Perkuat Pendidikan Pertanian, Kementan Evaluasi dan Dorong Keberlanjutan Program PHLN

AKURAT.CO Kementerian Pertanian (Kementan) terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia di sektor pertanian melalui program-program strategis.
Salah satu langkah nyata yang dilakukan adalah Rapat Evaluasi Lingkup Pendidikan Pertanian dan Strategi Keberlanjutan Program YESS (Youth Entrepreneurship and Employment Support Services) yang digelar di Malang, 18-20 Desember 2024.
Menteri Pertanian, Amran Sulaiman, menegaskan pentingnya penguatan generasi muda sebagai penggerak utama sektor pertanian.
"Melalui program ini, generasi muda tidak hanya mendapatkan edukasi, tetapi juga keterampilan dari sektor hulu hingga hilir. Mereka diharapkan mampu berinovasi dan berkreasi untuk menghadapi tantangan industri," jelas Amran.
Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, menyatakan, kegiatan ini juga dirancang untuk mengoptimalkan anggaran melalui pelaksanaan paralel dan negosiasi cermat.
“Proses pengawalan YESS-SI harus dilakukan dengan teliti agar program berjalan efektif dan efisien,” ujarnya.
Baca Juga: KPK Panggil Tersangka Kasus Korupsi Akuisisi PT Jembatan Nusantara oleh ASDP
Sekretaris BPPSDMP, Siti Munifah, menambahkan bahwa keberhasilan program tidak lepas dari budaya kerja organisasi yang solid.
"Sinergi dan budaya kerja yang kuat menjadi fondasi keberlanjutan program ini," katanya.
Kepala Pusat Pendidikan Pertanian (Pusdiktan), Muhammad Amin, memaparkan sejumlah strategi keberlanjutan program, yang meliputi:
- Exit strategy untuk memastikan dampak program tetap berlanjut.
- Penguatan SDM kewirausahaan melalui pelatihan dan pendampingan.
- Kolaborasi dan koordinasi dengan berbagai pemangku kepentingan.
- Penyamaan persepsi antara Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) dan SMK-PP terkait brigade pangan.
- Peningkatan kualitas perguruan tinggi melalui tiga pilar utama: kualitas lulusan, kurikulum, dan dosen.
Amin juga menekankan pentingnya regulasi, standarisasi, dan pendampingan untuk memastikan keberlanjutan program pendidikan pertanian yang optimal.
Acara ini dihadiri oleh pimpinan Polbangtan dari Medan, Bogor, Malang, Yogyakarta-Magelang, Gowa, Manokwari, Politeknik Enjiniring Pertanian Indonesia, serta SMK-PP Banjarbaru, Sembawa, dan Kupang.
Tim National Program Manager Unit (NPMU) serta manajer Programme Provincial Project Implementation Unit (PPIU) dari Jawa Barat, Jawa Timur, Kalimantan Selatan, dan Sulawesi Selatan juga turut berpartisipasi.
Baca Juga: BSK Hukum Dorong Kebijakan Berbasis Bukti untuk Solusi Tepat Guna dan Inklusif
Kegiatan ini menjadi momentum strategis untuk memperkuat komitmen bersama dalam mendukung kesejahteraan petani muda dan pembangunan pertanian berkelanjutan.
"Diharapkan, program ini mampu mencetak generasi muda yang inovatif dan berdaya saing di sektor pertanian," tutup Amin.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini










