Akurat

Bos Kadin: Transformasi AI Harus Jadi Mesin Pertumbuhan Ekonomi Indonesia

Hefriday | 26 November 2025, 09:10 WIB
Bos Kadin: Transformasi AI Harus Jadi Mesin Pertumbuhan Ekonomi Indonesia

AKURAT.CO Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia menilai pemanfaatan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) akan menjadi salah satu penentu arah pembangunan ekonomi nasional di masa mendatang.

Meski membawa peluang besar, teknologi ini juga datang dengan tantangan yang tidak kecil.

Ketua Umum Kadin Indonesia, Anindya Bakrie, mengungkapkan AI berpotensi menciptakan hingga 46 juta lapangan kerja baru di berbagai sektor.

Namun pada saat yang sama, terdapat risiko 23 juta pekerja kehilangan peran akibat otomatisasi sebelum 2035.

Baca Juga: Kadin Panaskan Mesin, Rakornas Bidang Perdagangan Bidik Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen

“AI ini bisa menghadirkan dua sisi. Ada potensi hilangnya pekerjaan, tapi juga ada peluang penciptaan puluhan juta profesi baru. Bagaimana kita menyiapkan diri? Itu yang harus dijawab,” ujar Anindya dalam konferensi pers menjelang Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) 2025 Kadin Indonesia di Jakarta, Selasa (25/11/2025).

Anindya menekankan bahwa perkembangan AI turut membuka pintu bagi penguatan ekosistem industri digital nasional.

Sektor seperti pusat data, keamanan siber, hingga layanan komputasi diperkirakan berkembang pesat seiring meningkatnya kebutuhan transformasi digital.

Dirinya menegaskan Kadin harus berada di garis terdepan dalam mendorong adopsi teknologi baru agar dapat meningkatkan produktivitas dan menekan biaya operasional.

Menurutnya, pemanfaatan AI yang tepat akan menghasilkan efisiensi sekaligus membuka ruang kerja baru yang lebih berkualitas.

“Peran Kadin adalah memastikan teknologi tidak sekadar menjadi ancaman, tetapi menjadi alat yang memperkuat kapasitas ekonomi dan menciptakan lapangan kerja masa depan,” ujarnya.

Isu mengenai perkembangan AI disebut menjadi salah satu agenda utama dalam Rapimnas 2025.

Baca Juga: Kadin Dukung Pemerintah Tindak Impor Ilegal Pakaian Bekas

Forum nasional tersebut dijadwalkan berlangsung pada 30 November–2 Desember 2025 di Jakarta, dengan menghadirkan sejumlah pejabat pemerintah, termasuk para menteri dan pimpinan lembaga.

Rapimnas tahun ini membawa tema “Kadin Bergotong Royong Memperluas Lapangan Kerja, untuk Kesejahteraan dan Kemandirian Indonesia”.

Anindya menjelaskan tema tersebut mencerminkan tekad Kadin untuk memperkuat kolaborasi lintas sektor demi membangun kemandirian ekonomi nasional.

“Kami ingin mewujudkan konsep Indonesia Incorporated secara konkret. Gotong royong sektor usaha dan pemerintah harus menjadi kunci dalam memperluas kesempatan kerja,” katanya.

Dalam kesempatan terpisah, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menilai perguruan tinggi memiliki peran besar dalam memenuhi kebutuhan talenta AI yang terus meningkat.

Dirinya menekankan bahwa teknologi seperti AI dan semikonduktor bukan tujuan akhir, melainkan sarana untuk mendorong produktivitas ekonomi nasional.

Menurut Airlangga, penyediaan sumber daya manusia unggul menjadi fondasi agar Indonesia tidak hanya menjadi pengguna, tetapi juga pelaku utama dalam perkembangan teknologi global.

Hal ini selaras dengan dorongan pemerintah memperkuat kapasitas digital di berbagai sektor usaha.

Dengan tantangan dan peluang yang bersanding erat, Kadin berharap pemerintah, dunia usaha, dan lembaga pendidikan dapat bergerak bersama agar transformasi AI menjadi kekuatan baru dalam pembangunan ekonomi Indonesia.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

H
Reporter
Hefriday
Andi Syafriadi