Akurat

Petani Sumbawa Rasakan Langsung Manfaat Program Micro Finance UPLAND Project Kementan

Arief Rachman | 22 November 2024, 15:55 WIB
Petani Sumbawa Rasakan Langsung Manfaat Program Micro Finance UPLAND Project Kementan

AKURAT.CO Program bantuan akses layanan keuangan (microfinance) yang digagas oleh UPLAND Project Kementerian Pertanian (Kementan) terus memberikan dampak positif bagi pemberdayaan ekonomi kelompok tani di Indonesia.

Program ini dirancang untuk mendukung petani mulai dari tahap penanaman hingga produksi hasil pertanian, meningkatkan kesejahteraan mereka melalui kemudahan akses permodalan.

Salah satu penerima manfaat program ini adalah Kelompok Tani Ayubeta di Sumbawa, Nusa Tenggara Barat (NTB).

Ketua kelompok tani, Rusbianto, mengungkapkan, bantuan microfinance yang disalurkan melalui PT Bank Perkreditan Rakyat (BPR) NTB sangat membantu kebutuhan pertanian mereka.

"Terima kasih kepada *UPLAND Project* yang telah menyalurkan dana melalui Bank BPR NTB. Kami sangat terbantu oleh program ini," ujar Rusbianto, Jumat (22/11/2024).

Rusbianto menekankan, pencairan dana melalui Bank BPR NTB berlangsung cepat dan tidak memberatkan petani.

Baca Juga: Profil Faishal Tanjung, Adik Sheila Dara yang Resmi Melamar Penyanyi Nadin Amizah!

Hal ini memberikan kemudahan bagi mereka untuk memenuhi kebutuhan pertanian tepat waktu.

"Proses pencairannya tidak dipersulit, sehingga sangat membantu kami dalam menjalankan usaha tani," tambahnya.

Susi Susanti, anggota Kelompok Tani Ayubeta, menjelaskan bahwa dana bantuan dimanfaatkan untuk pembelian bibit bawang, pupuk, dan obat-obatan.

"Bantuan ini kami gunakan untuk modal menanam bawang serta kebutuhan lain. Terima kasih kepada UPLAND Project. Kami berharap bantuan ini dapat terus berlanjut agar petani semakin sejahtera," kata Susi.

Project Manager UPLAND Project, Muhammad Ikhwan, menjelaskan, program microfinance bertujuan memberikan akses permodalan yang mudah bagi kelompok tani, sekaligus meningkatkan kesejahteraan mereka.

Selain itu, pendampingan dan pelatihan diberikan untuk memastikan pengelolaan dana yang tepat dan berkelanjutan.

"Program ini tidak hanya berupa pinjaman modal, tetapi juga pelatihan dan pendampingan kepada para petani agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang," ujar Ikhwan.

Baca Juga: Bawaslu Tangani 137 Sengketa Pilkada 2024, Selesaikan dengan Musyawarah

Program ini merupakan hasil kolaborasi dengan Islamic Development Bank (IsDB) dan International Fund for Agricultural Development (IFAD), yang dirancang untuk mendukung akses keuangan bagi petani, terutama di daerah dataran tinggi.

Selain bantuan keuangan, UPLAND Project juga memberikan dukungan infrastruktur dan fasilitas lain, mulai dari pembangunan Jalan Usaha Tani (JUT), irigasi perpompaan, alat dan mesin pertanian (alsintan), hingga fasilitas penyimpanan dan pengolahan hasil panen.

Dukungan pemasaran juga diberikan untuk meningkatkan daya saing produk petani di pasar lokal maupun nasional.

Baca Juga: FOSPI Jakarta Tolak Calon Pemimpin yang Terindikasi Korupsi dan Judi Online di Pilkada 2024

Hingga saat ini, UPLAND Project telah menjangkau ribuan petani di 13 kabupaten di Indonesia.

Semua upaya ini sejalan dengan target pemerintah untuk meningkatkan produktivitas pertanian, kesejahteraan petani, dan mewujudkan swasembada pangan.

"Program ini berupaya meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan petani. Melalui kolaborasi dan inovasi, UPLAND Project membantu mewujudkan program swasembada pangan nasional," tutup Ikhwan.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.