Akurat

Genjot Ekonomi Syariah RI, Eks Anggota DPR: Harus Menjadi Kepentingan Nasional

Silvia Nur Fajri | 4 April 2024, 20:01 WIB
Genjot Ekonomi Syariah RI, Eks Anggota DPR: Harus Menjadi Kepentingan Nasional

AKURAT.CO Pembangunan ekonomi syariah di Indonesia mendapat perhatian serius. Tantangan utamanya adalah inklusi keuangan, regulasi, dan pemahaman masyarakat.

Sebagai Anggota DPR RI periode 2014-2019, Hakam Naja menggarisbawahi urgensi untuk mengakselerasi pembangunan ekonomi syariah di Indonesia. Serta, ia menyoroti pentingnya merumuskan masterplan ekonomi syariah yang lebih konkret dan berkelanjutan.

"Dalam konteks ini, kita belum memiliki undang-undang yang secara spesifik mengatur perbankan syariah seperti yang ada di Malaysia. Kita perlu memperkuat ekosistem ekonomi syariah," ujarnya dalam sebuah Diskusi Publik bertajuk Mengkonkritkan Omon-omon Ekonomi Syariah: 5 Tantangan Utama dan Opsi Solusi di Jakarta, Kamis (4/4/2024).

Baca Juga: Soroti Ekonomi Syariah RI, Warek Universitas Paramadina: Tiap Negara Punya Konteks dan Tantangan Berbeda

Menurut Hakam, Indonesia memiliki potensi besar dalam ekonomi syariah, mengingat ukuran populasi dan daya beli yang signifikan. Namun, upaya untuk memajukan sektor ini belum maksimal. 

"Kita harus melihat peluang yang ada dan mengembangkannya menjadi kepentingan nasional," tambahnya.

Salah satu fokusnya adalah pada produksi produk halal. Meskipun Indonesia merupakan negara dengan populasi muslim terbesar di dunia, namun masih terdapat banyak peluang yang belum dimanfaatkan sepenuhnya. 

"Kita harus mampu bersaing dengan negara-negara lain yang sudah lebih dulu mengambil peluang di sektor ini," ungkapnya.

Selanjutnya, Hakam juga menyoroti pentingnya peran pemerintah dalam mendorong pertumbuhan ekonomi syariah. "Kita membutuhkan suatu formula yang didorong oleh pemerintah, baik dalam hal regulasi maupun pengembangan infrastruktur," paparnya.

Selain itu, ia menekankan pentingnya kolaborasi antara berbagai pihak, termasuk pemerintah, lembaga riset, swasta, dan masyarakat secara keseluruhan. "Kita harus bersatu untuk mengembangkan ekonomi syariah agar dapat bersaing secara global," tandasnya.

Dalam hal ini, data menunjukkan bahwa sektor ekonomi syariah memiliki potensi pertumbuhan yang besar. Menurut laporan terbaru, nilai ekonomi syariah global mencapai lebih dari USD2 triliun. Indonesia, sebagai negara dengan populasi muslim terbesar, memiliki kesempatan unik untuk memperkuat posisinya dalam pasar ini.

Dengan langkah-langkah strategis yang tepat, Hakam yakin Indonesia dapat memperkuat posisinya dalam perekonomian global dan mengambil peran yang lebih aktif dalam pasar ekonomi syariah.

Dengan memanfaatkan potensi ekonomi halal yang besar, Indonesia dapat menjadi pemimpin dalam industri ini, memberikan kontribusi signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi nasional serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara keseluruhan.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.