Akurat

Bahlil Sebut Bauran Energi Terbarukan di 2024 Capai 13,9 Persen dari Target 14,1 Persen

Demi Ermansyah | 28 Desember 2024, 20:27 WIB
Bahlil Sebut Bauran Energi Terbarukan di 2024 Capai 13,9 Persen dari Target 14,1 Persen

AKURAT.CO Energi terbarukan menjadi salah satu pilar utama dalam strategi kemandirian energi Indonesia.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, menegaskan bahwa pemerintah serius menggarap potensi energi terbarukan, khususnya panas bumi, untuk mendukung bauran energi nasional yang lebih bersih dan ramah lingkungan.

“Saat ini, energi terbarukan menyumbang 13,9 persen dari bauran energi nasional. Targetnya pada akhir 2024 mencapai 14,1 persen, dengan panas bumi sebagai andalan utama,” jelas Bahlil di Jakarta, Sabtu (28/12/2024).

Baca Juga: Meleset dari Target APBN 2024, Bauran Energi Primer dari Batu Bara Capai 67 Persen

Energi panas bumi memiliki peran signifikan dalam upaya dekarbonisasi sektor ketenagalistrikan Indonesia. Dari total bauran energi terbarukan, panas bumi menyumbang sekitar 40%. Dengan kapasitas terpasang mencapai 2,6 GW, Indonesia kini menjadi produsen listrik panas bumi terbesar kedua di dunia.

“Sejak 2014, kapasitas terpasang PLTP (Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi) kita meningkat 1,2 GW. Ini baru 11 persen dari total potensi panas bumi Indonesia. Masih banyak yang bisa kita kembangkan,” tambahnya.

Selain panas bumi, pemerintah juga mempercepat transisi ke energi terbarukan lainnya, termasuk kendaraan listrik dan efisiensi energi. Langkah ini diyakini mampu mengurangi emisi karbon sekaligus meningkatkan ketahanan energi nasional.

Bahlil juga menekankan pentingnya kolaborasi dengan sektor swasta dan masyarakat dalam mendukung pengembangan energi terbarukan. “Kunci keberhasilan ada pada dukungan semua pihak. Kita ingin Indonesia menjadi negara yang mandiri dan berkelanjutan di sektor energi,” ujarnya.

Dengan upaya ini, pemerintah berharap energi terbarukan tidak hanya menjadi pelengkap, tetapi juga tulang punggung dalam mewujudkan masa depan energi yang lebih hijau untuk Indonesia.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.