Akurat

Riset: Pemanfaatan AI dan ML Jadi Strategi Utama Pemasaran Merek di 2024

M. Rahman | 27 Desember 2023, 18:55 WIB
Riset: Pemanfaatan AI dan ML Jadi Strategi Utama Pemasaran Merek di 2024

AKURAT.CO Twilio, sebuah platform interaksi pelanggan yang memberikan pengalaman real-time dan terpersonalisasi untuk brand, berbagi wawasan tentang tren-tren yang diperkirakan akan memengaruhi strategi pemasaran dan interaksi dengan pelanggan di Indonesia dan Asia Pasifik pada tahun 2024. 

Salah satu fokus utama adalah peningkatan peran teknologi kecerdasan buatan (artficial intelligence/AI) dan pembelajaran mesin (machine learning/ML) dalam membantu brand menetapkan segmentasi pasar dan menciptakan konten yang lebih terarah dan efektif. 

Selain itu, terdapat prediksi bahwa lebih banyak pemasar akan mengadopsi pendekatan lintas departemen untuk menciptakan pengalaman pelanggan yang lebih personal dan untuk berdagang dengan penekanan pada pengalaman pelanggan.

Baca Juga: Ketahui Potensi Media Sosial Untuk Bisnis Melalui Digital Marketing Dan Brand Awareness

"Kemajuan dalam teknologi AI dan ML diantisipasi akan mendorong penciptaan konten yang lebih cerdas dan pengalaman pelanggan yang lebih personal dalam skala besar," tulis riset Twilio dikutip Rabu (27/12/2023).

Organisasi bisnis di Indonesia dan Asia Pasifik pada umumnya berlomba-lomba untuk menyajikan pengalaman interaksi pelanggan yang lebih baik, dengan fokus utama pada penciptaan pengalaman yang lebih personal dan antarmuka pengguna yang lebih intuitif. 

Melalui integrasi AI dan ML, brand-brand dapat meningkatkan seluruh rantai nilai pengalaman pelanggan. Menurut data International Data Corporation (IDC), 60% dari 2.000 perusahaan terbesar di Asia berencana untuk mengarahkan anggaran penciptaan pengalaman pelanggan ke AI generatif, dengan rencana secara bertahap menggantikan perangkat lunak generasi lama hingga tahun 2027. 

Ini menunjukkan adanya peningkatan integrasi AI/ML dalam interaksi pelanggan untuk menciptakan pendekatan inovatif yang dapat menarik, mengonversi, dan mempertahankan pelanggan bernilai tinggi.

Personalisasi Konten dengan AI/ML

Dengan analisis data pelanggan individu, AI/ML dapat menghasilkan pesan, email, atau rekomendasi produk yang spesifik dan disesuaikan dengan profil masing-masing pelanggan.  Pemasar dapat dengan mudah menciptakan konten dengan tingkat personalisasi tinggi dalam skala besar. Kemampuan AI untuk mengekstrak informasi berharga dan memprediksi kebutuhan, preferensi, serta perilaku pelanggan akan memungkinkan pemasar meluncurkan kampanye pemasaran yang sangat terarah. 

Keunggulan algoritma AI dalam memproses data besar untuk mengidentifikasi pola dan segmen yang kabur memungkinkan pengembangan strategi segmentasi pelanggan yang lebih efektif. Sistem umpan balik yang responsif juga akan membantu pemasar menyesuaikan strategi mereka seiring waktu.

Konvergensi e-Commerce dan Pengalaman Pelanggan

Perubahan paradigma ritel dari pendekatan berbasis transaksi menjadi penciptaan pengalaman penuh kesan menjadi penentu dalam mengelola interaksi konsumen dengan peritel. Tren ini menunjukkan bahwa batas antara belanja online dan offline semakin kabur. 

Brand-brand akan fokus pada penciptaan pengalaman belanja yang menyenangkan dan tanpa masalah di berbagai platform perdagangan yang tersedia. Konsumen tidak akan merasakan perbedaan ketika berbelanja melalui situs web, aplikasi seluler, atau toko fisik karena brand-brand akan memastikan kelancaran peralihan antar platform tersebut. 

Untuk mendukung hal ini, brand akan mengadopsi teknologi realitas tertambah (augmented reality/AR) dan virtual reality (VR) untuk menciptakan pengalaman imersif dan interaktif, memungkinkan konsumen mencoba produk secara virtual sebelum membeli. Algoritma AI akan mendukung penciptaan pengalaman pelanggan yang lebih baik, sesuai dengan preferensi dan perilaku individu konsumen, mulai dari pesan personalisasi hingga dukungan purna jual yang disesuaikan.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

M
Reporter
M. Rahman
Yosi Winosa