Harga Pangan Hari Ini, Beras hingga Daging Sapi Turun
Hefriday | 10 Januari 2025, 11:33 WIB

AKURAT.CO Pada Awal tahun 2025, Indonesia mencatat tren penurunan harga pada sebagian besar komoditas pangannya.
Data terbaru yang di kutip dari Panel Harga Pangan, Jumat (10/1/2025) menunjukkan bahwa beberapa bahan pokok seperti beras, bawang, cabai, dan daging sapi mengalami penurunan signifikan, sementara komoditas tertentu seperti kedelai impor dan ikan menunjukkan kenaikan harga.
Harga beras premium turun sebesar 3,49% menjadi Rp14.940 per kilogram, dengan penurunan Rp540 dibandingkan periode sebelumnya. Penurunan lebih besar terjadi pada beras medium, yang turun 4,21% atau Rp570 menjadi Rp12.980 per kilogram. Sementara itu, beras SPHP juga mencatat penurunan sebesar 1,20% menjadi Rp12.350 per kilogram.
Harga bawang merah dan bawang putih bonggol menunjukkan tren penurunan yang cukup signifikan. Bawang merah turun 9,85% atau Rp3.980 menjadi Rp36.420 per kilogram, sedangkan bawang putih bonggol turun 3,40% menjadi Rp41.160 per kilogram. Penurunan harga ini memberikan angin segar bagi konsumen yang selama ini terbebani oleh lonjakan harga bawang.
Di kategori sayuran, harga cabai merah keriting dan cabai rawit merah turun drastis. Cabai merah keriting turun hingga 18,79% atau Rp9.670 menjadi Rp41.800 per kilogram, sementara cabai rawit merah turun 11,63% menjadi Rp65.600 per kilogram. Penurunan ini kemungkinan disebabkan oleh peningkatan pasokan dari sentra produksi.
Sementara itu, komoditas daging sapi murni mencatat penurunan harga sebesar 4,51% menjadi Rp128.410 per kilogram. Penurunan ini diikuti oleh harga daging ayam ras, yang turun 3,52% menjadi Rp36.210 per kilogram, serta telur ayam ras yang turun 3,30% menjadi Rp29.580 per kilogram. Penurunan ini diperkirakan dapat meningkatkan daya beli masyarakat terhadap protein hewani.
Di sektor protein nabati, kedelai biji kering impor mengalami kenaikan harga sebesar 3,10%, menjadikannya Rp10.650 per kilogram. Hal ini diperkirakan karena ketergantungan Indonesia pada pasokan impor, yang rentan terhadap fluktuasi harga global.
Namun, beberapa komoditas menunjukkan tren kenaikan harga. Ikan kembung naik 5,68% menjadi Rp40.590 per kilogram, sedangkan ikan tongkol naik 3,59% menjadi Rp33.170 per kilogram. Tren kenaikan harga ikan ini mencerminkan meningkatnya permintaan di awal tahun.
Di sisi lain, minyak goreng kemasan sederhana mencatat kenaikan kecil sebesar 0,31%, menjadi Rp19.380 per liter. Namun, harga minyak goreng curah justru turun 4,31% menjadi Rp16.650 per liter, memberikan alternatif lebih ekonomis bagi konsumen.
Meski begitu, gula konsumsi hanya mencatat penurunan tipis sebesar 0,28%, menjadi Rp17.990 per kilogram. Harga tepung terigu curah turun 2,96% menjadi Rp9.520 per kilogram, sementara tepung terigu kemasan non-curah turun lebih besar, yaitu 6% menjadi Rp12.060 per kilogram.
Secara keseluruhan, penurunan harga pada sebagian besar komoditas memberikan sinyal positif terhadap inflasi yang lebih terkendali di awal tahun. Namun, kenaikan harga pada beberapa komoditas impor mengingatkan pentingnya diversifikasi sumber pangan domestik untuk mengurangi ketergantungan pada pasar internasional.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.










