Akurat

Lepas Ekspor Produk Kelapa Senilai USD1,5 Juta, Zulhas: Indonesia Produsen Terbesar Kedua

Yosi Winosa | 3 Agustus 2024, 21:51 WIB
Lepas Ekspor Produk Kelapa Senilai USD1,5 Juta, Zulhas: Indonesia Produsen Terbesar Kedua

AKURAT.CO Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan (Zulhas) kembali melepas ekspor. Kali ini, Zulhas melepas ekspor produk kelapa senilai USD1,5 juta atau Rp25,3 miliar.

"Pelepasan ekspor produk olahan kelapa oleh PT. Sari Segar Husada bulan Agustus 2024 ke Australia, Belanda, Tiongkok dan Tanzania, dengan total nilai sebesar USD1.554.900 (Rp25,3 miliar)," kata Zulhas di Lampung, Sabtu (3/8/2024).

Zulhas yang juga Ketua Umum PAN mengatakan kelapa merupakan salah satu sektor yang cukup potensial. Apalagi saat ini, Indonesia merupakan salah satu produsen kepala terbesar di dunia.

Baca Juga: Zulhas Bagikan Makan Gratis-Bantuan Pendidikan ke Siswa di Lampung Selatan

"Indonesia merupakan produsen kelapa kedua terbesar di dunia setelah Filipina dengan total luas wilayah perkebunan kelapa mencapai 3,3 juta hektar dengan kapasitas produksi 2,8 juta ton pada tahun 2023," jelasnya.

"Pada periode 2019-2023, trend ekspor produk olahan kelapa mencapai 11,89 persen. Ekspor produk olahan kelapa Indonesia pada Januari-Mei 2024, telah mencapai USD564,38 juta atau mengalami pertumbuhan 4,45% dari tahun 2023," sambungnya.

Oleh karena itu, Kemendag berkomitmen untuk meningkatkan potensi di sektor tersebut lewat pemberian bantuan berupa bibit unggul dan pelatihan. Sebab diprediksi, ke depan total nilai perdagangan industri kelapa dunia diproyeksikan bertumbuh 8,6% pada tahun 2030.

"Nanti akan kami bantu memberikan bibit unggul dan pelatihan bagaimana cara menanam hingga memetik dengan baik. Tentu itu akan memberikan nilai tambah yang luar biasa. Kita punya kelapa, punya cokelat, kopi, lada, cengkeh, dan lain-lain. Jika ini dibenahi, maka akan menjadi keunggulan Indonesia," tukas Zulhas

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

M
Reporter
M. Rahman
Yosi Winosa