Akurat

Rapat Perdana Satgas Percepatan Swasembada Gula Bioetanol, Bahlil: Rakyat Juga Harus Dapat Hasil

Silvia Nur Fajri | 4 Mei 2024, 14:15 WIB
Rapat Perdana Satgas Percepatan Swasembada Gula Bioetanol, Bahlil: Rakyat Juga Harus Dapat Hasil

AKURAT.CO Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Swasembada Gula dan Bioetanol yang diketuai oleh Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia mengadakan rapat perdana di kantor Kementerian Investasi/BKPM Jakarta, Selasa sore (30/4/2024).

Rapat ini bertujuan untuk melakukan pembagian tugas awal dengan Kementerian/Lembaga terkait yang ditunjuk oleh Presiden Joko Widodo untuk mendorong percepatan investasi komoditas tebu.

"Ini merupakan tindak lanjut dari ratas (Rapat Terbatas) kami dua bulan lalu yang juga dihadiri oleh Kepala Badan Karantina waktu itu. Dimana yang hadir di dalam ratas itu adalah Menteri BUMN, Menteri LHK, Menko Perekonomian, dan Mendagri, kalau tidak salah waktu itu. Kemudian diputuskanlah untuk melakukan konsolidasi percepatan swasembada gula," katanya dalam keterangan tertulis, Sabtu (4/5/2024).

Baca Juga: Pemerintah Bentuk Satgas Percepatan Swasembada Gula dan Bioetanol di Merauke

Sesuai dengan Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 15 Tahun 2024, satgas ini dibentuk untuk mempercepat fasilitasi investasi komoditas tebu yang terintegrasi dengan industri gula, bioetanol, dan pembangkit listrik biomasa di Kabupaten Merauke Provinsi Papua Selatan.

Terdapat 4 (empat) klaster wilayah dengan total lebih dari dua juta hektare (Ha) yang akan menjadi wilayah pengembangan swasembada gula terintegrasi bioetanol. Menteri Investasi menegaskan bahwa investasi ini akan melibatkan orang daerah.

"Jangan investornya yang tumbuh tapi masyarakatnya mati. Enggak boleh! Kita mau fair. Kita mau investornya tumbuh, negara dapat hasil, daerah dapat hasil, rakyat juga harus dapat hasil," ucapnya.

Selain itu, Bahlil juga mengungkapkan bahwa Badan Karantina Indonesia telah mengetes bibit tebu yang didatangkan langsung dari Australia, dengan harapan bibit ini akan menghasilkan tanaman tebu yang berkualitas. Pelaksanaan investasi swasembada gula dan bioetanol ini diperkirakan akan selesai pada tahun 2027.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.