Akurat

THR Digital Bank Indonesia 2026: Cara Baru Berbagi Lebaran yang Lebih Praktis dan Terstruktur

Idham Nur Indrajaya | 27 Februari 2026, 19:58 WIB
THR Digital Bank Indonesia 2026: Cara Baru Berbagi Lebaran yang Lebih Praktis dan Terstruktur
THR digital Bank Indonesia 2026: cara tukar uang baru BI online, batas maksimal, dan peran QRIS saat Lebaran. Ilustrasi: Gemini AI

AKURAT.CO Setiap Lebaran, momen bagi-bagi uang selalu jadi tradisi yang ditunggu. Anak-anak berbaris, amplop warna-warni berpindah tangan, dan orang tua sibuk menyiapkan pecahan baru.

Namun kini, kebiasaan itu mulai bergeser. Transfer instan lewat ponsel, QR code, hingga pendaftaran tukar uang secara online menjadi bagian dari ritual Ramadan modern.

Di tengah perubahan tersebut, THR digital Bank Indonesia hadir sebagai bentuk adaptasi tradisi ke era sistem pembayaran digital Indonesia yang semakin matang.


Apa Itu THR Digital Bank Indonesia?

THR digital Bank Indonesia adalah skema pemanfaatan layanan pembayaran digital dan sistem penukaran uang resmi yang difasilitasi oleh Bank Indonesia selama Ramadan dan Idulfitri.

Skema ini mencakup:

  • Penukaran uang baru melalui platform PINTAR BI online

  • Pemanfaatan QRIS untuk THR non tunai

  • Distribusi uang layak edar 2026 melalui perbankan

  • Pengaturan kuota tukar uang BI agar lebih merata

Tujuannya adalah memastikan distribusi Rupiah berjalan tertib, aman, dan efisien tanpa menghilangkan nilai tradisi berbagi.


Bagaimana Mekanisme Tukar Uang Baru Lewat PINTAR BI?

Bagi yang ingin menyiapkan uang pecahan baru, prosesnya kini tidak lagi datang langsung dan antre panjang sejak subuh.

Melalui PINTAR BI online, alurnya sebagai berikut:

  1. Masuk ke situs resmi dan isi data sesuai KTP

  2. Pilih lokasi dan jadwal kas keliling BI

  3. Tentukan nominal sesuai batas penukaran uang baru

  4. Simpan bukti pemesanan digital

Sistem kuota tukar uang BI diterapkan untuk mencegah penumpukan. Jika trafik tinggi, pengguna akan masuk antrean virtual penukaran uang (waiting room).

Berapa Maksimal Tukar Uang Baru 2026?

Setiap individu dibatasi sekitar Rp5.300.000 dalam satu paket penukaran.

Komposisi pecahan sudah diatur agar distribusi merata dan tidak terkonsentrasi pada nominal tertentu.

Pemesanan wajib dilakukan paling lambat tujuh hari sebelum jadwal penukaran. Jika kuota penuh, masyarakat harus memilih tanggal lain.


Peran QRIS dalam Skema THR Digital

Selain uang tunai, QRIS untuk THR menjadi opsi yang semakin populer.

Dengan satu kali scan kode QR:

  • Nominal bisa langsung terkirim

  • Tidak perlu menyiapkan amplop

  • Risiko uang hilang atau salah hitung berkurang

  • Transaksi tercatat otomatis

Bagi generasi muda, transaksi QRIS Lebaran terasa lebih praktis dan fleksibel. Cukup menggunakan mobile banking atau dompet digital, THR bisa dikirim dalam hitungan detik.

Ini juga sejalan dengan arah penguatan sistem pembayaran digital Indonesia yang mendorong masyarakat menuju cashless society.


Alokasi Uang Layak Edar dan Strategi BI 2026

Dalam program Semarak Rupiah Ramadan dan Berkah Idulfitri BI, otoritas moneter menyiapkan sekitar Rp185,6 triliun uang layak edar 2026.

Distribusinya mencakup:

  • Sekitar Rp177 triliun untuk kebutuhan perbankan (ATM dan cabang)

  • Sisanya untuk layanan penukaran resmi

  • Layanan kas keliling BI di berbagai titik strategis

Beberapa kota besar bahkan memiliki layanan terpadu skala besar untuk mengakomodasi tingginya permintaan.

Strategi ini memastikan distribusi Rupiah tetap stabil meski tren THR non tunai meningkat.


Apakah Digitalisasi Mengubah Makna Tradisi?

Pertanyaan menariknya: apakah THR digitalisasi membuat Lebaran terasa kurang “hangat”?

Bagi Gen Z dan milenial, adaptasi ini justru dianggap wajar. Mereka tumbuh bersama internet, mobile banking, dan QRIS.

Namun di sisi lain, masih ada kelompok masyarakat yang lebih nyaman dengan uang fisik.

Tantangan lain yang muncul:

  • Potensi server overload saat pembukaan kuota

  • Ketimpangan akses digital di wilayah tertentu

  • Literasi keuangan yang belum merata

Artinya, transformasi ini bukan sekadar soal teknologi, tetapi juga soal kesiapan sosial.


Simulasi Nyata: Kirim THR Tanpa Amplop

Bayangkan seorang mahasiswa ingin memberi THR Rp300.000 kepada adiknya di kampung.

Alih-alih menukar pecahan baru, ia cukup meminta QR code pembayaran adiknya. Dalam satu kali scan, dana langsung masuk ke rekening.

Di sisi lain, orang tua yang tetap ingin membagikan amplop fisik bisa mendaftar tukar uang lewat PINTAR BI online seminggu sebelumnya, datang sesuai jadwal, dan proses selesai tanpa antre panjang.

Dua generasi, dua cara berbagi — dalam satu ekosistem yang sama.


Kenapa Ini Penting untuk Generasi Muda?

Digitalisasi THR punya dampak lebih luas:

  • Mendorong transparansi transaksi

  • Mendukung UMKM yang menerima pembayaran QRIS

  • Mengurangi peredaran uang rusak

  • Mempercepat perputaran ekonomi digital

Jika generasi muda memahami mekanismenya, mereka tidak hanya ikut tren, tetapi juga menjadi bagian dari transformasi ekonomi nasional.

Sebaliknya, tanpa memahami sistem kuota dan jadwal kas keliling BI, banyak orang bisa kehabisan slot penukaran atau salah prosedur.


Tradisi Lama, Sistem Baru

THR digital Bank Indonesia menunjukkan bahwa tradisi tidak harus hilang untuk bisa berkembang.

Amplop mungkin berubah menjadi notifikasi transfer. Antrean panjang berganti dengan antrean virtual.

Namun esensinya tetap sama: berbagi rezeki dan mempererat silaturahmi.

Ke depan, pertanyaannya bukan lagi apakah digitalisasi akan terus berkembang, melainkan seberapa siap kita beradaptasi.

Pantau terus perkembangan kebijakan ini agar tidak ketinggalan informasi penting.


Baca Juga: Apakah Tukar Uang Baru untuk THR Lebaran Termasuk Riba?

Baca Juga: Jelang Lebaran 2026, THR Ojol Kapan Cair? Ini Jadwal dan Syarat Penerimanya

FAQ

1. Apa itu THR digital Bank Indonesia?

THR digital Bank Indonesia adalah skema pemanfaatan sistem pembayaran digital dan layanan penukaran uang resmi yang difasilitasi oleh Bank Indonesia selama Ramadan dan Idulfitri. Skema ini mencakup penukaran uang baru melalui PINTAR BI online serta penggunaan QRIS untuk THR non tunai agar distribusi Rupiah lebih tertib, aman, dan efisien.

2. Bagaimana cara tukar uang baru BI 2026 secara online?

Cara tukar uang baru BI 2026 dilakukan melalui platform PINTAR BI online dengan mengisi data sesuai KTP, memilih lokasi dan jadwal kas keliling BI, lalu menentukan nominal sesuai batas penukaran uang baru. Setelah mendapatkan bukti pemesanan digital, penukar wajib datang sesuai jadwal dengan membawa identitas asli.

3. Berapa maksimal tukar uang baru 2026?

Maksimal tukar uang baru 2026 ditetapkan sekitar Rp5.300.000 per orang dalam satu paket penukaran. Komposisi pecahan sudah diatur agar distribusi merata, sehingga tidak semua kuota terserap pada nominal besar seperti Rp50.000 saja.

4. Kapan jadwal kas keliling BI dibuka?

Jadwal kas keliling BI biasanya diumumkan menjelang Ramadan melalui kanal resmi dan dibuka bertahap sesuai wilayah. Karena sistem kuota tukar uang BI terbatas, masyarakat disarankan memantau pengumuman lebih awal agar tidak kehabisan slot akibat antrean virtual penukaran uang.

5. Apakah QRIS bisa digunakan untuk kirim THR?

QRIS untuk THR bisa digunakan selama penerima memiliki akun bank atau dompet digital yang mendukung fitur tersebut. Transaksi QRIS Lebaran memungkinkan pengiriman dana secara instan tanpa uang tunai, sekaligus tercatat otomatis dalam sistem perbankan sehingga lebih praktis dan minim risiko.

6. Apa perbedaan THR digital dan metode konvensional?

Perbedaan utama terletak pada mekanisme distribusi. THR konvensional mengandalkan uang fisik dan antrean langsung, sedangkan THR digitalisasi memanfaatkan sistem pembayaran digital Indonesia seperti QRIS dan pemesanan online melalui PINTAR BI, sehingga prosesnya lebih terjadwal dan transparan.

7. Kenapa ada sistem kuota dan antrean virtual penukaran uang?

Kuota tukar uang BI dan sistem antrean virtual diterapkan untuk menjaga stabilitas server serta memastikan distribusi uang layak edar 2026 lebih merata. Mekanisme ini juga mencegah penumpukan massa di satu lokasi dan memberi kesempatan yang sama bagi masyarakat di berbagai daerah.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.