 2026.
Akan tetapi, PT Pertamina masih membutuhkan waktu sekitar tiga bulan untuk masa persiapan sebelum distribusi dilakukan secara penuh.
Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM, Laode Sulaeman menjelaskan, masa tiga bulan tersebut bukan berarti kilang baru bisa beroperasi, melainkan digunakan untuk menampung dan mengatur stok hasil produksi.
Solar yang diproduksi perlu diisi terlebih dahulu ke dalam tangki penyimpanan sebelum kemudian disalurkan ke badan usaha.
“Jadi 3 bulan itu nampung, diisi semua. Begitu sudah berisi, badan usaha yang ngusulin tadi, oh kamu ngambil dari sini, oh kamu ngambil dari tangki ini, kayak gitu,” kata Laode saat ditemui di Kementerian ESDM dikutip, Kamis (25/12/2025).
Baca Juga: Rampung, Kementerian ESDM Segera Resmikan Proyek RDMP Balikpapan
Laode menambahkan, setelah tangki penyimpanan terisi, barulah dilakukan pengaturan distribusi kepada badan usaha, termasuk penentuan sumber pengambilan, lokasi tangki, dan pelabuhan penyaluran.
Laode juga menekankan bahwa badan usaha swasta yang ingin mengambil pasokan dari RDMP Balikpapan harus segera mengajukan surat permohonan kepada Pertamina sejak sekarang.
“Jadi dibutuhkan waktu 3 bulanan itu untuk ngatur, dia ditampungnya di mana, pelabuhannya di mana. Tapi swastanya harus bersurat sejak sekarang ke Pertaminanya,” tambahnya.
Terkait peresmian RDMP Balikpapan, Laode mengatakan pemerintah masih menunggu waktu yang tepat. Dirinya menyebutkan bahwa sebelumnya peresmian hampir dilakukan, namun berdasarkan informasi dari Pertamina, operasional kilang sudah mulai berjalan sejak Januari.
“Nah, kita tunggu aja ya. Kan kemarin nyaris sudah mau diresmikan. Kalau informasi dari pertamina, Januari sudah jalan (produksi),” tutur Laode.
Adapun, Kilang Pertamina Internasional awal sebagai bagian dari rangkaian tahapan start up unit utama pengolahan atau Residual Fluid Catalytic Cracking (RFCC) Complex hasil Proyek Refinery Development Master Plan (RDMP) Balikpapan.
Unit RFCC merupakan unit utama kilang, sebagai jantung modernisasi kilang yang akan memproduksi bahan bakar berstandar setara Euro V dan meningkatkan efisiensi serta nilai ekonomi Kilang Balikpapan.
Proyek RDMP Balikpapan sendiri merupakan Proyek Strategis Nasional (PSN) yang dijalankan PT Kilang Pertamina Internasional (KPI), melalui anak usahanya PT Kilang Pertamina Balikpapan (KPB).
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Demo BEM UI 28 Oktober 2026: Cek Lokasi, Jadwal, dan Informasi Terbaru
- 2Cara Daftar BLT Kesra Rp900 Ribu Akhir Oktober 2026, Cek Tahapannya
- 3UMKM Indonesia Bidik Pasar Global, LPEI Tawarkan Pembiayaan hingga Konsultasi Ekspor
- 4Lineup Jazz Goes to Campus 2026 Lengkap, Ada Kahitna hingga Maliq & D'Essentials
- 5Survei IPO: Gerindra Memimpin, PSI yang Diperkuat Jokowi di Posisi Sembilan
- 6KPK Tegaskan Tak Sita atau Terima Pengembalian Rp40 Juta dari PCNU Terkait Muktamar NU
- 7Link Live Streaming Garudayaksa vs Persib Bandung Malam Ini, Klik di Sini!
- 8Kalender Jawa 28 Oktober 2026: Watak Weton Rabu Pon, Benarkah Dikenal Pekerja Keras?
- 9Auditor BPK Ungkap Enam Penyimpangan Yaqut Cholil Qoumas dalam Penetapan Kuota Haji Tambahan
- 10KPK Jadwalkan Ulang Pemeriksaan Nusron Wahid di Kasus Suap HGB Summarecon









