Akurat

Kejar Swasembada Pangan, Kementan Perluas Sawah di Tarakan

M. Rahman | 17 Januari 2025, 15:28 WIB
Kejar Swasembada Pangan, Kementan Perluas Sawah di Tarakan

AKURAT.CO Kementerian Pertanian (Kementan) konsisten memberikan pendampingan terhadap kelompok masyarakat khususnya kelompok tani (Poktan) untuk menambah luasan area lahan untuk dijadikan sawah bagi petani milenial.

Upaya tersebut sebagai salah satu strategi untuk meningkatkan produktivitas di sektor pertanian dalam rangka mencapai target swasembada pangan yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto.

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman mengatakan Kementan telah menyiapkan langkah strategis guna mempercepat pencapaian swasembada pangan. Di tahun 2025, Kementan terus memperkuat cetak sawah, oplah hingga dukungan sarana-prasarana produksi.

Menteri Amran menegaskan program cetak sawah dan oplah akan terus dikejar untuk meningkatkan produksi padi nasional. Menteri Amran juga mendorong jajarannya untuk terus bekerja optimal guna menyukseskan program tersebut.

“Rencana kita ke depan di tahun 2025, kita sudah siapkan dari sekarang. Untuk oplah dan cetak sawah, persiapan cukup bagus. Kami minta seluruh penanggung jawab oplah dan cetak sawah untuk tingkatkan,” ungkap Amran dalam keterangannya, Jumat (17/1/2025).

Baca Juga: Bidik Swasembada Pangan Nasional, Kementan Perkuat Brigade Pangan Merauke

Lebih lanjut Menteri Amran menjelaskan, Oplah menjadi strategi dalam upaya peningkatan produktivitas pertanian, khususnya dalam produksi padi. Oplah difokuskan pada peningkatan produktivitas lahan pertanian, terutama lahan rawa yang belum dimanfaatkan secara optimal.

Program ini tidak hanya bertujuan memperluas areal tanam, tetapi juga untuk mengoptimalkan lahan yang sudah ada agar dapat menghasilkan lebih banyak dan lebih efisien.

Mendukung program tersebut, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Kementan, Idha Widi Arsanti, mengatakan pihaknya berkomitmen untuk mendukung percepatan swasembada pangan dengan inovasi berkelanjutan yang berfokus pada peningkatan kapasitas SDM pertanian.

"Kami fokus mencetak SDM yang adaptif terhadap teknologi dan dapat memimpin perubahan dalam sektor pertanian. Penciri pertanian modern meliputi penggunaan alat mesin pertanian, benih unggul, dan manajemen usaha dengan skala efisien ( sekitar 200 ha). Dengan dukungan infrastruktur dan partisipasi generasi muda, peningkatan produksi beras nasional diharapkan dapat tercapai dengan cepat,” tegas Santi.

Santi dalam berbagai kesempatan menegaskan bahwa sektor pertanian perlu ditangani serius dan memerlukan kolaborasi harmoni dalam menyelesaikan permasalah yang ada.

Ia mengungkapkan bahwa lebih dari 1.500 Brigade Pangan telah dibentuk. Setiap brigade terdiri atas 15 petani milenial yang mengelola 200 hektare lahan secara modern. Mereka didukung 400 pendamping dari Kementan dan 50 mentor.

Kepala Pusat Pelatihan Pertanian, Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Kementan, Inneke Kusumawaty menjelaskan saat berkunjung di Kantor Walikota Tarakan, Minggu, (12/01/2025) untuk penambahan luasan area lahan dilakukan melalui program optimalisasi lahan rawa (Oplah) dengan disertai pembentukan kelompok petani milenial dalam suatu lembaga yang bernama Brigade Pangan (BP).

Inneke menjelaskan salah satu daerah yang menjadi target program cetak sawah rakyat ini yaitu di Kabupaten Tarakan Kalimantan Utara. Di wilayah ini terdapat 190 hektar (ha) yang potensial dikelola menjadi area garapan untuk para petani. Lahan tersebut saat ini dalam penguasaan tiga Poktan dan dua tokoh masyarakat.

"Kami akan bekerjasama dengan Kepala Dinas (setempat) untuk pengembangan area tanam sehingga dapat di tanami jenis pangan hortikultura," kata Inneke dalam kunjungannya ke Kantor Dinas Pertanian Kota Tarakan terkait sosialisasi oplah cetak sawah dan brigade pangan di Kota Tarakan beberapa waktu lalu.

Dengan komitmen pencetakan sawah rakyat tersebut, Kementan memastikan akan melanjutkan dengan memberikan dukungan dengan pemberian bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan).

Dengan dukungan yang berkesinambungan diharapkan produk pertanian jenis hortikultura dapat meningkat dan mendukung program swasembada pangan. "Targetnya yang diutus untuk dilatih alsintan (pengoperasian) dan aplikasi adalah orang yang mengerti sedikit dan punya kemauan untuk belajar," katanya.

Kunjungan rombongan Pusat Pelatihan Pertanian, Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Kementan ke Kota Tarakan guna sosialisasi Oplah Cetak Sawah dan Brigade Pangan. Setda Kota Tarakan, dan Kepala Dinas Pertanian Kota Tarakan mengambut kedatangan rombongan.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

M
Reporter
M. Rahman
Yosi Winosa