Akurat

Menperin Kunjungi IWIP, Pastikan Ekspor Prekursor Nikel Dimulai Awal 2025

Arief Rachman | 3 Desember 2024, 15:15 WIB
Menperin Kunjungi IWIP, Pastikan Ekspor Prekursor Nikel Dimulai Awal 2025

AKURAT.CO Menteri Perindustrian, Agus Gumiwang Kartasasmita, mengunjungi Kawasan Industri Weda Bay Project di Halmahera Tengah, Maluku Utara, untuk memberikan apresiasi atas kemajuan yang dicapai PT Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP).

Kunjungan tersebut menyoroti rencana ekspor prekursor nikel untuk industri baterai kendaraan listrik yang dijadwalkan pada awal 2025.

Agus menyampaikan, dirinya sangat menghargai dedikasi PT IWIP dalam menjadikan Kawasan Industri Weda Bay sebagai kawasan industri terintegrasi pertama di Indonesia yang mendukung pengolahan mineral dan produksi komponen baterai kendaraan listrik.

“Ini adalah langkah besar dalam mendukung pengembangan ekosistem kendaraan listrik di Indonesia. Kami mendukung penuh upaya ini yang sejalan dengan komitmen pemerintah untuk mengurangi emisi Gas Rumah Kaca (GRK) dan mencapai Net Zero Emissions (NZE) pada 2060,” ujar Agus dalam sambutannya di PT IWIP, Selasa (3/12/2024).

Baca Juga: Anggota DPR Haryanto Disanksi Teguran Tertulis MKD Usai Perbuatan Asusila VCS

Menteri Agus menjelaskan bahwa pemerintah berkomitmen untuk menurunkan emisi GRK melalui pengembangan kendaraan bermotor listrik berbasis baterai (KBLBB).

Salah satu langkah strategis tersebut adalah mendukung proyek-proyek seperti Weda Bay, yang diharapkan dapat memperkuat ekosistem kendaraan listrik di Indonesia dan berdampak positif pada ekonomi, terutama di Maluku Utara dan Halmahera Tengah.

PT IWIP, melalui anak perusahaannya PT Huaneng New Material, berencana untuk mengekspor 50.000 ton per tahun Precursor Nickel Cobalt Manganese Hydroxide (NCM) ke pasar Amerika Utara dan Eropa.

Prekursor ini adalah bahan baku penting dalam produksi baterai kendaraan listrik.

Selain itu, Weda Bay Project juga berencana memproduksi Baterai Kendaraan Listrik dan Sistem Penyimpanan Energi (Energy Storage System), dengan kapasitas produksi baterai yang akan dimulai pada 8 GWh pada Maret 2026 dan berkembang hingga 20 GWh pada 2027, menciptakan sekitar 2.800 lapangan pekerjaan.

Proyek ini juga akan memproduksi Off-Road Pure Electric Mining Dump Truck dengan kapasitas baterai mulai dari 282 kWh hingga 375 kWh, dengan perakitan truk pertama dijadwalkan pada Desember 2025.

Baca Juga: Korupsi LNG, KPK Panggil Eks Chief Legal Counsel PT Pertamina Alan Frederick

Selain itu, kawasan ini juga akan memproduksi alumunium ingot dengan kapasitas 1 juta ton per tahun, melalui PT Kemajuan Alumunium Industry, dengan investasi sekitar USD655 juta.

Presiden Direktur PT IWIP, Xiang Binghe, menyampaikan rasa terima kasih kepada pemerintah atas dukungannya, yang menurutnya telah berperan besar dalam pencapaian signifikan proyek ini.

Dengan lebih dari 80.000 karyawan, PT IWIP berharap dapat terus melanjutkan kerjasama ini untuk memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat Indonesia, khususnya di Maluku Utara dan Halmahera Tengah.

“Kami sangat bersyukur atas dukungan luar biasa dari pemerintah, termasuk Kementerian Perindustrian. Kami berharap hubungan baik ini terus terjalin, agar proyek ini dapat berkembang pesat dan memberikan manfaat yang besar,” ujar Xiang.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.